Naoya lumpuh oleh racun Choso (Dok. Mappa/Jujutsu Kaisen S3)
Meski dikenal memiliki kemampuan yang sangat hebat, Projection Sorcery tetap menyimpan sejumlah risiko bagi penggunanya. Jalur gerakan harus ditentukan sejak awal dan tidak dapat diubah di tengah eksekusi. Karena itu, lawan dengan kemampuan membaca atau memprediksi masa depan masih memiliki peluang untuk mengantisipasi dan menjegal pergerakan pengguna.
Selain itu, pengguna juga dapat ikut membeku jika lintasan gerakannya terlalu mengabaikan hukum fisika. Perlu diingat bahwa tubuh pengguna yang masih manusia memiliki batasan alami, sehingga tidak bisa sepenuhnya memaksakan potensi maksimal teknik ini tanpa konsekuensi.
Dari keterbatasan tersebut, muncul beberapa cara efektif untuk melawan pengguna Projection Sorcery. Cara pertama adalah melampaui aturan 24 FPS dengan kecepatan murni, seperti yang dilakukan Maki setelah kebangkitannya saat melawan Naoya di kediaman Zenin. Pengguna Limitless sekelas Gojo Satoru juga dapat dengan mudah mengatasi Projection Sorcery berkat perbedaan level kecepatan yang sangat jauh.
Cara kedua adalah menggunakan taktik jebakan. Choso, misalnya, mampu melihat pergerakan Naoya dengan mengonsentrasikan darah ke matanya, lalu merancang serangan Supernova. Karena Naoya terlalu fokus pada serangan langsung, ia justru terjebak dan terkena serangan ledakan darah tersebut. Selain itu, serangan tersembunyi seperti efek racun yang tidak langsung disadari juga sangat efektif untuk melumpuhkan pengguna Projection Sorcery, seperti yang terjadi saat Naoya terpapar darah beracun milik Choso.
Itulah daftar fakta menarik Projection Sorcery milik Naoya dan Naobito.
Bagaimana pendapat kalian?
Untuk informasi yang lebih lengkap soal anime-manga, film, game, dan gadget, yuk gabung komunitas Warga Duniaku lewat link berikut:
Discord: https://bit.ly/WargaDuniaku
Tele: https://t.me/WargaDuniaku