TUTUP

5 Hal Ini Bakal Membuat Nokia Tetap Dipuja di Industri Telepon Seluler

Lewat Nokia 6, Nokia resmi memulai lembaran baru dalam industri smartphone. Meski begitu, ada 5 alasan mengapa Nokia kali ini akan berbicara banyak dan tetap laku!

Nama Nokia sudah pasti melekat kuat di benak kalian, terutama generasi yang lahir pada periode 90an dan awal 20an. Nokia adalah representasi telepon genggam kala itu. Sama halnya dengan istilah smartphone, yang identik dengan nama Samsung atau Apple saat ini. Dalam kurun waktu tersebut, Nokia sukses menikmati masa keemasannya. Saya berani bertaruh, banyak di antara kalian yang setidaknya pernah memiliki atau menjajal salah satu ponsel berlabel Nokia. Benar bukan? [duniaku_baca_juga] Malangnya, ketika tengah berada di puncak ketenaran, mereka kurang tanggap mengantisipasi kemajuan teknologi. Serangan bertubi-tubi yang dilancarkan oleh Blackberry, Apple, serta Android memaksa mereka untuk lengser dari singgasananya. Kini, setelah jatuh bangun mengejar ketertinggalan, Nokia, lewat perusahaan baru bernama HMD Global, siap kembali menyemarakkan industri smartphone. Perlu kamu ketahui, Nokia, yang saat itu masih berada di bawah payung Microsoft, sejatinya pernah merilis smartphone berbasis Android dengan nama Nokia X pada 2011 silam. Namun, perangkat tersebut tak mampu berbuat banyak. Mentahnya spesifikasi yang mereka tanamkan, banderol yang terbilang mahal dan ketatnya persaingan menjadi alasan kenapa smartphone ini tak laku di pasaran. Berikut saya beberkan lima alasan kenapa kebangkitan Nokia kali ini bakal membuat mereka berjaya di ranah smartphone. [page_break no="1" title="Brand yang Solid"] Nokia adalah Nokia. Reputasi brand ini tak perlu dipertanyakan lagi. Meski sempat “mati suri” dan beberapa kali melakukan transisi, tak sedikit para pengguna gadget yang menanti kehadirannya untuk kembali. Brand ini pernah menjadi pilihan nomor satu soal telepon seluler. Pada saat itu, Nokia begitu akrab menemani para penggunanya kala mengukir momen suka maupun duka. Tak perlu disangkal, kita yang lahir di tahun 90an tentu punya kenangan tersendiri bersama merek asal Finlandia ini, iya kan? Nah, basis pengguna inilah yang, jika mampu “dieksploitasi” dengan benar, berpotensi menjadi pondasi bagi masa depan baru bagi Nokia. [page_break no="2" title="Pionir Desain-desain Unik"] Tak terhitung berapa banyak desain ponsel yang telah mereka lahirkan. Sebagian di antaranya bahkan berakhir sukses dan memorable hingga sekarang. Sebut saja seri 7600 yang bentuknya menyerupai ketupat, 7280 yang bentuknya mirip seperti lipstik, N90 dengan layar yang bisa diputar 180 derajat, serta N-gage yang dirancang untuk memudahkan kamu dalam bermain game. Melihat desain smartphone sekarang yang itu-itu aja, tentunya kita berharap agar Nokia berani mendobrak status quo dengan menuangkan kreativitas mereka dalam urusan rancangan smartphone di masa mendatang. Apakah Nokia akan mampu mengalahkan pamor dual-curved-edge milik Samsung yang bahkan sudah mulai diadopsi oleh pabrikan lain? Bisa jadi. Siapa tahu Nokia akan menjadi manufaktur smartphone pertama yang berhasil menciptakan The true bezel-less smartphone secara komersial. Menarik untuk dinanti. [duniaku_baca_juga] [page_break no="3" title="Android adalah Platform yang Tepat bagi Nokia"] Nokia 6, ponsel Android Nokia yang resmi dirilis beberapa waktu lalu.