Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Duniaku lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Menjajal Build & Battle Pokémon TCG – Mega Evolution Pitch Black
Event Pokémon TCG di The Westin St. Francis Hotel. Fotografer: Fahrul Nurullah
  • Media dan tamu undangan memainkan Build & Battle Mega Evolution—Pitch Black di San Francisco sebelum 2026 Pokémon World Championships.

  • Peserta membangun deck dari kartu yang diterima, termasuk deck 40 kartu, kartu promo foil, dan empat booster pack.

  • Deck Lightning melawan Slowbro berakhir dengan kekalahan setelah misplay Voltaic Energy sejak Turn 1.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Kamis pagi (27/8/2026)

The Westin St. Francis Hotel di San Francisco ramai oleh pengunjung dari berbagai negara. Media dan tamu undangan mengikuti Pokémon TCG Pre-Release Event Mega Evolution—Pitch Black.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Pokémon TCG Pre-Release Event untuk set Mega Evolution—Pitch Black dengan format Build & Battle dan Sealed.
  • Who?
    Media, tamu undangan, dan Judge resmi terlibat dalam kegiatan ini.
  • Where?
    The Westin St. Francis Hotel di San Francisco.
  • When?
    Kamis pagi (27/8/2026), sehari menjelang dimulainya 2026 Pokémon World Championships dan Pokémon XP.
  • Why?
    Peserta membangun deck dari kartu yang diperoleh dan langsung menggunakannya untuk bertanding.
  • How?
    Peserta memakai deck 40 kartu, empat booster pack, dan empat Prize Card; pertandingan diawasi Judge resmi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Aku melihat media dan tamu undangan bermain kartu Pokémon di hotel di San Francisco. Mereka mendapat deck dan booster pack, lalu bertanding. Kakak yang memakai deck Lightning melawan Jialin yang memakai Slowbro. Kakak memasang Energy yang salah di Turn 1, lalu Jialin mengambil empat Prize Card lebih dulu.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Format Sealed memberi ruang bagi peserta untuk mencoba strategi dari kartu yang mereka peroleh, bukan dari deck yang telah disempurnakan. Kehadiran Judge resmi juga membantu menjelaskan interaksi kartu dari set baru. Pengalaman pertandingan tetap terasa menyenangkan meski hasilnya kalah karena satu misplay.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Duniaku.com, San Francisco - Kamis pagi (27/8/2026), The Westin St. Francis Hotel di San Francisco ramai oleh pengunjung dari berbagai negara.

Sehari menjelang dimulainya 2026 Pokémon World Championships dan Pokémon XP, hotel tersebut dipenuhi fans Pokémon.

Kegiatan yang digelar adalah Pokémon TCG Pre-Release Event untuk set Mega Evolution Pitch Black.

Dalam acara ini, media dan tamu mendapatkan produk Build & Battle, membangun deck dari kartu yang diperoleh, kemudian langsung menggunakannya untuk bertanding.

Tentu, kartu yang digunakan adalah versi bahasa Inggris.

Apa saja keseruannya?

Mari kita bedah!

1. Yang Diberikan kepada Pengunjung

Yang diberikan pengunjung di event Pokémon TCG di The Westin St. Francis Hotel. Fotografer: Fahrul Nurullah

Setelah melewati meja registrasi, pengunjung mendapatkan produk Build & Battle Mega Evolution Pitch Black.

Buat yang belum familiar, Build & Battle berisi deck 40 kartu yang sudah siap dimainkan, termasuk satu dari empat pilihan kartu promo foil.

Selain itu, peserta mendapatkan empat booster pack Pokémon TCG: Mega Evolution Pitch Black.

Dengan kata lain, kita mendapatkan fondasi deck yang sudah bisa langsung dimainkan, tetapi masih memiliki ruang untuk dimodifikasi berdasarkan kartu yang diperoleh dari booster pack.

Inilah yang membuat Build & Battle cocok untuk format Sealed: kamu tidak datang dengan deck yang sudah dibangun dan disempurnakan sebelumnya.

