Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Duniaku lainnya di IDN App
8 Peraturan Culling Game yang Ditambahkan Peserta di Jujutsu Kaisen!
Higuruma vs Yuji Culling Game Jujutsu Kaisen
  • Culling Game memungkinkan pemain menambah aturan baru setelah mengumpulkan 100 poin, menjadikan strategi dan aliansi antar peserta berubah drastis sepanjang permainan.
  • Beberapa aturan penting mencakup akses informasi antar pemain oleh Hajime Kashimo, transfer poin oleh Hiromi Higuruma, serta sistem substitusi pemain oleh Megumi Fushiguro untuk menyelamatkan Tsumiki.
  • Kenjaku menjadi sosok utama di balik seluruh sistem Culling Game, menambahkan aturan penutup pendaftaran, kondisi akhir permainan, hingga otoritas Great Merger yang memperkuat kendalinya atas jalannya game.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Dalam Culling Game, tujuan pemainnya jelas, mengumpulkan 100 poin dengan cara membunuh atau merebut dari pemain lain.

Dengan mengumpulkan 100 poin, pemain memiliki hak untuk menambahkan aturan baru yang bisa memengaruhi seluruh jalannya permainan.

Menariknya, aturan-aturan tambahan ini bukan sekadar pelengkap, melainkan elemen krusial yang mengubah strategi, aliansi, hingga tujuan para pemain. Dari akses informasi hingga kondisi akhir permainan, berikut adalah 7 peraturan Culling Game yang ditambahkan oleh para peserta!

1. Hajime Kashimo – Akses Informasi Antar Pemain

Kashimo Hajime (dok. MAPPA/Jujutsu Kaisen)

Salah satu aturan paling penting ditambahkan oleh Hajime Kashimo, yang memungkinkan pemain untuk mengakses informasi tentang peserta lain. Informasi tersebut mencakup nama pemain, jumlah poin, jumlah aturan yang telah ditambahkan, hingga lokasi koloni mereka saat ini.

Aturan ini secara drastis mengubah dinamika permainan. Sebelumnya, pemain harus mencari informasi secara manual dan berisiko tinggi, namun dengan adanya sistem ini, strategi bisa disusun dengan lebih matang dan terarah.

Bagi Kashimo sendiri, aturan ini sangat berguna untuk menemukan target yang ia incar, terutama Ryomen Sukuna. Ini menunjukkan bahwa bahkan aturan global pun bisa dibuat dengan motif yang sangat personal.

2. Hiromi Higuruma – Transfer Poin Antar Pemain

Higuruma Hiromi (dok. MAPPA/Jujutsu Kaisen)

Hiromi Higuruma menambahkan aturan yang memungkinkan pemain untuk mentransfer poin satu sama lain. Sebelum aturan ini ada, poin hanya bisa didapatkan melalui pertarungan, membuat sistem menjadi sangat kaku.

Dengan adanya aturan ini, kerja sama antar pemain menjadi jauh lebih memungkinkan. Tim bisa mengumpulkan poin secara kolektif, lalu menggunakannya untuk tujuan bersama, seperti menambahkan aturan baru.

Aturan ini juga menjadi titik balik bagi Yuji Itadori dan sekutunya, karena mereka akhirnya memiliki cara untuk mencapai target 100 poin tanpa harus membunuh semua lawan mereka.

3. Megumi Fushiguro – Sistem Substitusi Pemain

Megumi Fushiguro (dok. MAPPA/ Jujutsu Kaisen Season 3)

Megumi Fushiguro menambahkan aturan yang memungkinkan pemain keluar dari Culling Game dengan menghabiskan 100 poin, asalkan mereka mengundang pemain pengganti ke dalam koloni.

Aturan ini dibuat dengan tujuan menyelamatkan Tsumiki, yang terjebak dalam Culling Game. Ini menunjukkan bahwa tidak semua pemain berfokus pada kemenangan, tetapi juga pada penyelamatan orang yang mereka sayangi.

Namun, aturan ini juga memiliki konsekuensi besar, karena membuka celah baru dalam sistem. Pemain kini bisa keluar-masuk secara tidak langsung, yang kemudian dimanfaatkan oleh karakter lain untuk kepentingan mereka sendiri.

4. Yorozu – Bebas Keluar-Masuk Koloni

Yorozu (dok. Shueisha/Jujutsu Kaisen)

Yorozu menambahkan aturan yang memungkinkan pemain untuk bebas keluar dan masuk ke semua koloni tanpa batasan. Ini adalah salah satu perubahan terbesar dalam sistem Culling Game. Sebelumnya, setiap koloni bertindak seperti arena terisolasi, membatasi pergerakan pemain dan membuat strategi menjadi lebih sempit. Dengan aturan ini, seluruh peta permainan menjadi terbuka.

