ilustrasi cara kerja chatbot (dok. Pexels/ Google DeepMind)
Chatbot hadir sebagai solusi praktis yang mampu menghadirkan interaksi secara otomatis. Mekanismenya sendiri memanfaatkan teknologi berupa pemrosesan bahasa alami yang memungkinkan chatbot mengurai kalimat dan memahami maksud pengguna sebelum akhirnya menyusun jawaban yang sesuai. Nah, berikut merupakan tiga jenis chatbot yang perlu kamu tahu agar lebih mudah dalam memahami cara kerjanya.
Pattern Matching atau penyesuaian pola adalah cara kerja chatbot yang didasarkan pada kata kunci yang dimasukkan oleh pengguna. Dalam hal ini, chatbot akan memberikan respons sesuai dengan keywords tersebut. Ini merupakan bentuk paling sederhana dan umumnya punya kekurangan. Pasalnya, chatbot berpotensi gagal menanggapi dengan tepat jika pertanyaan tak sesuai dengan kata kunci yang dikenalinya.
Saat menggunakan fitur Q&A pada sebuah aplikasi atau hendak menghubungi layanan lewat WhatsApp, kamu mungkin sering menerima beberapa opsi pertanyaan yang ditampilkan otomatis. Nah, itulah yang dimaksud dengan Decision Tree-Based. Mekanisme ini memudahkan pengguna dalam mengajukan pertanyaan-pertanyaan umum. Namun, tetap ada opsi untuk menghubungi call center apabila keluhanmu tak terjawab.
Dalam versi lebih canggih, chatbot mampu memberikan tanggapan dengan bahasa natural. Cara kerja Contextual ini memanfaatkan sistem AI bernama machine learning. Tentu saja, diperlukan perencanaan strategis dari developer jika ingin memprogram chatbot yang lebih cerdas dan bisa merespons semua permintaan pengguna.