Gon dewasa (dok. MADHOUSE/Hunter x Hunter)
Di banyak manga shonen, protagonis yang memiliki hati murni biasanya juga akan menjadi sosok yang paling benar secara moral.
Hunter x Hunter mengambil pendekatan berbeda.
Sejak awal cerita, Gon memang digambarkan sebagai anak yang polos, jujur, dan memiliki tekad luar biasa. Namun Togashi berkali-kali menunjukkan bahwa kepolosan Gon tidak selalu berarti ia memahami situasi dengan baik.
Gon sering menilai orang berdasarkan hubungan personalnya dengan mereka, bukan berdasarkan standar moral yang konsisten.
Ia bisa menerima fakta bahwa Killua berasal dari keluarga pembunuh. Ia bisa berteman dengan orang-orang yang jelas berbahaya. Di sisi lain, ia juga bisa sangat marah ketika seseorang menyakiti orang yang ia sayangi.
Sifat ini mencapai puncaknya di Chimera Ant Arc.
Ketika Kite tewas, Gon tidak mampu menerima kenyataan tersebut. Ia terus berharap bahwa Neferpitou dapat memperbaiki keadaan. Saat harapan itu hancur, Gon kehilangan kendali sepenuhnya.
Yang menarik, kemarahan Gon terasa jauh lebih mengerikan karena selama ini ia dikenal sebagai anak yang baik. Alih-alih bertindak rasional, ia justru mengorbankan seluruh masa depannya demi memperoleh kekuatan untuk membalas dendam.