Rent-a-Girlfriend (dok. TMS Entertainment)
Industri anime sudah jauh berkembang pesat, termasuk dalam hal ide atau gagasan dalam karyanya. Begitu pula dengan anime harem yang kini menyuguhkan lebih banyak variasi konten sehingga membuatnya berbeda dengan harem klasik.
Meski begitu, ciri khas atau pola utama tetap dipertahankan. Berikut ini karakteristik anime harem yang mungkin perlu kamu tahu:
Wajar rasanya jika sosok populer menjadi perhatian publik dan dikelilingi oleh banyak orang, terutama lawan jenis. Namun, anime harem justru menempatkan MC-nya sebagai orang biasa tanpa penggambaran karakter yang detail. Intinya, ia adalah pribadi baik hati yang cukup pasif dalam bersosialisasi. Hal ini ditujukan agar penonton dapat menempatkan diri mereka di posisi MC tersebut.
Ciri-ciri anime harem selanjutnya yang paling umum ialah karakter perempuan menawan. Selain cantik, mereka juga sangat populer di lingkungan sekitarnya. Oleh karena itu, kedekatan MC dengan perempuan-perempuan itu sering kali mengundang kecemburuan bagi karakter laki-laki sampingan.
Karakter-karakter inti di anime harem memiliki kepribadian beragam dan bahkan sering tak cocok satu sama lain. Alhasil, bentrok antarkarakter sudah menjadi hal umum, terutama di antara karakter perempuan.
Salah satu hal paling menyebalkan dari anime harem yaitu ending ceritanya yang terkadang gantung. Apalagi, konflik utamanya biasanya bersumber dari ketidakmampuan si MC dalam menentukan siapa karakter perempuan pilihannya. Jadi, ia cenderung akan menghindar dan tak menanggapi perasaan perempuan-perempuan tersebut.
Anime harem biasanya tak secara eksplisit mencantumkan rating dewasa pada informasi judulnya. Namun, konten yang dihadirkan sering kali tak cocok untuk penonton di bawah 17 tahun, terutama karena banyaknya fanservice. Itulah mengapa tak jarang anime ini juga dilabeli sebagai anime ecchi.