Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Duniaku lainnya di IDN App
7 Protagonis Anime dengan Trauma Terdalam,  Kisahnya Bikin Pilu!
Kelompok Itadori Yuji ( Dok. Mappa / Jujutsu Kaisen )
  • Artikel menyoroti tujuh protagonis anime yang memiliki trauma mendalam akibat kehilangan, kekerasan, dan beban tanggung jawab yang membentuk kepribadian mereka sepanjang cerita.
  • Setiap karakter seperti Ken Kaneki, Eren Yeager, hingga Violet Evergarden menghadapi luka batin berbeda yang memengaruhi cara mereka memahami diri dan dunia di sekitar mereka.
  • Meskipun dihantui masa lalu kelam, para tokoh ini terus berjuang melangkah maju, menunjukkan bahwa proses penyembuhan dan penerimaan diri menjadi inti dari perjalanan hidup mereka.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Tidak semua karakter protagonis anime menjalani perjalanan yang penuh kemenangan dan kebahagiaan. Di balik keberanian mereka menghadapi berbagai tantangan, ada luka emosional dan pengalaman traumatis yang membentuk kepribadian mereka sepanjang cerita. Mulai dari kehilangan orang terdekat, kekerasan di masa kecil, hingga beban tanggung jawab yang sulit ditanggung, semua itu meninggalkan dampak yang mendalam.

Meski dihantui masa lalu yang kelam, para karakter ini terus berusaha melangkah maju dengan cara mereka masing-masing. Kisah mereka tidak hanya menghadirkan aksi dan drama, tetapi juga menunjukkan perjuangan menghadapi trauma yang membentuk perjalanan hidup mereka. Jika kamu penasaran siapa saja karakter protagonis anime yang harus menanggung trauma berat sepanjang cerita, simak daftar berikut ini.


1. Ken Kaneki (Tokyo Ghoul)

Ken Kaneki (dok. Pierrot/ Tokyo Ghoul)

Ken Kaneki merupakan karakter protagonis utama dalam Tokyo Ghoul yang hidupnya berubah setelah terlibat dengan dunia Ghoul. Sebelum menghadapi berbagai tragedi, Kaneki ternyata sudah menyimpan luka psikologis dari masa kecilnya. Ia menekan kenangan tentang kekerasan yang dialaminya dan hidup dengan pola pengorbanan diri yang diwarisi dari sosok ibunya.

Kondisi mental Kaneki semakin hancur setelah mengalami penyiksaan selama sepuluh hari oleh Yamori. Pengalaman tersebut memaksanya membangun identitas baru demi bertahan hidup. Perubahan warna rambut menjadi putih, kebiasaan mematahkan jari, hingga halusinasi yang dialaminya menjadi simbol dari proses panjang ketika dirinya berusaha menyesuaikan diri dengan kenyataan yang menyakitkan.

Sepanjang cerita, Kaneki terus mengalami transformasi baik secara fisik maupun mental. Setiap tragedi yang datang membuat cara pandangnya berubah dan membentuk sosok yang berbeda dari dirinya sebelumnya.


2. Eren Yeager (Attack on Titan)

Eren Yeager (X.com/kamigata_jiyuu)

Trauma terbesar Eren bermula ketika ia menyaksikan ibunya dimakan Titan di depan matanya sendiri. Pada usia yang masih sangat muda, ia dipaksa menghadapi rasa tidak berdaya yang kemudian berkembang menjadi kemarahan besar. Kemarahan itu menjadi cara Eren menghadapi rasa kehilangan yang belum pernah benar-benar ia proses.

Seiring berjalannya waktu, Eren memperoleh kekuatan beberapa Titan sekaligus, termasuk Founding Titan, Attack Titan, dan War Hammer Titan. Kekuatan tersebut memberinya kemampuan luar biasa, tetapi juga membawa beban psikologis yang semakin berat. Melalui ingatan yang diwariskan Attack Titan, batas antara masa lalu, masa kini, dan masa depan menjadi kabur baginya.

Mengetahui berbagai tindakan yang akan ia lakukan di masa depan membuat kondisi mental Eren semakin terpecah. Rasa bersalah, ketidakberdayaan, dan pengetahuan tentang kehancuran yang akan terjadi perlahan mendorongnya ke arah yang semakin ekstrem.


3. Itadori Yuji (Jujutsu Kaisen)

Itadori Yuji dari Anime Jujutsu Kaisen (dok. MAPPA/Jujutsu Kaisen)

Itadori Yuji dikenal sebagai sosok yang kuat sekaligus penuh empati. Sebagai karakter protagonis utama Jujutsu Kaisen, Yuji tidak hanya menghadapi pertarungan fisik. Ia juga harus bergulat dengan dilema moral, kehilangan orang-orang penting, dan tanggung jawab yang terus bertambah besar. Semua itu membentuk karakter yang jauh lebih kompleks daripada sekadar pahlawan yang melawan musuh.

Puncak trauma Yuji terjadi saat tragedi di Shibuya. Ketika Sukuna menggunakan tubuhnya untuk melakukan pembantaian besar, Yuji tetap sadar tetapi tidak mampu mengendalikan dirinya. Pengalaman tersebut membuatnya mempertanyakan nilai dirinya sendiri dan memandang dirinya hanya sebagai alat yang harus terus bergerak maju.


