Odin mengetahui rahasia buku Gollnir (Dok. Comic Zenon/Record of Ragnarok)
Saat akhirnya siuman, Velk mencoba kembali memeriksa kampung halamannya. Namun yang tersisa hanyalah sebuah kawah kosong—bekas amukan api dewa yang dilepaskan para Primordial Gods. Tak ada rumah, tak ada tubuh, bahkan tak ada abu. Desa itu lenyap seolah tak pernah ada.
Dari kehampaan itulah Velk berusaha menepati keinginan terakhir Feldis. Ia mengembara, menyebarkan kebenaran tentang Yggdrasil dan kisah-kisah yang telah dihapus dari sejarah. Namun tak seorang pun mempercayainya. Alih-alih didengar, Velk justru menjadi bahan cemoohan. Ia dicap gila, pembohong, bahkan kerap disiksa secara fisik karena dianggap menyebarkan ajaran sesat.
Ketika harapannya benar-benar pupus dan dunia menolak kebenaran yang ia bawa, Velk perlahan berubah. Duka dan putus asa menggerogoti jiwanya, menumbuhkan ambisi yang semakin gelap. Hingga akhirnya, ia menemukan Gram, pedang relik dewa milik Odin.
Sejak saat itu, titik kejatuhan Velk menjadi sempurna. Odin sepenuhnya mengambil alih tubuhnya dan bangkit sebagai pemimpin pantheon Nordik. Melalui ingatan Velk, dewa keji itu mempelajari banyak rahasia termasuk cara merusak Glepnir, belenggu yang seharusnya tak bisa dihancurkan.