Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Duniaku lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
7 Karakter Dragon Ball yang Pernah Setara dengan Son Goku!
Super Saiyan Blue Goku. (dok. Toei Animation/Dragon Ball Super)
  • Gohan, Cell, Goku Black, dan Vegeta pernah mengimbangi atau melampaui Goku pada era berbeda, melalui transformasi, peningkatan kekuatan, atau rivalitas yang konsisten.

  • Broly melampaui Goku dan Vegeta secara individu dalam film Dragon Ball Super: Broly, hingga keduanya membutuhkan Gogeta Super Saiyan Blue untuk mendominasinya.

  • Granolah sempat menekan Ultra Instinct Goku setelah mengorbankan umurnya, sedangkan Black Frieza menjatuhkan Goku dan Vegeta dari transformasi terkuat mereka.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Karakter yang pernah setara dengan Son Goku dalam dunia Dragon Ball ternyata cukup banyak. Padahal, Goku dikenal sebagai petarung yang hampir selalu menemukan cara untuk mengalahkan musuhnya, baik melalui latihan keras maupun transformasi baru.

Namun, bukan berarti Goku selalu menjadi petarung terkuat dalam setiap era cerita. Sejak Dragon Ball Z hingga Dragon Ball Super, ia pernah menghadapi sejumlah karakter yang mampu mengimbangi kecepatannya, menahan serangannya, bahkan membuatnya tidak berdaya.

Menariknya, karakter yang mampu menyamai kekuatan Goku tidak selalu berasal dari kelompok antagonis. Gohan dan Vegeta juga pernah memperlihatkan kemampuan yang sebanding dengan Goku, sementara karakter seperti Granolah dan Frieza justru berhasil melampauinya pada momen tertentu.

Nah, ada siapa saja selengkapnya? Berikut 7 karakter yang pernah setara atau bahkan lebih kuat daripada Son Goku!

7. Son Gohan

Son Gohan Beast di DBS: Super Hero. (dok. Toei Animation/Dragon Ball Super: Super Hero)

Potensi Gohan sebenarnya sudah diperlihatkan sejak dia kecil, salah satu momen paling ikonik terjadi dalam Cell Games Saga.

Saat itu, Goku menyadari bahwa kekuatannya sendiri tidak cukup untuk mengalahkan Perfect Cell. Dia kemudian menyerahkan pertarungan kepada Gohan karena percaya bahwa putranya mempunyai kekuatan tersembunyi yang jauh lebih besar.

Keputusan tersebut akhirnya terbukti ketika Gohan membangkitkan Super Saiyan 2 setelah kematian Android 16.

Dengan transformasi tersebut, Gohan mampu mendominasi Perfect Cell yang sebelumnya membuat Goku kewalahan.

Namun, pencapaian Gohan tidak berhenti di era Dragon Ball Z.

Dalam Dragon Ball Super: Super Hero, Gohan kembali mengalami peningkatan kekuatan luar biasa setelah membangkitkan Beast Form ketika menghadapi Cell Max.

Pasca kejadian, transformasi tersebut kemudian menarik perhatian Goku yang ingin menguji kekuatan terbaru putranya.

Dalam manga Dragon Ball Super bab 103, Gohan Beast akhirnya berhadapan langsung dengan Goku yang menggunakan Ultra Instinct.

Pertarungan mereka berlangsung sengit. Bahkan, Gohan mampu meningkatkan kekuatannya dan memberikan tekanan terhadap Goku yang terkenal mempunyai kemampuan menghindar secara otomatis.

Meski pertarungan tersebut tidak menghasilkan pemenang mutlak, momen ini menjadi bukti bahwa kekuatan Gohan sudah kembali mencapai level yang mampu bersaing dengan ayahnya.

Yang membuatnya menarik, Gohan tidak menjalani kehidupan sebagai petarung penuh waktu seperti Goku.

Dia justru lebih banyak menghabiskan waktu sebagai akademisi dan mengurus keluarganya.

Jadi, meski tidak mempunyai obsesi bertarung sebesar Goku, Gohan tetap menyimpan potensi yang mampu menghasilkan peningkatan kekuatan luar biasa ketika dibutuhkan.

