Baca artikel Duniaku lainnya di IDN App
Install

Studio yang Cocok Menganimasikan Dark Continent Hunter x Hunter

4 min read
Studio yang Cocok Menganimasikan Dark Continent Hunter x Hunter
cuplikan Hunter x Hunter (x.com/huner_anime)
  • Penggemar kembali membahas studio potensial untuk mengadaptasi Dark Continent Arc Hunter x Hunter.

  • MAPPA dan Ufotable dinilai cocok berkat pengalaman aksi bernuansa gelap, visual supernatural, serta kemampuan menghadirkan pertarungan dinamis.

  • Studio Kafka, Production I.G, Wit Studio, dan A-1 Pictures turut disebut karena dinilai mampu membangun fantasi misterius, ketegangan, serta menangani deretan karakter baru.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Kira-kira, mana studio yang cocok menganimasikan Dark Continent Arc dari Hunter x Hunter kalau mendapatkan adaptasi anime? Pembahasan mengenai studio yang tepat untuk menggarap kelanjutan kisah Hunter x Hunter pun kembali ramai di kalangan penggemar.

Pasalnya, Dark Continent Arc gak cuma membawa kisah petualangan Gon, tetapi juga memperkenalkan ekspedisi Beyond Netero Beberapa studio anime seperti MAPPA, Ufotable, hingga A-1 Pictures pun dinilai berpotensi untuk membawa petualangan tersebut ke layar kaca.

Lantas, studio mana saja yang dianggap cocok untuk menganimasikan Dark Continent Arc? Ini dia daftar studionya.

  1. 1. MAPPA

    Nama MAPPA tentu gak asing bagi penggemar anime. Studio ini dikenal telah menggarap berbagai judul populer, seperti Jujutsu Kaisen, Chainsaw Man, dan Attack on Titan: The Final Season. Gak cuma itu, MAPPA juga punya pengalaman menggarap cerita dengan nuansa gelap, seperti Zombieland Saga Revenge.

    Nah, pengalaman inilah yang dinilai cocok untuk menggarap Dark Continent Arc dari Hunter x Hunter. Gaya MAPPA dalam menampilkan adegan aksi supernatural menjadi salah satu alasan mengapa studio ini cocok menggarap arc tersebut.

  2. 2. Ufotable

    Studio yang Cocok Menganimasikan Dark Continent
    Demon Slayer: Infinity Castle (dok. ufotable/Demon Slayer: Infinity Castle)

    Selanjutnya ada Ufotable, studio yang sudah dikenal luas lewat anime Demon Slayer: Kimetsu no Yaiba. Studio ini memiliki ciri khas visual yang kuat, terutama dalam menghadirkan efek cahaya, warna, dan pergerakan kamera yang dinamis.

    Kemampuan Ufotable dalam membawa pertarungan di Demon Slayer: Kimetsu no Yaiba itu bakal menarik jika diterapkan untuk mengadaptasi Dark Continent Arc. Gak cuma itu, Ufotable juga dikenal mampu memadukan animasi 2D dengan efek digital, jadi kekuatan karakter Hunter x Hunter bakal bisa terlihat lebih hidup jika digarap oleh studio ini.

  3. 3. Studio Kafka

    Berikutnya ada Studio Kafka, studio yang memiliki pengalaman menggarap anime bernuansa fantasi dan misteri. Salah satu proyek yang cukup dikenal adalah The Ancient Magus' Bride: The Boy from the West and the Knight of the Mountain Haze sampai Mononoke Movie 3: Hebigami.

    Proyek tersebut dinilai cocok dengan Dark Continent Arc yang gak hanya mengandalkan pertarungan, tetapi juga membawa penonton untuk mengenal dunia baru yang penuh misteri. Gak cuma itu, Studio Kafka juga punya pendekatan visual yang menonjolkan atmosfer fantasi. Jadi, karena Dark Continent Arc merupakan wilayah baru, seharusnya animenya terasa berbeda dari dunia yang selama ini dikenal para penggemar.

  4. 4. Production I.G

    Studio yang Cocok Menganimasikan Dark Continent
    tim bola voli Karasuno (dok. Production I.G/Haikyuu)

    Berikutnya ada Production I.G yang sudah berpengalaman menggarap berbagai anime dengan kisah serius dan kompleks. Beberapa judul populer yang pernah mereka kerjakan antara lain Ghost in the Shell, Psycho-Pass, dan Haikyuu!!.

    Dengan pengalaman tersebut, para penggemar Hunter x Hunter pun merasa studio ini akan cocok menggarap Dark Continent Arc. Apalagi, kisah Ghost in the Shell dan Psycho-Pass memiliki nuansa gelap yang cukup mirip dengan Hunter x Hunter.

  5. 5. Wit Studio

    Ada pula Wit Studio yang dikenal lewat anime Attack on Titan, SPY×FAMILY, dan Vinland Saga. Dari berbagai anime tersebut, Wit Studio berhasil menunjukkan kemampuannya dalam menghadirkan cerita dengan dunia yang luas, konflik intens, serta atmosfer yang menegangkan.

    Gak cuma itu, penggemar Hunter x Hunter juga menyoroti kemampuan Wit Studio dalam membawakan konsep survival dan rasa terisolasi yang dirasa cocok dengan atmosfer Dark Continent. Alih-alih hanya mengandalkan sinematografi yang megah, Wit Studio dikenal mampu membangun ketegangan lewat atmosfer dan ceritanya. Bagaimana menurutmu?

  6. 6. A-1 Pictures

    Studio yang Cocok Menganimasikan Dark Continent
    Sung Jin Woo (dok. A-1 Pictures/Solo Leveling)

    Terakhir ada A-1 Pictures, studio yang sudah mengerjakan berbagai judul populer seperti Sword Art Online, Kaguya-sama: Love Is War, hingga Solo Leveling. Studio ini juga memiliki pengalaman menggarap cerita dengan karakter yang cukup banyak.

    Nah, deretan karya itulah yang jadi salah satu pertimbangan penggemar untuk menggarap Dark Continent. Pasalnya, cerita Hunter x Hunter tersebut memperkenalkan banyak karakter baru di samping karakter utama Hunter x Hunter. Sehingga, gak salah jika penggemar Hunter x Hunter menginginkan manga favorit mereka digarap menjadi anime oleh A-1 Pictures.

    Itulah beberapa studio yang cocok menganimasikan Dark Continent Arc dari Hunter x Hunter, mulai dari MAPPA, Ufotable, Studio Kafka, Production I.G, hingga A-1 Pictures. Dari deretan studio animasi di atas, mana nih yang menurutmu paling cocok?

    Untuk informasi yang lebih lengkap soal anime dan manga, film, game, serta gadget, yuk gabung komunitas Warga Duniaku lewat link berikut:

    Discord: https://bit.ly/WargaDuniaku

    Tele: https://t.me/WargaDuniaku

    WA Channel: https://bit.ly/WAChannelDuniaku

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More