netflix.com/Hunter x Hunter
Ini sudah dibahas beberapa kali di artikel terpisah, tetapi Hunter x Hunter memang terasa seperti karya yang sengaja memelintir banyak formula shonen.
Yoshihiro Togashi seakan bertanya: "Bagaimana jika kita membuat manga shonen yang tetap terasa sebagai shonen, tetapi tidak selalu mengikuti jalur yang biasa?"
Gon tidak langsung memiliki jurus andalan. Ia sering kali tidak cukup kuat untuk mengalahkan musuh utama suatu arc. Bahkan dunia Hunter x Hunter terasa tetap berjalan tanpa perlu keterlibatan Gon.
Kurapika bisa menjadi pusat cerita dalam satu arc. Killua bisa menjadi fokus utama di arc lain. Bahkan setelah Gon mencapai tujuan utamanya bertemu Ging, konflik besar dunia Hunter x Hunter tetap berlanjut tanpa dirinya.
Ditambah lagi, banyak konflik dalam seri ini diselesaikan melalui strategi, informasi, dan kondisi pertarungan, bukan semata-mata karena karakter tertentu memiliki kekuatan yang lebih besar.
Semua itu membuat Hunter x Hunter tetap terasa unik bahkan dibandingkan banyak manga shonen yang terbit jauh setelahnya.
Banyak judul lain di daftar ini terasa beda karena jalurnya memang sejak awal memilih jalur beda dari shonen biasa. Hunter x Hunter sekilas mengambil jalur shonen awam... lalu memelintir banyak stereotipnya.