TUTUP

Demi Berantas Hoaks Berantai, Forward di WhatsApp Dibatasi 1 Kali

Berhasil tekan pesan berantai hingga 70%

Maraknya penyebaran informasi hoaks, apalagi di masa-masa pandemi seperti sekarang ini, sangat memprihatinkan. Aplikasi messenger seperti WhatsApp menjadi sumber dari penyebaran hoaks yang tidak bertanggung jawab.

Pihak WhatsApp sendiri telah melakukan berbagai upaya untuk membendung arus pesan hoaks yang sebagian besar berasal dari fitur forwarding. Karenanya, WhatsApp kini membatasi forwarding pesan hingga 1 kali saja.

1. Pertama kali diuji di India

asia.nikkei.com

Pembatasan forwarding WhatsApp ini pertama kali diuji cobakan di India pada tahun 2018. Pesan yang di-forward awalnya dibatasi menjadi 5 kali saja. Aturan ini kemudian diterapkan secara global.

Selama masa uji coba, pembatasan forwarding ini berhasil menekan angka pesan berantai hingga 25%.

Baca Juga: Gak Hanya Estetika, Begini Manfaat WhatsApp Dark Mode!

2. Efektif menekan jumlah pesan berantai

newsbeezer.com

Berkaca pada kasus di India, kini WhatsApp berani memperketat sistem forwarding pesan mereka. Sekarang forwarding dibatasi menjadi satu kali saja."Para pengguna telah memberi tahu kami bahwa jumlah tersebut (pesan berantai) dirasakan terlalu banyak dan berkontribusi terhadap penyebaran informasi yang salah," ujar WhatsApp melalui rilis mereka.

Dengan pembatasan ini, jumlah pesan berantai yang beredar turun drastis hingga 70%. "Kami percaya akan pentingnya memperlambat penyebaran pesan seperti ini untuk menjaga agar WhatsApp tetap menjadi tempat berlangsungnya percakapan pribadi," lanjut WhatsApp.

3. Juga berlaku di WhatsApp Web

androidstrike.com

Pembatasan forwarding pesan ini tak hanya berlaku di aplikasi WhatsApp ponsel saja, namun juga berlaku di WhatsApp Web. Tentunya hal ini menunjukkan bahwa WhatsApp benar-benar ingin memukul mundur persebaran pesan hoaks yang menyebar dengan mudah di aplikasi mereka.

Jadi jika kamu menemukan sebuah pesan di WhatsApp, pikir-pikir dulu dua kali sebelum menekan tombol forward: apakah informasi ini akan berguna atau bisa membuat kegaduhan?

Baca Juga: Hoax! Shake-To-Report Facebook Bukan Penyebab Kena Zucc!