4. Violet (Violet Evergarden)

Violet (dok. Kyoto Animation/Violet Evergarden)

Violet hidup di dunia yang baru saja melewati perang panjang dan brutal. Konflik tersebut meninggalkan luka besar pada dirinya, termasuk cedera serius yang membuatnya harus hidup dengan tubuh mekanis. Meski perang telah berakhir, dampak psikologisnya tetap membekas dalam kehidupan Violet.

Ia menjalani kehidupan dengan pola pikir yang sama seperti saat berada di medan perang, yaitu berpegang pada aturan dan tugas tanpa benar-benar memahami emosinya sendiri. Pekerjaannya menulis surat untuk orang lain perlahan mengubah dirinya. Dari setiap kisah cinta, kehilangan, dan penyesalan yang ia dengar, Violet mulai belajar memahami perasaan manusia. Proses tersebut membantunya menghadapi kesedihan yang selama ini tidak pernah benar-benar ia akui.


5. Shinji Ikari (Neon Genesis Evangelion)

Shinji Ikari dalam ending Neon Genesis Evangelion. (dok. Gainax/Neon Genesis Evangelion)

Shinji Ikari tumbuh sebagai pribadi yang pendiam, kesepian, dan memiliki rasa percaya diri yang sangat rendah. Pengabaian yang ia alami dari ayahnya meninggalkan luka mendalam yang memengaruhi hampir seluruh aspek kehidupannya. Karena itulah, ia sangat mendambakan penerimaan dari orang lain.

Ketika dipanggil kembali oleh ayahnya untuk menjadi pilot Eva, Shinji melihat kesempatan untuk mendapatkan pengakuan yang selama ini tidak pernah ia rasakan. Namun, keinginan tersebut membuatnya harus menghadapi ketakutan dan tekanan yang luar biasa besar.

Kondisi mental Shinji semakin memburuk setelah berbagai peristiwa tragis yang menimpanya. Kehilangan Kaworu, sosok yang memberinya kasih sayang tanpa syarat, menjadi salah satu pukulan terbesar dalam hidupnya. Saat semua mekanisme pertahanan dirinya runtuh, Shinji hanya mampu diam dan tenggelam dalam kelelahan emosional yang mendalam.


6. Atsushi Nakajima (Bungou Stray Dogs)

Atsushi Nakajima (dok. Bones/ Bungou Stray Dogs)

Atsushi Nakajima merupakan karakter protagonis di Bungou Stray Dogs yang memiliki masa lalu penuh kekerasan. Saat tinggal di panti asuhan, ia mengalami perlakuan yang sangat buruk dari pengelolanya. Berbagai hukuman dan penyiksaan membuat Atsushi tumbuh dengan keyakinan bahwa dirinya tidak memiliki nilai.

Pengalaman tersebut membentuk rasa rendah diri yang terus menghantuinya hingga dewasa. Ia kesulitan menemukan alasan mengapa hidupnya layak dipertahankan dan sering memandang dirinya sebagai beban bagi orang lain.

Meski demikian, perjalanan bersama Armed Detective Agency perlahan mengubah cara pandangnya. Hubungan yang ia bangun dengan anggota agensi, terutama Dazai Osamu, membantu Atsushi belajar mempercayai orang lain dan menerima dirinya sendiri.


7. Frieren (Frieren: Beyond Journey's End)

Frieren (dok. Madhouse/Frieren: Beyond Journey’s End)

Frieren adalah seorang elf yang telah hidup selama lebih dari dua abad. Karena umur panjang yang dimilikinya, ia terbiasa memandang waktu dan hubungan dengan cara yang berbeda dibanding manusia. Pandangan tersebut berubah ketika Himmel meninggal dunia. 

Di pemakamannya, Frieren menyadari bahwa ia tidak pernah benar-benar mengenal sosok yang telah menemaninya selama bertahun-tahun. Kesadaran itu memunculkan penyesalan yang selama ini tidak pernah ia rasakan. Perjalanan setelah kepergian Himmel menjadi proses refleksi bagi Frieren. Melalui momen-momen sederhana bersama orang-orang di sekitarnya, ia mulai memahami bahwa nilai kehidupan justru terletak pada kebersamaan yang singkat dan tidak dapat diulang kembali.

Trauma hadir dalam bentuk yang berbeda pada setiap karakter. Meski memiliki luka yang mendalam, ketujuh karakter protagonis anime ini tetap berusaha melangkah maju dengan cara mereka masing-masing. Perjalanan mereka menunjukkan bahwa menghadapi masa lalu bukanlah hal yang mudah, tetapi menjadi bagian penting dalam proses memahami diri sendiri.

Untuk informasi yang lebih lengkap soal anime-manga, film, game, dan gadget, yuk gabung komunitas Warga Duniaku lewat link berikut:

Discord: https://bit.ly/WargaDuniaku

Tele: https://t.me/WargaDuniaku

WA Channel: https://bit.ly/WAChannelDuniaku

Editorial Team

Related Article