6. Super Perfect Cell

Super Perfect Cell (dok. Toei Animation/Dragon Ball Z)

Sebelum kemunculan Majin Buu dan para dewa dalam Dragon Ball Super, Cell merupakan salah satu musuh paling mengerikan yang pernah dihadapi Goku.

Sebagai makhluk buatan Dr. Gero, Cell memiliki materi genetik dari sejumlah petarung kuat, termasuk Goku, Vegeta, Piccolo, dan Frieza.

Kombinasi tersebut membuatnya mempunyai kemampuan bertarung yang sangat berbahaya. Ia bahkan mampu menggunakan teknik seperti Kamehameha, regenerasi tubuh, serta berbagai serangan energi.

Namun, titik perkembangan terbesar Cell terjadi setelah dia berhasil menyerap Android 17 dan Android 18 hingga mencapai Perfect Form.

Dalam Cell Games, Goku sempat memberikan perlawanan sengit menggunakan Super Saiyan. Keduanya saling adu pukul dan serangan energi dengan kecepatan luar biasa.

Namun, setelah menyadari bahwa dirinya tidak mempunyai cukup kekuatan untuk menang, Goku justru memilih menyerah dan menyerahkan pertarungan kepada Gohan.

Menariknya, Cell kemudian mengalami peningkatan kekuatan lain setelah tubuhnya hancur akibat usaha meledakkan diri.

Berkat kemampuan regenerasi, Cell berhasil kembali ke Bumi dalam wujud Super Perfect Cell dengan kekuatan yang lebih besar daripada sebelumnya.

Dia bahkan memperoleh peningkatan kekuatan menyerupai efek kebangkitan Saiyan setelah hampir mati.

Dalam kondisi tersebut, Cell mampu menggunakan Instant Transmission serta menghasilkan Super Kamehameha yang diklaim memiliki kekuatan untuk menghancurkan tata surya.

Namun, Super Perfect Cell akhirnya dikalahkan oleh Gohan Super Saiyan 2 melalui benturan Kamehameha yang terkenal sebagai Father-Son Kamehameha.

Meski kalah, Cell sudah membuktikan bahwa kekuatannya melampaui Goku pada masa Cell Games.

Perlu diingat, hal ini berlaku untuk Goku sebelum Majin Buu Saga.

Jika dibandingkan dengan Goku yang telah mencapai Ultra Instinct, kekuatan Super Perfect Cell tentu berada pada tingkatan yang jauh berbeda.

5. Goku Black

Goku Black (dok. Toei Animation/Dragon Ball Super)

Bagaimana jika Son Goku harus menghadapi seseorang yang mempunyai tubuh dan potensi kekuatan yang sama dengan dirinya, tetapi menggunakan kemampuan tersebut untuk menghancurkan kehidupan manusia?

Itulah ancaman yang dihadirkan Goku Black dalam Future Trunks Arc di Dragon Ball Super.

Meski mempunyai penampilan identik dengan Goku, Goku Black sebenarnya merupakan Zamasu, seorang calon Supreme Kai dari Universe 10 yang mencuri tubuh Goku menggunakan Super Dragon Balls.

Setelah mendapatkan tubuh Saiyan tersebut, Zamasu kemudian memanfaatkannya untuk menjalankan Zero Mortals Plan, yaitu rencana memusnahkan seluruh kehidupan fana.

Namun, kekuatan Goku Black ternyata terus berkembang sepanjang pertarungannya.

Setiap kali menghadapi Goku atau Vegeta, dia semakin memahami potensi tubuh Saiyan yang telah dicurinya.

Puncaknya terjadi ketika Goku Black membangkitkan Super Saiyan Rosé, transformasi yang mempunyai aura serta rambut berwarna pink.

Dalam wujud tersebut, Goku Black mampu memberikan tekanan besar kepada Goku dan Vegeta yang sudah menggunakan Super Saiyan Blue.

Bahkan, pada beberapa kesempatan, serangan Goku Black cukup kuat untuk membuat keduanya kesulitan memberikan perlawanan.

Yang membuatnya semakin berbahaya adalah kemampuan menciptakan senjata dari energi, seperti bilah Ki yang digunakannya dalam pertarungan jarak dekat.

