Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Duniaku lainnya di IDN App
Pembahasan Record of Ragnarok Bab 115, Kengerian Nyanyian Terkutuk!
18 Galder, kemampuan nyanyian Odin (Dok. Comic Zenon/Record of Ragnarok)
  • Bab 115 menampilkan duel sengit antara Odin dan Kintoki, di mana kekuatan magis Odin bernama 18 Galder terungkap sebagai himne terkutuk dengan berbagai efek mematikan.
  • Kintoki nyaris tewas akibat serangan Gungnir yang diperkuat Galder, namun berhasil menghindar tepat waktu meski luka parah membuatnya kesulitan melawan dominasi Odin.
  • Rekan-rekan Kintoki muncul menyaksikan pertarungan, sementara sang petarung memutuskan menghadapi serangan Odin dengan tangan kosong demi membalikkan keadaan yang tampak mustahil.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Duel antara Odin dan Sakata Kintoki berlanjut dalam bab 115, menampilkan kemampuan baru Odin bernama 18 Galder yang memperlihatkan kekuatan himne terkutuk dengan berbagai efek sihir mematikan.
  • Who?
    Odin sebagai dewa utama dari mitologi Nordik bertarung melawan Sakata Kintoki, petarung manusia pilihan Brunhilde. Tokoh lain seperti Zeus, Brunhilde, Sasaki Kojiro, dan rekan-rekan Kintoki turut hadir menyaksikan.
  • Where?
    Pertarungan berlangsung di arena utama turnamen Record of Ragnarok, tempat para dewa dan manusia bertarung demi kelangsungan umat manusia.
  • When?
    Kejadian ini terjadi pada bab 115 serial manga Record of Ragnarok yang baru dirilis. Waktu spesifik perilisan per saat ini masih belum diketahui.
  • Why?
    Pertarungan dilakukan sebagai bagian dari kompetisi antara dewa dan manusia untuk menentukan nasib umat manusia. Odin menunjukkan kekuatannya demi kemenangan pihak dewa.
  • How?
    Odin menggunakan mantera 18 Galder untuk menyerang dan bertahan dengan sihir kuat, sementara Kintoki berusaha menahan serangan bahkan dengan tangan kosong setelah melepaskan senjatanya.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Setelah flashback Odin selesai, kita akhirnya kembali ke momen utama, yaitu duel antara Odin dengan Kintoki. Di sinilah, ketua para dewa tanah Nordik ini menunjukkan kalau ia benar-benar tak bisa dianggap enteng sebagai petarung dari kubu dewa. Kintoki saja sampai harus mengakui kalau lawan yang ditaklukkan demi kelangsungan hidup umat manusia.

Apa saja yang terjadi pada cerita di Record of Ragnarok bab 115? Berikut pembahasannya!

1. Terungkapnya kemampuan mengerikan Odin, 18 Galder!

18 Galder, kemampuan nyanyian Odin (Dok. Comic Zenon/Record of Ragnarok)

Pada bab sebelumnya, Odin berhasil memberi luka berat pada Kintoki dengan serangan Gungnir yang mengenai pria tersebut. Nah di sini, Zeus dan Brunhilde mulai membicarakan apa yang menyebabkan fenomena itu bisa terjadi.

Zeus sendiri menyinggung kalau sejak awal, Odin sering melafalkan mantera-mantera yang terdengar ganjil. Brunhilde sendiri setuju karena ia sering mendengar legenda Odin dengan kemampuanya yang disebut Galder yang berarti himne terkutuk.

Kedua gagak Odin sendiri mengkonfirmasi hal tersebut. Mereka mengatakan himne Odin bisa melakukan banyak hal seperti menyembuhkan, memanggil badai, dan bahkan menghancurkan dunia. Intinya, Odin bisa melepaskan 18 efek yang berbeda-beda lewat lantunan himnenya.

Kemampuan itulah yang disebut 18 Galder.

2. Terungkap kalau Kintoki hampir mati jika tak cepat bereaksi dari serangan Gungnir

Kintoki saat hampir terkena Gungnir (Dok. Comic Zenon/Record of Ragnarok)

Di sisi lain, Hrist bersama Sasaki Kojiro tampak khawatir dengan apa yang terjadi pada Kintoki. Kemampuan Odin dianggap terlalu tinggi untuk dicapai bahkan oleh petarung pilihan Brunhilde tersebut.

