Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Duniaku lainnya di IDN App
Laptop dengan Prosesor Intel Core Ultra Series 3 Hadir di Indonesia!
George Chacko, General Manager for Southeast Asia, Australia and New Zealand, Sales Group, Intel dan Harry K Nugraha, Country Manager Intel Indonesia. Fotografer: Fahrul Nurullah.
  • Intel resmi meluncurkan laptop dengan prosesor Intel Core Ultra Series 3 di Indonesia, menghadirkan performa tinggi, efisiensi daya, dan kemampuan AI canggih untuk mendukung komputasi generasi baru.
  • Lebih dari 200 desain laptop global akan mengusung prosesor ini, menawarkan pilihan beragam bagi pengguna Indonesia dari segmen produktivitas hingga gaming sepanjang tahun 2026.
  • Salah satu contoh perangkatnya adalah HP OmniBook Ultra 14 yang menampilkan performa impresif dengan prosesor Intel Core Ultra X7 dan GPU Intel Arc B390 meski berdesain tipis dan ringan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, Duniaku.com - Intel hari ini mengumumkan ketersediaan laptop yang ditenagai oleh prosesor Intel® Core™ Ultra Series 3, yang sebelumnya dikenal dengan nama kode Panther Lake, dari mitra OEM global terkemuka di Indonesia. PC berbasis AI generasi baru ini menghadirkan terobosan dalam performa, grafis, dan efisiensi daya, yang dirancang untuk mendukung komputasi cerdas gelombang berikutnya.  

Diperkenalkan pada awal tahun ini di CES 2026, prosesor Intel Core Ultra Series 3 merepresentasikan evolusi terbaru dalam roadmap komputasi client Intel, dengan menghadirkan kemampuan AI yang canggih, serta komputasi performa tinggi ke laptop modern.

Mulai hari ini, konsumen dan pelaku bisnis di Indonesia sudah dapat membeli laptop yang ditenagai oleh prosesor Intel Core Ultra Series 3 dari berbagai mitra OEM terkemuka, termasuk ASUS, Acer, Dell, HP, Lenovo dan MSI, yang tersedia di berbagai retailer utama!

Tapi seperti apa kekuatannya?

1. Dirancang untuk AI PC Generasi Berikutnya

George Chacko, General Manager for Southeast Asia, Australia and New Zealand, Sales Group, Intel dan Harry K Nugraha, Country Manager Intel Indonesia. Fotografer: Fahrul Nurullah.

Dibangun dengan teknologi proses Intel 18A terbaru, prosesor Intel Core Ultra Series 3 menghadirkan arsitektur baru yang dioptimalkan untuk performa, grafis, dan beban kerja AI.

Prosesor ini mengintegrasikan CPU, GPU, dan neural processing unit (NPU) yang kuat untuk mempercepat pemrosesan beban kerja AI langsung di perangkat (on-device), membuka berbagai pengalaman baru seperti tools untuk mendorong produktivitas cerdas, pembuatan konten tingkat lanjut, hingga kolaborasi berbasis AI.

Beberapa keunggulan utama meliputi:

  • Efisiensi luar biasa: Dirancang untuk menghadirkan daya tahan baterai terbaik di kelas AI PC berbasis Intel.

  • Performa AI yang canggih: NPU yang terintegrasi dengan kemampuan menghadirkan hingga 50 TOPS untuk pemrosesan AI di perangkat.

  • Grafis generasi terbaru: Arsitektur grafis Xe3 terintegrasi yang meningkatkan performa gaming dan visual.

Seluruh kemampuan tersebut memungkinkan hadirnya kelas baru AI PC yang lebih tipis dan ringan, serta mampu menangani beban kerja yang berat, tetapi tetap responsif dan mudah dibawa.

2. Memperluas Ekosistem AI PC

Laptop yang dipamerkan di acara Intel Core Ultra Series 3 Media Launch. Fotografer: Fahrul Nurullah.

Secara global, lebih dari 200 desain laptop akan mengusung prosesor Intel Core Ultra Series 3, mencakup segmen premium consumer, gaming, hingga komersial.

Pelanggan di Indonesia akan mendapatkan berbagai pilihan perangkat, mulai dari laptop yang ultra-portable untuk mendorong produktivitas, hingga sistem berperforma tinggi untuk para kreator dan gaming, yang akan hadir di sepanjang tahun 2026.

“Intel Core Ultra Series 3 merupakan langkah maju yang signifikan dalam roadmap komputasi client kami,” kata Harry K. Nugraha, Country Manager Intel Indonesia. “Ini mencerminkan kemajuan Intel dalam menghadirkan produk yang lebih kuat, dengan kombinasi terobosan performa, kemampuan AI yang canggih, dan efisiensi yang luar biasa. Seiring pesatnya adopsi digital dan inovasi berbasis AI di Indonesia, kami berkomitmen untuk memberdayakan pengguna lokal dengan teknologi yang siap menghadapi tantangan di masa depan. Dengan dukungan mitra OEM terkemuka, konsumen, dan pelaku bisnis di Indonesia kini dapat merasakan pengalaman generasi baru komputasi berbasis AI.”

3. Salah satu mesin yang menarik perhatian saya

HP OmniBook Ultra 14. Fotografer: Fahrul Nurullah.

Salah satu perangkat yang menarik perhatian saya di acara ini adalah HP OmniBook Ultra 14.

Berdasarkan informasi yang ditampilkan, laptop ini ditenagai oleh Intel Core Ultra X7 358H dengan GPU Intel Arc B390, serta didukung RAM 32GB LPDDR5x.

Dari desainnya, ini jelas bukan laptop gaming. Bodinya tipis, ringan, dan lebih terasa sebagai perangkat produktivitas, jenis laptop yang nyaman dibawa kerja atau liputan.

Namun dalam sesi demo, saya melihat sesuatu yang cukup kontras dengan tampilannya.

Laptop ini digunakan untuk memainkan game dengan setting Ultra, dan mampu menyajikan performa di kisaran 200 FPS. Tentu saja, angka ini kemungkinan dicapai dengan bantuan teknologi khas Intel, bukan sekadar kekuatan mentah semata.

Tetap saja, hasilnya terasa impresif.

Jika ini adalah arah yang ingin didorong Intel, maka pendekatan ini cukup menarik: menghadirkan laptop tipis yang tidak hanya kuat untuk produktivitas, tetapi juga cukup mumpuni untuk menjalankan game berat dengan lancar.

Bayangkan satu perangkat yang bisa digunakan untuk bekerja di siang hari, lalu beralih menjadi mesin gaming yang kompeten di malam hari.

Tentu, perangkat seperti ini hampir pasti akan hadir di segmen harga premium. Namun, konsep yang ditawarkan menunjukkan bagaimana batas antara laptop produktivitas dan laptop gaming mulai semakin kabur.

Gambaran spesifikasi HP Omnibook Ultra 14. Fotografer: Fahrul Nurullah.

Editorial Team