Dalam versi anime, dia juga memperlihatkan teknik yang menghasilkan sabit energi dan menciptakan celah ruang yang berkaitan dengan kemunculan duplikat dirinya.

Namun, perlu diingat bahwa Goku Black tidak selamanya lebih kuat daripada Goku dan Vegeta.

Setelah keduanya kembali berlatih dan memahami kemampuan lawannya, mereka mulai menemukan cara untuk memberikan perlawanan yang jauh lebih efektif.

Karena itulah, Goku Black tanpa fusion menjadi contoh karakter yang pernah mencapai tingkat kekuatan sebanding dengan Goku pada era Future Trunks Arc, bukan sosok yang selalu berada di atas Goku sepanjang cerita. Karena di saat itu pula, Goku juga belum membangkitkan form terkuatnya, yaitu Ultra Instinct.

4. Vegeta

Vegeta Super Saiyan Blue (dok. Toei Animation/Dragon Ball Super)

Kalau membicarakan rival yang paling sering menyamai kekuatan Son Goku, rasanya sulit mencari nama yang lebih tepat daripada Vegeta.

Sejak pertama kali datang ke Bumi dalam Saiyan Saga, Vegeta sebenarnya sudah mempunyai kekuatan dasar yang lebih tinggi daripada Goku.

Bahkan, Goku harus menggunakan Kaio-ken untuk meningkatkan kekuatannya ketika menghadapi sang Pangeran Saiyan.

Namun, hubungan persaingan mereka menjadi semakin menarik sepanjang perkembangan Dragon Ball Z.

Salah satu momen paling ikonik terjadi dalam Majin Buu Saga, ketika Vegeta menerima kekuatan dari Babidi dan berubah menjadi Majin Vegeta.

Dengan kekuatan tersebut, dia mampu bertarung seimbang melawan Goku yang menggunakan Super Saiyan 2.

Meski begitu, ada satu fakta yang membuat hasil pertarungan tersebut tidak bisa dijadikan bukti bahwa keduanya mempunyai batas kekuatan yang sama.

Goku sebenarnya sudah menguasai Super Saiyan 3, tetapi sengaja tidak menggunakan transformasi tersebut ketika menghadapi Vegeta.

Menariknya, persaingan mereka kembali mencapai tingkat berbeda dalam Dragon Ball Super.

Goku memilih mendalami Ultra Instinct melalui latihan bersama Whis, sedangkan Vegeta mengembangkan Ultra Ego setelah mempelajari kekuatan Destruction bersama Beerus.

Kedua transformasi tersebut mempunyai prinsip yang berbeda.

Ultra Instinct mengutamakan gerakan tubuh secara otomatis tanpa perlu berpikir, sementara Ultra Ego memanfaatkan naluri bertarung dan kekuatan penghancur yang menjadi ciri khas seorang God of Destruction.

Perbedaan itulah yang membuat Goku dan Vegeta tidak lagi sekadar mengejar transformasi yang sama.

Bahkan, dalam manga Dragon Ball Super bab 93, Vegeta berhasil memenangkan pertarungan latihan melawan Goku dalam kondisi dasar di Planet Beerus.

Meski kemenangan tersebut tidak membuktikan bahwa Ultra Ego lebih kuat daripada Ultra Instinct, pencapaiannya menunjukkan bahwa Vegeta tetap mampu bersaing dengan Goku.

Karena itu, Vegeta menjadi salah satu karakter yang paling konsisten mempertahankan persaingan kekuatan dengan Son Goku dari masa ke masa.

3. Broly

Broly (dok. Toei Animation/Dragon Ball Super: Broly)

Jika Vegeta membutuhkan latihan bertahun-tahun untuk menyamai perkembangan Goku, Broly justru mempunyai potensi kekuatan yang berkembang secara luar biasa cepat ketika bertarung.

Karakter ini kembali diperkenalkan melalui film Dragon Ball Super: Broly dengan latar belakang berbeda dari versi film lama Dragon Ball Z.

Sebagai Saiyan yang tumbuh di Planet Vampa, Broly sebenarnya tidak mempunyai pengalaman bertarung melawan petarung sekelas Goku dan Vegeta.

Namun, semuanya berubah ketika Frieza membawanya ke Bumi dan mempertemukannya dengan kedua Saiyan tersebut.