[/caption] Sebelum memutuskan untuk mengadopsi sistem operasi Android, Nokia pernah bekerja sama dengan Microsoft dengan merilis lini ponsel berbasis Windows. Keputusan yang belakangan dianggap blunder, sebab ketika sedang mati-matian mengejar ketertinggalannya dari Apple dan Samsung, pamor mereka justru semakin meredup. Minimnya aplikasi yang tersedia untuk sistem besutan Microsoft tersebut ditengarai menjadi alasan kuat mengapa orang-orang menahan keinginannya untuk membawa pulang ponsel Nokia kala itu. [duniaku_adsense] Kini, setelah resmi menjadi bagian dari keluarga si robot hijau, Nokia tak perlu lagi mengkhawatirkan isu tersebut. Saat ini Android menjadi platform paling banyak digunakan di seluruh dunia. Ada saja aplikasi menarik yang lahir untuk sistem operasi tersebut setiap harinya. Belum lagi konten menarik serta layanan yang terintegrasi langsung dengan raksasa internet, Google, semakin meningkatkan daya tawar mereka di mata calon konsumennya. Cari tahu dua alasan lain mengapa Nokia tetap jadi brand yang istimewa di halaman berikutnya! [page_break no="4" title="Kemampuan Kamera yang Legendaris"] Kamera beresolusi 41 Mega Piksel, bung![/caption] Selain performa, kamera menjadi salah satu fitur yang menjadi pertimbangan konsumen sebelum membeli smartphone. Di Indonesia sendiri semakin banyak bermunculan smartphone yang khusus menargetkan kalangan pecinta fotografi. Bagaimana dengan Nokia? Apakah fitur ini juga nantinya akan mendapat perhatian khusus dari mereka? [duniaku_baca_juga] Sampai saat ini, Nokia 808 Pureview dan Nokia Lumia 1020 masih memegang gelar sebagai smartphone dengan resolusi kamera tertinggi, yakni 41 MP. Ditambah lagi lensa optic Carl Zens yang tak perlu dipertanyakan lagi keandalannya. Patut kita tunggu, apakah teknologi kamera ini akan diaplikasikan pada smartphone terbaru mereka? [page_break no="5" title="Nokia Gemar Berinovasi"] Selain soal desain dan kamera, jangan lupa bahwa Nokia sudah sering kali menjadi pencetus inovasi. Sebut saja Nokia 1011, telepon genggam GSM pertama yang diproduksi secara massal. Nokia 9000 Communicator, ponsel pertama yang mampu berkirim faksimili, email, mengakses internet dan menjadi cikal bakal smartphone. Nokia 7650 yang menjadi ponsel pertama yang mengintegrasikan teknologi kamera VGA. Serta masih banyak inovasi yang berhasil mereka kembangkan. Berangkat dari kegagalan di masa silam, Nokia tentu sadar, bahwa untuk bertahan di tengah hingar-bingar kompetisi saat ini, mereka harus terus berinovasi. [duniaku_adsense] Akankah kebangkitan Nokia kali ini berhasil membawa mereka merajai industri smartphone? Saat ini, hal tersebut memang masih terlalu dini untuk diprediksi. Namun, setidaknya lima poin di atas sedikit banyak dapat menjadi gambaran bahwa Nokia, bagaimanapun, masih layak untuk diperhitungkan. Nokia adalah nama besar, namun apabila mereka tidak mampu menghadirkan inovasi maupun perubahan berarti, besar kemungkinan nama ini akan berakhir seperti Sony, LG, ataupun HTC yang belakangan reputasinya semakin meredup akibat persaingan di industri smartphone yang kian hari kian sengit. [duniaku_baca_juga] Satu hal terakhir dan yang tak kalah penting, mari kita semua berharap agar smartphone Nokia ini nantinya dibanderol dengan harga yang masuk akal.