TUTUP

Babak Penyisihan Kontes Robot Terbesar di Indonesia Telah Selesai

Bagi para penggemar robot, kalau biasanya melihat robot hanya di film-fillm saja, maka sekarang kita bisa melihat robot-robot buatan anak bangsa beraksi di pentas Kontes Robot terbesar di Indonesia.

Ada 4 cabang robot yang dilombakan di kompetisi robot ini. Dan kemarin Sabtu 13 Mei 2012 merupakan akhir dari babak penyisihan di tiap-tiap regional. Para pemenang akan diadu kembali di babak final yang akan diadakan di Bandung. Siapakah jawara di babak penyisihan? Cabang pertama dan yang paling terkenal adalah KRI, Kontes Robot Indonesia. Terkenal karena hanya sang juaralah yang akan mewakili Indonesia menuju ABU (Asia-Pacific Broadcasting Union) Robocon dimana robot akan dihadapkan dengan perwakilan masing-masing negara anggota ABU. Yang di tahun ini akan diadakan di Hongkong dengan tema “In Pursuit of Peace and Prosperity Peng Ong Dai Gat”  . Video ini adalah video mengenai aturan mengenai robot yang harus dibuat. httpv://www.youtube.com/watch?v=qeZ4er9Xzjs Pada Regional I Tingkat Sumatera, pemenangnya adalah Politeknik Negeri Batam dengan robot Balerang 5.2 . Politeknik Batam merupakan pemenang Tingkat Nasional tahun lalu untuk cabang KRI. Dan kali ini mereka juga akan mewakili menuju tingkat nasional bersama juara 2 dan juara 3 Regional I, Politeknik Bangka Belitung dan STMIK Teknokrat Lampung. Pada Regional II DKI Jakarta-Jawa Barat, yang memenangkan adalah robot Tim Nomaden dari Politeknik Manufaktur Negeri Bandung. Mereka akan mewakili bersama tim dari Politeknik Jakarta dan Universitas Pendidikan Indonesia menuju KRI tingkat nasional. Pada Regional III Jawa Tengah-DI Yogyakarta, UGM mampu menjuarai KRI dengan robotnya Jump Ace. Yang menarik adalah sapu bersih oleh UGM di semua cabang yang dipertandingkan di Kontes Robot kali ini di Regional III. Namun demikian, di cabang KRI, bersama dengan Universitas Negeri Yogyakarta dan Universitas Sultan Agung, mereka akan bertanding di tingkat nasional KRI. Nah, di Regional IV Jawa Timur, hal yang sama seperti UGM hampir diraih oleh PENS, Politeknik Elektronika Negeri Surabaya. Namun sayangnya, salah satu cabang lepas dari tangan PENS dan harus direlakan ke tangan tim Politeknik Negeri Malang. Di Regional ini, PENS bersama ROLPENS-nya akan menuju ke tingkat nasional KRI bersama dengan tim dari ITS dan Universitas Brawijaya. Cabang kedua dan ketiga adalah KRCI (Kontes Robot Cerdas Indonesia) Beroda dan berkaki. Tidak seperti KRI yang tiap tahun memiliki tema yang berbeda, pada KRCI Beroda dan Berkaki tiap tahunnya sama. Robot yang dibuat adalah sebuah robot beroda dan berkaki yang akan memadamkan api yang terletak didalam sebuah labirin yang memiliki berbagai rintangan. Pada Regional I KRCI beroda dimenangkan oleh STMIK Teknokart Lampung dengan robot Krakatau 1-nya. Sedangkan untuk KRCI berkakinya tidak ada yang menjadi juara karena semua peserta tidak mampu memadamkan api yang ada. Pada Regional II KRCI beroda dimenangkan oleh satu-satunya tim yang mampu memadamkan api –DU114-V9 dari Universitas Komputer Indonesia. Untuk KRCI Berkaki dimenangkan oleh Unversitas Tarumanegara dengan Phoneix –ER nya. Pada Regional III, seperti yang telah saya sebutkan sebelumnya, bahwa UGM menyapu bersih semua cabang kontes disini, dimana mereka juga satu-satunya yang lolos di cabang KRCI Berkaki. Pada Regional IV, Politeknik Elektronika Negeri Surabaya menjuarai KRCI Beroda dengan ULIL ALBAB. Sedangkan untuk KRCI Berkaki jatuh ketangan EILERO, Politeknik Negeri Malang. Cabang terakhir yang menurut saya tidak kalah serunya dengan cabang KRI adalah cabang KRCI Humanoid.  Di cabang ini, robot yang menyerupai manusia akan bertanding untuk menceploskan gol ke gawang lawannya. Sebuah robot sepak bola. Fakta yang menarik adalah juara nasional di cabang ini akan dikirim ke pertandingan tingkat dunia, menghadapi negara-negara maju seperti Jerman, Amerika Serikat dan lain-lain, berbeda dengan KRI yang hanya menghadapi negara-negara anggota Asia-Pacific Broadcasting Union. Video Pertandingan RoboCup tingkat dunia bisa dilihat di video berikut: httpv://www.youtube.com/watch?v=flCmVAeOcXw Di Regional I, pemenang cabang humanoid ini adalah Balerang 4.2 dari Politeknik Negeri Batam. Di Regional II adalah DU-99 dari Universitas Komputer Indonesia. Di Regional III, tentu saja seperti yang saya sebutkan sebelumnya, UGM. Dan Regional IV adalah tim EROS dari Politeknik Elektronika Negeri Surabaya. Juara satu hingga tiga dari masing-masing cabang di tiap-tiap regional akan bertanding kembali di tingkat nasional yang tahun ini akan diadakan di ITB Bandung, yang pastinya akan lebih seru daripada di tingkat Regional. Siapakah jawara sejati dari Indonesia yang akan mewakili nama Indonesia di kancah Internasional? Kita tunggu kelanjutannya. [gambar oleh google.com, video oleh youtube.com]