Pada awal pertarungan, Broly masih kesulitan memahami gaya bertarung Vegeta.

Namun, semakin lama pertempuran berlangsung, dia justru mampu menyesuaikan gerakan dan meningkatkan kekuatannya dengan sangat cepat.

Bahkan, Broly mampu memanfaatkan kekuatan Great Ape tanpa harus berubah menjadi kera raksasa, yang kemudian membuatnya sanggup menghadapi Goku dan Vegeta dalam wujud Super Saiyan God.

Peningkatan kekuatannya semakin mengerikan setelah dia membangkitkan Super Saiyan akibat kematian Paragus.

Dalam kondisi tersebut, Broly mampu menahan serangan gabungan Goku dan Vegeta yang sudah menggunakan Super Saiyan Blue.

Pada akhirnya, Goku dan Vegeta menyadari bahwa mereka tidak mampu mengalahkan Broly melalui kekuatan masing-masing.

Karena itulah, keduanya memutuskan untuk menggunakan Fusion Dance dan berubah menjadi Gogeta.

Bahkan, Gogeta masih harus meningkatkan kekuatannya hingga Super Saiyan Blue sebelum akhirnya mampu mendominasi Broly dalam wujud Full Power Super Saiyan.

Pencapaian tersebut membuktikan bahwa Broly bukan sekadar setara dengan Goku. Pada masa pertarungan dalam film tersebut, kekuatannya sudah melampaui kemampuan Goku dan Vegeta secara individu.

Namun, kelemahan terbesar Broly adalah ketidakmampuannya mengendalikan emosi dan kekuatan yang terus meningkat.

Karena itu, perkembangan terbarunya dalam manga Dragon Ball Super berfokus pada latihan bersama Goku dan Vegeta untuk membantunya bertarung tanpa kehilangan kendali.

Bayangkan jika Broly akhirnya mampu menggunakan seluruh potensinya dengan pikiran tenang seperti Goku. Seberapa besar kekuatan yang bisa dia capai?

2. Granolah

Granolah powered up. (mangaplus.shueisha.co.jp/Dragon Ball Super)

Berbeda dari Broly yang mempunyai potensi kekuatan alami luar biasa, Granolah memperoleh peningkatan kekuatannya melalui jalan pintas dan jauh lebih berisiko.

Granolah merupakan penyintas bangsa Cerealian yang menyimpan dendam terhadap Frieza dan bangsa Saiyan setelah kehancuran Planet Cereal.

Karena ingin membalas dendam, dia kemudian mengumpulkan Dragon Balls milik Planet Cereal dan meminta Toronbo menjadikannya petarung terkuat di alam semesta.

Namun, permintaan tersebut mempunyai konsekuensi besar.

Untuk mendapatkan kekuatan luar biasa dalam waktu singkat, Granolah harus mengorbankan hampir seluruh sisa umurnya.

Meski begitu, hasilnya benar-benar mengerikan.

Granolah mampu mengimbangi dan bahkan menekan Goku yang sudah menggunakan berbagai transformasi Super Saiyan.

Salah satu keunggulan utamanya adalah kemampuan mata Cerealian yang membuatnya dapat mengidentifikasi titik lemah tubuh lawan secara sangat akurat.

Bahkan, Granolah mampu memanfaatkan kemampuan tersebut untuk memberikan serangan presisi yang mengganggu efektivitas Ultra Instinct Goku.

Menariknya, Goku sempat berhasil mengungguli Granolah menggunakan Ultra Instinct yang telah ditingkatkan.

Namun, kemudian terungkap bahwa lawan yang dihadapinya hanyalah duplikat Granolah yang menggunakan sebagian kekuatan aslinya.

Setelah Granolah memperlihatkan kemampuan sesungguhnya, Goku kembali dibuat kewalahan.

Tidak hanya Goku, Vegeta yang membangkitkan Ultra Ego pun harus menghadapi pertarungan yang sangat berbahaya melawan Granolah.

Namun, keunggulan Granolah tidak berlangsung selamanya.

Kekuatan dan kemampuannya terus berubah selama konflik, sementara Gas kemudian memperoleh peningkatan kekuatan yang lebih tinggi melalui Dragon Balls.

