Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Duniaku lainnya di IDN App
Bagaimana Masa Depan Dragon Ball tanpa Akira Toriyama?
Dragon Ball Super (dok. Toei Animation/ Dragon Ball Super)

  • Akira Toriyama meninggal pada Maret 2024, meninggalkan warisan besar di dunia manga dan anime.

  • Toyotarou menjadi penerus resmi dalam menggambar manga Dragon Ball Super dengan pengawasan langsung dari Toriyama.

  • Toriyama percaya bahwa Toyotarou mampu melanjutkan warisan Dragon Ball dengan bakat luar biasanya.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Mangaka legendaris di balik seri Dragon Ball, yakni Akira Toriyama, tutup usia pada Maret 2024 lalu. Kabar tersebut tentu saja menimbulkan duka mendalam bagi para penggemar, terutama mereka yang telah tumbuh bersama Goku dan karakter ikonik lainnya.

Namun, perlahan orang-orang pun mulai cemas hingga muncul pertanyaan yang memicu perdebatan, bagaimana masa depan Dragon Ball tanpa Akira Toriyama? Dengan kehadiran Toyotarou, fans sebenarnya tak perlu terlalu pesimis. Apalagi sebelumnya ia pernah bekerja di bawah pengawasan Toriyama langsung. Artinya, akan ada upaya untuk melestarikan nilai-nilai khas dari sang legenda. Yuk, simak situasinya berikut!

1. Warisan Toriyama sulit digantikan

Dragon Ball (dok. Toei Animation/ Dragon Ball)

Kekhawatiran para penggemar adalah hal lumrah. Bagaimana tidak, Akira Toriyama telah dikenal sebagai figur legendaris yang memiliki pengaruh besar terhadap perkembangan budaya pop di Jepang maupun secara global.

Toriyama dan mahakaryanya yang mendunia bahkan mampu menginspirasi banyak seniman manga besar di luar sana. Beberapa contohnya ialah Eiichiro Oda (One Piece), Masashi Kishimoto (Naruto), Tite Kubo (Bleach), hingga Hiro Mashima (Fairy Tail).

Dragon Ball, sebagai karya terbaik sang legenda, telah melahirkan beberapa spin-off serta film, video game, serta acara TV. Semua versi adaptasi tercatat mempunyai popularitas tinggi dan didistribusikan di lebih dari 80 negara.

Penayangan serial anime Dragon Ball pada akhir tahun 80-an sekaligus menandai awal melejitnya minat terhadap anime dan manga, sama halnya seperti ketujuh bola Naga yang tersebar di seluruh dunia. Alur sederhana, tapi mendalam disertai adegan pertempuran dinamis menjadi nilai jual pemikat hati penggemar.

2. Peran Toyotarou sebagai penerus di manga Dragon Ball Super

Dragon Ball Super (dok. Toei Animation/ Dragon Ball Super)

Dragon Ball Super adalah sekuel resmi melibatkan Toyotarou sebagai ilustratornya. Pada manga ini, Toriyama berperan dalam menulis garis besar plot utamanya. Toyotarou akan membuat ilustrasi sekaligus menambahkan detail-detail cerita.

Jadi, peran Toyotarou tak terbatas pada menggambar. Dia turut membuat dialog serta memperluas, menambahkan, atau mengubah elemen tertentu dari rencana Toriyama yang dianggap kurang tepat.

Seluruh kinerja Toyotarou tentunya diawasi langsung oleh sang mangaka. Bahkan, Toriyama sendiri percaya bahwa kebebasan Toyotarou tersebutlah yang membuat hasil manga menjadi lebih baik.

Sampai akhirnya, Toyotarou mulai bekerja sendiri saat menciptakan Galactic Patrol Prisoner Saga atau dikenal pula sebagai Moro Saga. Hal itu dikonfirmasi langsung olehnya pada Japan Expo 2025.

Namun, Toyotarou tetap mengirimkan draf skenario tulisannya kepada Toriyama terlebih dahulu. Jadi, akan ada instruksi koreksi pada konsep yang telah dibuat sebelum akhirnya skenario tersebut disetujui.

3. Dragon Ball berada di tangan yang tepat bersama Toyotarou

Granolah the Survivor Saga (dok. Shueisha/Dragon Ball Super)

Perlahan, waralaba Dragon Ball berkembang menjadi entitas yang digerakkan oleh IP. Namun, Toriyama tetap berperan sebagai jantung dan jiwa dari semesta tempat Goku dan karakter lain berada.

Toriyama sendiri mempunyai penilaian yang sangat positif terhadap penerusnya tersebut. Menurutnya, Toyotarou selalu akurat dalam menggambar. Dengan begitu, jika animator anime menggunakan karya Toyotarou sebagai referensi, dipastikan bahwa hasilnya akan memuaskan.

Toyotarou telah membuktikan bahwa dirinya mampu melanjutkan warisan Akira Toriyama. Bakat luar biasanya telah diperlihatkan lewat Saga Moro, Saga Granolah, serta perannya dalam mengembangkan Dragon Ball Super: Super Hero.

Dengan begitu, penggemar setia Dragon Ball mestinya tak perlu cemas akan masa depan franchise ini. Selama Toyotaro ada, maka seri Dragon Ball Super bisa terus terarah sehingga dapat memberikan kesimpulan cerita hebat yang telah dinantikan selama satu dekade lamanya.

Lewat karya yang telah Toyotarou hasilkan dengan bakat luar biasanya, kita seharusnya tak perlu mengkhawatirkan bagaimana masa depan Dragon Ball tanpa Akira Toriyama. Apalagi mangaka legendaris itu pun sudah mengakui sendiri keterampilan penerusnya tersebut. Bagaimana menurutmu?

Untuk informasi yang lebih lengkap soal anime-manga, film, game, dan gadget, yuk gabung komunitas Warga Duniaku lewat link berikut:

Discord: https://bit.ly/WargaDuniaku

Tele: https://t.me/WargaDuniaku

FAQ seputar bagaimana masa depan Dragon Ball tanpa Akira Toriyama

Apakah Dragon Ball akan berhenti setelah Akira Toriyama wafat?

Tidak. Waralaba Dragon Ball kemungkinan besar akan tetap berlanjut. Hak cipta dan pengelolaan seri ini berada di tangan Shueisha, Toei Animation, dan pihak-pihak terkait lainnya.

Siapa yang akan melanjutkan cerita Dragon Ball?

Untuk manga, saat ini dilanjutkan oleh Toyotarou, yang sebelumnya bekerja langsung di bawah supervisi Toriyama dalam Dragon Ball Super.

Bagaimana nasib anime Dragon Ball?

Anime seperti Dragon Ball Super masih memiliki banyak materi untuk diadaptasi dari manga. Selain itu, kesuksesan film Dragon Ball Super juga menunjukkan masih tingginya minat pasar.

Apakah kualitasnya akan menurun?

Belum tentu. Banyak franchise besar tetap sukses setelah kreator utamanya tidak lagi terlibat penuh. Toyotarou dan tim produksi akan berusaha menjaga agar "roh" Dragon Ball terus hidup.

Editorial Team