Choso melancarkan Supernova (Dok. Mappa/Jujutsu Kaisen S3)
Ngomong-ngomong soal keabsurdan hubungan keluarga, Yuji tak hanya terikat dengan Kenjaku. Ia juga secara biologis terhubung dengan Choso, salah satu Cursed Womb: Death Painting.
Hal ini diperkuat oleh kemampuan pasif Choso yang dapat merasakan keberadaan adik-adiknya melalui ikatan darah. Fakta bahwa ia bisa merasakan Yuji membuktikan kalau keduanya sama-sama mewarisi darah Kenjaku. Bedanya, Choso berposisi sebagai “anak” Kenjaku yang saat itu terhitung sebagai figur ayah biologis, sementara Yuji bisa dibilang adalah “anak” sekaligus keturunan yang lahir saat Kenjaku mengambil tubuh seorang perempuan.
Hubungan Choso dengan Kenjaku sendiri bermula ketika otak kutukan itu mengambil alih tubuh Noritoshi Kamo dan melakukan eksperimen yang melahirkan para Death Painting, termasuk Choso. Sementara Yuji lahir jauh setelahnya, tetap sebagai bagian dari rencana panjang Kenjaku.
Awalnya, Choso membenci Yuji karena mengira dialah penyebab kematian Eso dan Kechizu. Namun setelah menyadari adanya hubungan darah di antara mereka, sikapnya berubah drastis. Ia mulai menganggap Yuji sebagai adik kandung satu-satunya yang tersisa.
Perubahan itu mencapai puncaknya di klimaks cerita, ketika Choso rela mengorbankan diri demi melindungi Yuji dari serangan Divine Flame milik Sukuna. Dari musuh menjadi kakak yang protektif, hubungan mereka justru menjadi salah satu dinamika keluarga paling tragis di cerita tersebut.