Meski begitu, pencapaian Granolah tetap membuktikan bahwa Goku dengan Ultra Instinct pun belum tentu mampu mengalahkan semua musuh hanya melalui transformasi tersebut.

Karena itu, Granolah pantas berada di posisi kedua sebagai salah satu karakter yang benar-benar sempat melampaui kekuatan Goku dalam Dragon Ball Super.

1. Frieza

Golden Frieza (dok. Toei Animation/Dragon Ball Super)

Di posisi pertama ada Frieza, salah satu musuh bebuyutan dalam sejarah Dragon Ball yang berkali-kali berhasil mengejar perkembangan kekuatan Son Goku.

Sejak Namek Saga, Frieza sebenarnya sudah menjadi ancaman luar biasa bagi Goku dan para Z Fighter.

Bahkan, Goku harus membangkitkan Super Saiyan untuk pertama kalinya agar mampu mengalahkan Frieza dalam pertarungan di Planet Namek.

Namun, siapa sangka perkembangan Frieza ternyata belum berhenti di sana?

Setelah dibangkitkan kembali dalam Dragon Ball Z: Resurrection 'F', Frieza mulai melakukan latihan serius dan memperoleh transformasi baru bernama Golden Frieza.

Dalam bentuk tersebut, dia mampu bertarung menghadapi Goku yang sudah menggunakan Super Saiyan Blue.

Bahkan, pada awal pertarungan, Golden Frieza berhasil memberikan tekanan besar kepada Goku.

Sayangnya, transformasi tersebut belum dikuasai secara sempurna.

Frieza terlalu banyak menghabiskan energi sehingga kekuatannya terus menurun selama pertempuran berlangsung.

Namun, perkembangan paling mengerikan terjadi dalam Granolah the Survivor Saga di manga Dragon Ball Super.

Saat itu, Frieza kembali muncul setelah menjalani latihan selama 10 tahun di dalam dimensi dengan aliran waktu berbeda.

Hasil latihan tersebut memberinya transformasi baru yang disebut Black Frieza.

Menariknya, Black Frieza langsung memperlihatkan perbedaan kekuatan yang sangat jauh dibandingkan petarung lain.

Dia mampu menghabisi Gas, yang sebelumnya menjadi ancaman besar bagi Goku, Vegeta, dan Granolah.

Belum selesai sampai di situ, Frieza kemudian menghadapi Goku yang menggunakan Ultra Instinct dan Vegeta dalam wujud Ultra Ego.

Namun, pertarungan tersebut bahkan tidak berlangsung lama!

Dengan satu serangan kepada masing-masing lawan, Black Frieza berhasil membuat Goku dan Vegeta tidak berdaya sekaligus menjatuhkan mereka dari transformasi terkuatnya.

Bayangkan, dua Saiyan yang telah berlatih bersama Whis dan Beerus ternyata masih tidak mampu memberikan perlawanan berarti terhadap transformasi terbaru Frieza.

Yang membuatnya semakin mengerikan, Frieza tidak menunjukkan seluruh kemampuan Black Form dalam pertarungan panjang.

Dia hanya memperlihatkan sebagian kekuatannya sebelum meninggalkan Goku dan Vegeta.

Karena itulah, Black Frieza pantas menempati posisi pertama dalam daftar ini.

Bukan hanya pernah setara dengan Son Goku, Frieza kini telah membuktikan bahwa dia mampu melampaui Ultra Instinct dan Ultra Ego secara bersamaan pada akhir Granolah Arc.

Namun, perkembangan cerita berikutnya masih diperlukan untuk mengetahui seberapa jauh Goku dapat mengejar kekuatan Black Frieza melalui latihan terbarunya.

Nah, dari ketujuh karakter tadi, menurutmu siapa yang paling berbahaya untuk dihadapi Goku?

Untuk informasi yang lebih lengkap soal anime dan manga, film, game, serta gadget, yuk gabung komunitas Warga Duniaku lewat link berikut:

Discord: https://bit.ly/WargaDuniaku

Tele: https://t.me/WargaDuniaku

WA Channel: https://bit.ly/WAChannelDuniaku

Curated For You

Editorial Team

Related Article