Gyro dan Johnny terkena tembakan duri kaktus (Dok. Netflix/Steel Ball Run)
Seperti yang sudah diketahui, babak kedua Steel Ball Run bakal jauh lebih berat dibandingkan sebelumnya. Kali ini, jarak yang harus ditempuh para peserta bertambah menjadi sekitar 750 mil.
Artinya, perlombaan ini bukan lagi sekadar soal siapa yang mampu memacu kudanya paling cepat. Peserta yang gagal mengatur persediaan air bukan hanya berisiko tersingkir dari perlombaan, tetapi juga bisa kehilangan nyawa bersama kudanya.
Namun, di tengah kondisi seperti itu, Gyro dan Johnny justru mengambil keputusan yang terbilang gila. Bukannya mencari sumber air terdekat seperti peserta lainnya, keduanya memilih memotong jalur dengan menerobos langsung kawasan gurun Arizona.
Keputusan tersebut memang berpotensi menghemat jarak tempuh, tetapi ternyata membawa mereka ke masalah baru.
Di tengah perjalanan, Gyro dan Johnny tiba-tiba diserang oleh sesuatu yang tidak mereka duga, duri-duri kaktus yang melesat ke arah mereka seperti peluru. Rupanya, mereka telah memasuki wilayah yang dipenuhi kaktus cholla, spesies unik yang dapat melepaskan durinya ketika merasakan getaran di sekitarnya.
Meski begitu, ada sesuatu yang terasa janggal dari serangan tersebut. Secara normal, duri kaktus cholla baru akan terlepas ketika manusia berada cukup dekat dengan tumbuhan tersebut. Namun, dalam kasus Gyro dan Johnny, duri-duri itu sudah melesat ke arah mereka ketika jaraknya masih terbilang jauh.