Sasaki sendiri justru kagum pada Kojiro, terutama caranya menghindari tombak tersebut.

Rupanya ia sendiri tahu kalau serangan Gungnir sebelumnya adalah tusukan fatal. Sasaki sendiri sampai berkata kalau Kintoki telat sedikit saja, tombak tersebut akan membelah tubuhnya dan mengakhiri pertarungan tersebut.

Bisa menghindari Gungnir yang diperkuat dengan Galder saja sudah dianggap sangat hebat bahkan di mata Sasaki sekalipun..

3. Pertarungan yang mulai didominasi Odin di mana serangan Kintoki berhasil ditahan dengan mudah

Odin menahan tebasan kapak Kintoki dengan penghalang sihir (Dok. Comic Zenin/Record of Ragnarok)

Situasi Kintoki sendiri rupanya tak begitu bagus.

Meski berhasil menghindar, luka yang diderita Kintoki terbilang cukup dalam. Walaupun begitu, ia tak bisa menyerah dan tetap maju mengayunkan kapaknya. Namun lagi-lagi, Odin kembali melantunkan himne yang sebelumnya membuatnya bisa melempar Kintoki ke pinggir arena. Yah, teknik itu sendiri diberinam Helvida.

Untungnya, Kintoki berhasil menghindar dan mencoba mengayunkan kapaknya dari belakang. Sayangnya, Odin keburu melepaskan himne selanjutnya, Fafnir.

Begitu aktif, kita bisa melihat beberapa lingkaran sihir mengelilingi Odin dan memblokir setiap serangan Kintoki. Bahkan meski pria bertanduk itu mengayunkan senjatanya dari setiap sisi, penghalang sihir itu terus menahannya tanpa masalah.

4. Minamoto no Yoritmisu dan ketiga rekan Kintoki muncul

Rekan-rekan Kintoki (Dok. Comic Zenon/Record of Ragnarok)

Selama Kintoki masih berjuang, rupanya teman-temannya datang untuk menyaksikan pertarungannya.

Ada beberapa nama yang terkenal dalam sejarah Jepang seperti Urabe no Suetake, Watanabe no Tsuna, dan Usui Sadamitsu. Yah, mereka adalah member Empat Raja Surga bersama Sakata Kintoki. Bukan mereka saja, sang majikan, Minamoto no Yoritmisu dan kawan dekat Kintoki yang merupakan seekor beruang dari gunung Ashigarayama.

Di sini rekan-rekan Kintoki merasa kalau gaya pertarungan Kintoki tak seperti yang mereka kenal saat mereka bersama.

Dari obrolan mereka, tampaknya Kintoki sejak awal belum memakai kartu as yang selama ini jadi ciri khasnya.

5. Kintoki mencoba menghentikan serangan Odin dengan tangan kosong

Kintoki menantang Odin dengan menerima serangan selanjutnya (Dok. Comic Zenon/Record of Ragnarok)

Melihat situasi yang kian mendesak, Kintoki hanya tersenyum tipis. Ia sadar tak ada lagi waktu untuk menahan diri.

Ia pernah berkata bahwa kemustahilan adalah rasa favoritny dan di saat terpojok seperti inilah ia berniat membuktikannya.

Tanpa ragu, kapaknya dilempar begitu saja, disusul pakaian luar yang ia tanggalkan. Keputusannya tegas: ia akan menerima serangan Odin dengan tangan kosong, mengandalkan kekuatan dan keberaniannya semata.

Belum jelas apa rencananya, tetapi satu hal pasti, Kintoki bersiap membalikkan keadaan di tengah situasi yang tampak mustahil.

Itulah pembahasan duel Kintoki vs Odin di Record of Ragnarok bab 115.

Bagaimana menurut kalian?

Untuk informasi yang lebih lengkap soal anime-manga, film, game, dan gadget, yuk gabung komunitas Warga Duniaku lewat link berikut:

Discord: https://bit.ly/WargaDuniaku

Tele: https://t.me/WargaDuniaku

Editorial Team