Di manga shonen, fenomena power creep itu hal yang hampir tak terhindarkan.
Ambil contoh klasik seperti Dragon Ball Z.
Frieza di Namek Saga terasa sebagai makhluk terkuat di semesta, sampai akhirnya dikalahkan Super Saiyan Goku. Tapi kemudian muncul Cell yang memaksa Gohan mencapai Super Saiyan 2. Lalu Majin Buu yang bahkan tetap mengancam setelah kemunculan Vegito.
Polanya jelas: musuh baru biasanya harus terasa lebih gila dari sebelumnya.
Namun menariknya, itu tidak terjadi pada Kaido di One Piece.
Ia sudah kalah sejak Wano. Tapi sampai Final Saga berjalan, Kaido masih terasa sebagai “makhluk terkuat.”
Kenapa?
Berikut lima alasannya.
