Maki Zenin (dok. MAPPA/ Jujutsu Kaisen The Culling Game Part 1)
Koloni Sakurajima jadi salah satu area dengan pertarungan unik di Culling Game. Di sini, kekuatan fisik dan teknik bertarung jadi sorotan utama dibandingkan sekadar teknik kutukan biasa.
Maki Zenin : Mencapai kondisi “manusia utuh” tanpa energi kutukan, membuatnya jadi petarung fisik murni dengan kemampuan di atas manusia. Ia bahkan mampu mengalahkan Naoya dalam wujud roh kutukan.
Noritoshi Kamo : Bertarung bersama Maki dan rela menahan serangan Naoya demi memberi waktu bagi Maki untuk beradaptasi.
Naoya Zenin : Muncul kembali sebagai roh kutukan yang sangat cepat dan arogan. Ia meremehkan Maki, tapi akhirnya kalah setelah perkembangan kekuatan Maki.
Hagane Daido : Pendekar pedang tanpa energi kutukan, tapi punya kemampuan luar biasa hingga bisa melukai roh kutukan hanya dengan teknik pedang.
Rokujushi Miyo : Petarung sumo yang membantu Maki berkembang lewat pertarungan di arena khusus, membuatnya memahami ritme bertarung dengan lebih baik.
Itu dia daftar karakter di tiap koloni dalam Culling Game di Jujutsu Kaisen. Dari semua koloni ini, mana yang menurut kamu paling menarik?
Untuk informasi yang lebih lengkap soal anime-manga, film, game, dan gadget, yuk gabung komunitas Warga Duniaku lewat link berikut:
Discord: https://bit.ly/WargaDuniaku
Tele: https://t.me/WargaDuniaku
Apa itu Culling Game di Jujutsu Kaisen? | Culling Game adalah permainan mematikan yang dibuat oleh Kenjaku, di mana para penyihir harus bertarung dan mengumpulkan poin di dalam koloni yang tersebar di Jepang. |
Siapa yang menciptakan Culling Game? | Culling Game dirancang oleh Kenjaku sebagai bagian dari rencananya untuk mengembangkan manusia melalui energi kutukan. |
Bagaimana cara pemain mendapatkan poin di Culling Game? | Poin didapatkan dengan mengalahkan atau membunuh pemain lain. Setiap pemain memiliki nilai poin yang berbeda tergantung kekuatannya. |
Kenapa Culling Game penting dalam cerita Jujutsu Kaisen? | Arc ini jadi titik penting karena mempertemukan banyak karakter kuat sekaligus mendorong perkembangan cerita ke arah konflik yang lebih besar. |