Motivasi Yorozu sendiri sangat jelas, yaitu untuk mengejar Ryomen Sukuna. Namun, efek dari aturan ini jauh lebih luas, karena semua pemain kini memiliki kebebasan bergerak yang sama.

5. Kenjaku – Menutup Pendaftaran Pemain Baru

Kenjaku bertemu Pemerintah Amerika Serikat di Jujutsu Kaisen Culling Game

Kenjaku menambahkan aturan yang menghentikan masuknya pemain baru ke dalam Culling Game per 18 November 2018 jam 9 malam. Aturan ini secara efektif “mengunci” jumlah peserta yang ada di dalam permainan.

Langkah ini merupakan bagian dari rencana besarnya untuk mengendalikan jalannya Culling Game. Dengan tidak adanya pemain baru, variabel dalam permainan menjadi lebih sedikit dan lebih mudah dikontrol.

Ini juga menandai bahwa Culling Game telah memasuki fase akhir, di mana fokusnya bukan lagi pada perekrutan pemain, melainkan pada penyelesaian ritual yang telah dirancang sejak awal.

6. Kenjaku – Menentukan Kondisi Akhir Permainan

Kenjaku (dok. MAPPA/ Jujutsu Kaisen The Culling Game Part 1)

Tidak berhenti di situ, Kenjaku juga menambahkan aturan yang menentukan bagaimana Culling Game akan berakhir. Ia menetapkan bahwa permainan akan selesai ketika semua pemain mati, kecuali beberapa individu tertentu.

Individu tersebut adalah Suguru Geto (Kenjaku), Megumi Fushiguro (Sukuna), dan Shiori Himi (Uraume). Aturan curang yang memastikan keamanan si pembuat game dan sekutunya sendiri dalam Culling Game.

7. Kenjaku – Otoritas Great Merger ke Megumi (Sukuna)

Sukuna Merasuki Megumi di Jujutsu Kaisen Culling Game

Sebagai langkah terakhir, Kenjaku menambahkan aturan yang memindahkan otoritas untuk mengaktifkan Great Merger (Chō Chōfuku Dōka) kepada Megumi Fushiguro alias Sukuna karena Sukuna sudah masuk ke tubuhnya.

Ini merupakan semacam “cadangan” dalam rencananya, memastikan bahwa meskipun terjadi hal yang tidak terduga, proses menuju merger tetap bisa berjalan, yang mana merger di sini adalah proses menyatukan Tengen dengan semua orang di Jepang menjadi entitas baru, tujuan sejati Kenjaku mengadakan Culling Game.

Secara teknis, Megumi Fushiguro dijadikan Kenjaku sebagai orang yang punya otoritas menghentikan Culling Game, sialnya Megumi sudah dirasuki Sukuna saat itu, jadi ya Sukuna yang punya hak.

8. Kenjaku – Arsitek Peraturan Dasar Culling Game

Culling Game Jujutsu Kaisen Kenjaku

Jika melihat lebih dalam, Kenjaku sebenarnya bukan hanya peserta yang menambahkan aturan, tetapi juga sosok di balik seluruh sistem Culling Game itu sendiri. Jauh sebelum para pemain seperti Hajime Kashimo atau Hiromi Higuruma menambahkan aturan baru, Kenjaku sudah lebih dulu merancang fondasi permainan ini secara menyeluruh.

Peraturan dasar seperti sistem poin di mana penyihir bernilai lebih tinggi dibanding non penyihir, hingga hukuman bagi pemain yang tidak aktif, semuanya berasal dari desain awal Kenjaku. Bahkan konsep koloni dengan barrier yang memisahkan pemain dan memaksa konflik juga merupakan bagian dari “aturan besar” yang ia ciptakan sejak awal.

Dengan kata lain, tiga aturan yang ia tambahkan di tengah permainan hanyalah bagian kecil dari kontrolnya. Kenjaku pada dasarnya adalah “game master” dari Culling Game, dan seluruh aturan yang dimanfaatkan para pemain sebenarnya berjalan di atas sistem yang sudah ia bangun sendiri, tapi dia juga peserta pada akhirnya.

Nah itu dia peraturan yang dibuat peserta Culling Game, bagaimana menurutmu?

Editorial Team