Dabura mulai serius dalam pertarungan (Dok. Shueisha/Jujutsu Kaisen Modulo)
Jika Gojo memiliki Hollow Purple dan Sukuna mempunyai Divine Flame sebagai serangan pemusnah Mahoraga, Dabura tidak memiliki sesuatu yang setara pada awal pertarungan.
Ia tampaknya adalah tipe petarung yang cukup simpel, mengandalkan kecepatan serta teknik manipulasi cahayanya yang ia yakini sudah lebih dari cukup untuk menghancurkan lawan. Strategi ini mungkin efektif melawan musuh biasa, tetapi menjadi masalah besar ketika berhadapan dengan Mahoraga.
Begitu Mahoraga mulai beradaptasi, Dabura langsung kalang-kabut. Ia baru menyadari bahwa dirinya tidak memiliki persiapan khusus atau kartu pamungkas untuk menghadapi monster yang terus berevolusi terhadap serangan yang sama.
Meski demikian, situasi itu tidak berlangsung lama. Setelah Dabura menguasai kutukan pembalik, ia akhirnya memperoleh peluang untuk menciptakan serangan baru. Sesuatu yang diyakini Dabura benar-benar mampu memusnahkan Mahoraga sebelum adaptasinya berkembang lebih jauh namun saat ini masih dalam proses penciptaan.
Itulah penjelasan kenapa Dabura terkesan lebih kesulitan menghadapi Mahoraga daripada Gojo dan Sukuna.
Bagaimana pendapat kalian?
Untuk informasi yang lebih lengkap soal anime-manga, film, game, dan gadget, yuk gabung komunitas Warga Duniaku lewat link berikut:
Discord: https://bit.ly/WargaDuniaku
Tele: https://t.me/WargaDuniaku
Kenapa Dabura tak tahu soal Mahoraga? | Dabura berasal dari luar angkasa sehingga ia praktis tak punya informasi apapun soal jujutsu termasuk eksistensi Mahoraga |
Kenapa Dabura terkesan bermain-main di awal pertarungan? | Dabura ingin menguji dulu seberapa kuat Mahoraga |
Apakah Dabura sekarang punya peluang untuk menang? | Semenjak menguasai kutukan pembalik, Dabura dikatakan dalam narasi bahwa ia sekarang punya peluang untuk bisa mengalahkan Mahoraga |