Gojo sejak lama melihat para petinggi sebagai simbol tradisi yang menahan perubahan. Mereka sering mengambil keputusan berdasarkan kepentingan politik dan ketakutan, bukan demi melindungi manusia atau para penyihir muda.
Contohnya terlihat dari bagaimana mereka memperlakukan Yuji Itadori sebagai ancaman yang harus segera dieliminasi, meskipun Yuji berulang kali membuktikan niat baiknya. Bagi Gojo, sistem seperti ini hanya akan menciptakan siklus tragedi baru.
Selain itu, para petinggi cenderung memanfaatkan penyihir kuat sebagai alat, bukan sebagai individu yang perlu dilindungi.
Memang salah satu tujuan Gojo adalah mengubah dunia Jujutsu dari dalam, lewat petingginya, namun dulu dia paham, kalau dia menghabisi petinggi Jujutsu sejak awal maka hanya diganti oleh orang lain yang sama korupnya, jadi dia perlu rencana matang dan membentuk generasi baru yang lebih baik dengan muridnya.