Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Duniaku lainnya di IDN App
akatsuki.png
Akatsuki Naruto

Intinya sih...

  • Akatsuki punya desain visual yang kuat dan karakter unik

  • Akatsuki awalnya bukan organisasi kriminal, kompleksitas motivasi pemimpin mereka

  • Banyak anggota Akatsuki layak punya spin-off, kemunculan bertahap yang membangun antisipasi

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Dalam anime dan manga battle shonen, organisasi villain pada dasarnya punya fungsi sederhana: kumpulan antagonis kuat yang eksis untuk satu tujuan yaitu dikalahkan protagonis atau sekutu, satu demi satu.

Namun Akatsuki dari Naruto bukan sekadar “antrian boss fight.”

Bahkan hingga 2026, mereka masih dikenang sebagai semacam gold standard organisasi antagonis, disejajarkan dengan Juppongatana dari Rurouni Kenshin dan Gen’ei Ryodan (Phantom Troupe) dari Hunter x Hunter.

Lalu apa sebenarnya yang membuat Akatsuki dari Naruto begitu memikat?

1. Dari sisi visual mereka kuat banget, baik seragam maupun desain individual

Akatsuki Naruto

Harus diakui: secara visual Akatsuki itu luar biasa.

Jubah hitam dengan motif awan merah. Itu... desain yang memang simpel. Tapi kontrasnya mudah dikenali bahkan dalam siluet.

Motif itu begitu melekat hingga menjadi salah satu simbol paling laris dalam sejarah anime modern. Ngaku saja, seberapa sering kamu melihat jaket atau hoodie Akatsuki dipakai di event pop culture?

Namun kekuatan visual mereka bukan cuma pada seragam.

Justru yang membuatnya solid adalah kombinasi keseragaman simbolik dan keunikan individual:

  • Deidara: rambut pirang, tangan bermulut, obsesi pada seni ledakan.

  • Kisame: sosok seperti hiu hidup dengan pedang raksasa Samehada.

  • Hidan: fanatik religius dengan ritual mengerikan.

  • Kakuzu: tubuh penuh benang dan jantung cadangan.

  • Pain (Tendo): sosok dengan aura “arc villain” bahkan terasa seperti final boss pada masanya.

  • Itachi: versi lebih dewasa, kelam, dan tragis dari Sasuke.

Secara visual mereka kohesif. Secara karakter, mereka eksplosif.

Perpaduan ini membuat Akatsuki terasa sebagai organisasi nyata, bukan sekadar kumpulan desain keren.

2. Semakin Diungkap, Semakin Kompleks

scene kematian Yahiko (dok. Pierrot/Naruto Shipudden)

Akatsuki awalnya bukan organisasi kriminal.

Di masa kepemimpinan Yahiko, mereka berdiri sebagai gerakan idealis untuk membawa perdamaian di Amegakure. Tragedi kematian Yahiko menjadi titik balik yang mengubah arah organisasi menjadi lebih kelam.

Dari sini saja, Akatsuki sudah terasa lebih dalam dibanding organisasi antagonis generik.

Motivasi pemimpin seperti Nagato maupun Obito juga tidak hadir sebagai “ingin menguasai dunia” semata. Mereka lahir dari trauma, perang, dan keputusasaan terhadap sistem dunia shinobi.

Pembaca mungkin merasa, “jalannya salah.” Namun mereka juga bisa memahami bagaimana jalan itu harus diambil.

Kompleksitas inilah yang membuat Akatsuki tidak terasa hitam-putih.

3. Banyak Anggota yang Terasa Layak Punya Spin-off

Nagato terkejut melihat pengorbanan Yahiko. (dok. Crunchyroll/Naruto: Shippuden)

Beberapa anggota Akatsuki terasa begitu kuat secara naratif, hingga seolah bisa menjadi protagonis cerita mereka sendiri.

  • Itachi: tragedi politik dan pengorbanan demi stabilitas desa.

  • Nagato: korban perang yang idealismenya retak oleh realitas.

  • Konan: loyalitas absolut pada sahabat dan visi yang sudah runtuh.

  • Tobi/Obito: manipulasi, identitas palsu, dan saga panjang yang menjangkau hampir seluruh konflik besar seri.

Mereka bukan karakter tempelan. Mereka adalah individu dengan sejarah, luka, dan pilihan moral.

Dan itu membuat setiap pertarungan melawan mereka terasa lebih berat dari sekadar duel fisik.

4. Kemunculan Bertahap yang Membangun Antisipasi

Kisame dan Itachi Uchiha (dok. Netflix/Naruto Shippuden)

Awalnya dari Akatsuki yang muncul hanya Itachi dan Kisame.

Dan dua nama itu saja sudah cukup untuk membuat Asuma, Kurenai, bahkan Kakashi terlihat kewalahan.

Di era rilis mingguan manga, kemunculan anggota Akatsuki baru selalu menjadi momen besar. Fans berspekulasi: anggota lainnya siapa aja kalau Itachi sama Kisame sudah sekerern ini? sekuat apa? siapa yang akan mengalahkannya?

Ketika mereka akhirnya tumbang satu per satu, kita sudah mengenal mereka. Dan pahlawan yang berhasil mengalahkan mereka terasa naik level secara emosional maupun naratif.

Akatsuki bukan muncul sekaligus lalu habis. Mereka dibangun perlahan, dengan sabar.

5. Mereka Diberi Ruang untuk Bersinar Sebelum Kalah

Might Guy vs Kisame (Naruto Shippuden)

Akatsuki tidak diposisikan sebagai antagonis kacangan.

Mereka pernah menang. Ada anggotanya yang membunuh karakter penting. Ada yang sampai mengguncang dunia ninja.

Kematian Asuma, kematian Jiraiya, penangkapan para Jinchuuriki... itu semua bisa dicapai sejumlah anggota Akatsuki.

Bahkan anggota yang durasinya relatif singkat seperti Hidan tetap diberi momen untuk menunjukkan dampaknya.

Akatsuki diperlihatkan berbahaya, efektif, dan mampu mengubah arah cerita, sebelum akhirnya satu per satu dijatuhkan.

Dan itulah yang membuat kekalahan mereka terasa monumental, bukan sekadar formalitas.

6. Setiap anggota solid, tanpa "tukang pukul murahan" membuat Akatsuki terasa mengancam

Pain Akatsuki (dok. TV Tokyo/Naruto)

Di banyak anime, organisasi jahat biasanya punya struktur begini:

-1 pemimpin

-Empat sampai belasan elite

-Ratusan pasukan random buat digebukin dulu

Akatsuki? Hampir nggak ada itu. Kalau ada “pasukan,” biasanya: boneka buatan Sasori, Zetsu Putih, ataupun para Tubuh Pain. Jadi awamnya terhubung dengan kemampuan atau eksperimen anggota. Tetap bukan preman sembarangan yang dibikin berafiliasi dengan Akatsuki.

Artinya apa?

Setiap kali ada sosok dengan jubah hitam bermotif awan merah muncul… itu berarti ancaman kelas atas.

Karena tidak ada anggota kelas bawah, muncul persepsi: kalau dia pakai jubah itu, kalau dia Akatsuki (atau mantan Akatsuki), pasti ini kekuatannya ngeri.

Tidak ada junior. Tidak ada “anak magang Akatsuki.” Tidak ada karakter figuran yang bisa jadi bahan power showcase dulu.

Akatsuki itu elit. Dan itu membuat kesannya kuat sekali!

Editorial Team