Review Sennheiser MKE 200 Mobile Kit. Foto Dimas Ramadhan/Duniaku.com
Dari sisi kualitas audio, Sennheiser MKE 200 menawarkan hasil rekaman yang cukup solid untuk ukuran microphone compact. Mikrofon ini menggunakan pickup pattern supercardioid, yang berarti fokus utama perekaman berada pada suara yang datang dari arah depan mikrofon, sementara suara dari samping dan belakang akan sedikit diredam.
Saat digunakan di dalam ruangan yang relatif kedap, hasil audionya terasa cukup bersih. Noise dari lingkungan seperti suara AC atau ambience ruangan bisa tertutup dengan cukup baik, sehingga suara pembicara terdengar lebih jelas dan fokus. Ketika dicoba di luar ruangan, suara dari pembicara tetap terdengar dominan karena karakter directional dari mikrofon ini.
Namun saat digunakan di smartphone, sempat muncul noise mendengung dengan frekuensi rendah (low-frequency hum) yang terdengar sepanjang rekaman video. Suara ini tidak terlalu keras, tapi tetap terasa jika didengarkan menggunakan headphone dan problemnya mungkin di koneksi kabelnya.
Menariknya, saat mikrofon yang sama digunakan di kamera mirrorless, suara mendengung tersebut tidak muncul dan hasil audionya terasa lebih jernih dan smooth.
Meski begitu, masalah ini sebenarnya bukan masalah besar karena cukup mudah diperbaiki saat proses editing dengan menghilangkan noise tersebut menggunakan fitur noise reduction, meskipun tetap jadi kekurangannya.
Secara keseluruhan, bagi vlogger pemula yang mencari microphone praktis, plug and play, dan mampu meningkatkan kualitas audio dibanding mic bawaan perangkat, Sennheiser MKE 200 masih menjadi pilihan yang cukup solid.