Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Duniaku lainnya di IDN App
Aktris Chopper One Piece Season 2 Tidak Tahu Dia Audisi Peran Chopper
Mikaela Hoover dan Tony Tony Chopper. (Dok. Eiichiro Oda, Shueisha, Netflix/One Piece)
  • Mikaela Hoover mengikuti audisi tanpa tahu proyeknya adalah One Piece, hanya diberi tahu bahwa itu untuk tiga episode di acara Netflix.
  • Ia jatuh cinta pada karakter dari naskah audisi meski belum tahu siapa tokohnya, dan menganggap proses audisinya paling menyenangkan.
  • Mikaela baru sadar ia memerankan Chopper setelah diterima, menangis bahagia karena merasa terhubung dengan karakter yang dianggap kecil dan dijauhi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Ada satu trivia menarik yang terungkap ketika Charithra Chandran (Vivi) ngobrol dengan Mikaela Hoover (Chopper) dalam podcast resmi One Piece: Into the Grand Line.

Charithra menanyakan pertanyaan sederhana, apakah Mikaela tahu tentang Chopper dan One Piece sebelum terpilih?

Jawaban Mikaela... sangat menarik.

1. Mikaela tidak dikasih tahu itu audisi apa

Mikaela Hoover pengisi suara Tony Tony Chopper. (x.com/onepiecenetflix)

Mikaela mengaku pertama kali audisi, dia bahkan tidak tahu audisi itu untuk apa.

Yang diinfokan begini, "Mereka bilang itu tiga episode di sebuah acara Netflix."

Karena Mikaela sedang sibuk dengan syuting lain, ia tidak mengambilnya.

Lalu pihak yang menangani urusan ini kembali lagi dan meminta Mikaela untuk memikirkannya. Mikaela menekankan ia sangat sibuk, tapi pihak yang menghubunginya mengatakan bahwa tim casting meminta Mikaela secara khusus. Ia lalu diminta untuk melihat naskah audisinya.

Mikaela menuruti dan ia bahkan setelah melihat naskah audisinya ia tidak tahu apa itu, karena dia tidak familier dengan One Piece.

2. Sudah jatuh cinta, padahal belum tahu karakternya

Chopper Brain Point di One Piece Live Action

Meski begitu Mikaela jatuh cinta dengan karakternya. Ia merasa terhubung dengannya. Jadi akhirnya dia memutuskan ikut audisi.

Mikaela lalu mengatakan bahwa itu audisi paling menyenangkan yang pernah ia lakukan.

Tapi lucunya? Mikaela tetap masih tidak tahu dia audisi untuk karakter apa saat menemui produser.

Penjelasan produser pun hanya, "Makhluk menjijikkan yang telah dirundung sepanjang hidupnya." Muncul bayangan lucu di kepala Mikaela: karakter kecil berwarna hijau, berlendir dengan satu mata, bungkuk.

3. Momen Mikaela sadar

Tony Tony Chopper Brain Point (dok. One Piece/Netflix)

Karena bayangan Mikaela begitu, ia mengaku saat bersama produser dia berpikir memiliki fisik kecil, membungkuk, pria kecil yang jelek dan menjijikkan. Salah satu produser yang hadir dalam sesi itu akhirnya bilang, "Ya ampun, orang-orang akan sangat menyukai Chopper."

"Siapa Chopper?" tanya Mikaea bingung.

Sepekan kemudian dia dapat telepon bahwa dia diterima dan sebenarnya itu untuk One Piece.

Ketika Mikaela menelpon temannya untuk mengabarkan itu, temannya sampai bilang, "Hidupmu akan berubah." Tapi Mikaela sendiri mengatakan ia pada titik itu sudah pernah mendengar One Piece tapi ia tidak tahu sebesar apa franchise-nya.

4. Mikaela sampai menangis ketika tahu dirinya terpilih... meski ia tidak kenal Chopper

Tony Tony Chopper (dok. Netflix/One Piece Live Action Season 2)

Yang bikin cerita ini makin menarik, Mikaela mengaku sampai menangis saat ia menelpon temannya untuk mengatakan ia lolos audisi.

Bukan karena ia tahu Chopper itu karakter besar… tapi karena ia sudah terlanjur jatuh cinta pada karakternya dari naskah audisi.

Charithra bahkan menyoroti hal ini:

"Kamu jatuh cinta pada Chopper tanpa mengetahui konteksnya, kan? Kau jatuh cinta pada dirinya apa adanya dan, bagiku, itu terasa sangat tulus."

Dan mungkin di situlah letak kekuatan casting ini.

Karena Mikaela tidak tahu desain Chopper, awalnya tidak tahu siapa dia, ia benar-benar memerankan karakter itu sebagai: “makhluk kecil yang merasa dirinya menjijikkan."

Dan itu… justru sangat selaras dengan cara Chopper memandang dirinya sendiri di awal cerita. Karena ia memang pernah dibenci kaumnya dan diburu oleh manusia.

Editorial Team