TUTUP

ASUS Eee Pad Transformer Prime, Supremasi CPU 4 Core + GPU 12 Core!

Baru beberapa hari lalu kami sedikit beberkan mengenai salah satu tablet yang pertama kali menggunakan prosesor dengan empat core Tegra 3, ASUS Eee Pad Transformer Prime. Dan seperti rencana awal, Prime akhirnya resmi dikonfirmasikan 9 November 2011 kemarin.

Baru beberapa hari lalu kami sedikit beberkan mengenai salah satu tablet yang pertama kali menggunakan prosesor dengan empat core Tegra 3, ASUS Eee Pad Transformer Prime. Dan saat itu statusnya masih belum resmi dikonfirmasikan. Dan seperti rencana awal, walaupun sempat menggoda dunia dengan berita penundaan rencana pengenalan hingga Desember, Prime akhirnya tetap resmi dikonfirmasikan 9 November 2011 kemarin. Perjalanan Prime memang tidak sepanjang kakaknya. Mulai dari chairman ASUS Jonney Shih yang muncul selama AsiaD sambil membawanya, beberapa foto kemudian beredar, hingga hasil benchmark-nya yang mengagumkan. Begitu dikonfirmasikan resmi, detail spesifikasi tablet yang bakal diluncurkan awal Desember mendatang ini pun langsung menyebar.

Satu yang pasti, ASUS berhasil menorehkan catatan sebagai tablet pertama yang menggunakan chipset baru Nvidia Tegra 3, yang memiliki empat core CPU dan 12 core GPU. Selain itu, kamu mendapatkan 1GB RAM, layar LCD 10.1 inchi  1280 x 800 pixel dengan bahan Super IPS+, menjanjikan sudut pandangan 178 derajat dan penyajian warna 30% lebih baik dibandingkan tablet lain, dilapisi dengan bahan Gorilla Glass dari Corning (perusahaan manufaktur Amerika, spesialis kaca, keramik dan material sejenis), hingga brightness maksimal hingga 600 nit (seperti pada layar Nova LG Optimus Black). Sedikit mengenai layar yang oleh ASUS disebut Super IPS+ tersebut, yang dipadukan dengan kecerahan dengan pencahayaan hingga 600 nit, menghasilkan sebuah layar yang begitu handal digunakan di luar ruangan. Super IPS+ cukup kuat melawan pantulan cahaya matahari dengan brightness-nya yang tinggi (pengguna Optimus Black pasti sudah merasakan efek 700 nit pada layar mereka). Namun karena layar yang sangat cerah juga berpengaruh pada baterai yang makin cepat habis, maka mode SuperIPS+ tersebut bisa dinonaktifkan ketika kamu berada di dalam ruangan atau dalam kondisi cahaya normal. Makin melengkapi, mengamati sekujur tubuhnya, maka kamu dapati port micro HDMI, port audio 3.5, kamera depan 1.2 megapixel, 8 megapixel di belakang (yang dilengkapi flash), dan mampu merekam video dengan kualitas full HD 1080p, mendukung auto-focus, lensa CMOS dengan bukaan F2.4 (lensa CMOS itu pun didukung backlight khusus). Oh ya, salah satu fitur kameranya adalah touch-to-focus, yang memudahkanmu memilih fokus obyek dengan sekali sentuh pada layar. Kemudian seperti Transformer sebelumnya, kamu juga menemukan GPS dengan sensor gyroscope untuk kompas digital, audio dari SonicMaster (yang tidak kamu dapatkan dari kakaknya) dengan speaker berukuran 17x12 mm (atau 6% lebih besar dari kakaknya).  Semua itu kamu dapatkan dengan ketebalan hanya 8.3mm serta berat yang hanya 586g saja tanpa docking keyboard. Menganut konsep Zenbook yang memang tipis dan ringan, Prime berhasil mengungguli iPad 2 dan Galaxy Tab 10.1 dalam hal ketipisan - meskipun Tab 10.1 lebih ringan dengan 565g. Bahkan Prime di sini sekaligus juga mengejek kakaknya sebagai si "gendut," karena Transformer pertama tersebut tebalnya mencapi 12.98mm dan beratnya 680g. Seperti Transformer sebelumnya, kamu bisa memilih versi 32GB dan 64GB, selain juga masih bisa menambah storage melalui slot microSD. Bakal dijual dengan harga $499 dan $599. Berbeda dengan kakaknya, yang menyediakan opsi sepaket keyboard, maka untuk Prime keyboard tersebut murni aksesoris tambahan saja, dan memaksamu merogoh kocek $149 untuk mendapatkan fungsinya - plus juga menambah berat Prime hingga 0.54kg. Dan masih sama, keyboard tersebut juga mendukung fungsi tambahan, seperti touchpad, port USB 2.0 serta slot kartu SD (bukan yang micro lho ya!). Walau dengan tubuh langsing tak kurang dari 1cm, Prime masih sanggup bertahan hingga 12 jam menggunakan baterai 22Wh (Watt-hours, Prime hanya butuh daya 22 Watt per jamnya), atau melonjak menjadi 18 jam bersama docking keyboard-nya (yang juga memiliki baterai tambahan). Saya belum menyebutkan ya, jika ASUS berbaik hati menyelimuti layar dan casing metalnya dengan lapisan "hydro-oleophobic" (ya ya, satu fitur yang sebelumnya juga dibanggakan pemilik iPhone 4), membuat permukaannya makin tahan dari bekas jemari. Saat dijual nanti ditawarkan dalam dua pilihan warna, Amethyst Gray serta Champagne Gold. Awalnya hadir menggunakan Android 3.2 Honeycomb dengan aplikasi tambahan seperti SuperNote dan Polaris Office. Aplikasi lainnya yang dipastikan hadir, seperti kustomisasi homescreen dan launcher dari ASUS, WebStorage, MyLibrary, @Vibe Music, aplikasi MyNet dan MyCloud, dan tak ketinggalan portal aplikasi Tegra Zone dari NVIDIA, yang mempermudahmu dalam menemukan aplikasi khusus Tegra. Walaupun hanya Honeycomb di awal, namun ASUS sendiri telah menjanjikan update Ice Cream Sandwich 4.0 selama Desember 2011 mendatang - termasuk juga untuk Transformer lama. Kita tunggu saja janji mereka.