Kamu bermain dengan apa yang kamu dapat.

2. Deck yang Saya Dapat

Kartu-kartu di event Pokémon TCG di The Westin St. Francis Hotel. Fotografer: Fahrul Nurullah

Saya sendiri mendapatkan promo Mega Slowbro ex.

Kartunya menarik, tetapi ternyata cukup sulit untuk saya manfaatkan.

Masalahnya, saya tidak mendapatkan Slowpoke yang dibutuhkan untuk mendukung Mega Slowbro ex. Selain itu, komposisi Energy yang saya dapatkan juga lebih mendukung Pokémon tipe Lightning.

Jadi, pada akhirnya deck saya kurang lebih masih mengikuti isi Build & Battle yang diberikan.

Deck saya berfokus pada tipe Lightning, dengan Miraidon sebagai salah satu Pokémon utama dan lini Grubbin—Charjabug—Vikavolt sebagai bagian penting dari strategi.

Dari kartu yang saya peroleh, saya melakukan beberapa modifikasi kecil.

Saya memasukkan satu Voltaic Energy dan mengganti salah satu Grubbin dengan versi foil.

Tidak banyak perubahan, tetapi dalam format seperti ini, setiap kartu tambahan bisa cukup berarti.

3. Saya Mendapat Kesempatan Melawan Rekan Media

Match di event Pokémon TCG di The Westin St. Francis Hotel. Fotografer: Fahrul Nurullah

Untuk para media dari Asia, kami mendapat kesempatan untuk bertanding melawan satu sama lain.

Saya berpasangan dengan Jialin Lindsay dari Singapura.

Dan ternyata matchup kami cukup menarik.

Deck saya mengandalkan Lightning, sementara deck Jialin bertumpu pada Slowpoke dan Slowbro.

Jadi sederhananya: Petir vs. Psikis.

Pertandingan kami juga diawasi oleh Judge resmi yang tidak hanya memastikan pertandingan berjalan sesuai aturan, tetapi juga membantu menjelaskan efek kartu ketika kami menemukan interaksi yang belum kami pahami.

Ini cukup membantu.

4. Pertarungan Menggunakan 4 Prize Card

Susunan 4 prize card untuk match dalam event Pokémon TCG di The Westin St. Francis Hotel. Fotografer: Fahrul Nurullah

Format pertandingan ini terasa lebih ringkas dibandingkan permainan Pokémon TCG biasa.

Kami menggunakan deck berisi 40 kartu dan masing-masing pemain memiliki 4 Prize Card.

Hasilnya?

Pertandingan terasa jauh lebih cepat, dan dalam kasus kami, cukup brutal.

Dari sisi saya, salah satu senjata utama adalah Vikavolt dengan serangan Giga Railgun.

Serangan ini membutuhkan dua Energy Lightning, dengan salah satunya harus berupa Voltaic Energy.

Voltaic Energy juga memberikan tambahan 20 damage kepada serangan tersebut.

Base damage Giga Railgun sendiri adalah 260 damage.

Di sisi lain, Jialin memiliki Slowbro dengan serangan All Out.

Secara normal, serangan tersebut hanya memberikan 50 damage.

Namun, ketika kondisi tertentu terpenuhi dan jumlah kartu di tangan pengguna Slowbro nol, damage-nya dapat meningkat hingga 160 damage tambahan.

Dan ternyata strategi tersebut bekerja dengan sangat baik.

Jialin berhasil membuat kartu di tangannya selalu habis sebelum menyerang sehingga Slowbro menjadi sangat berbahaya.

Dia pun berhasil menghabiskan empat Prize Card lebih dahulu.

Pertandingan yang awalnya terlihat seperti sekadar Lightning melawan Psychic berubah menjadi adu siapa yang lebih cepat menghabiskan lawan.

5. Satu Misplay di Turn 1 yang Jadi Masalah

Misplay saat match dalam event Pokémon TCG di The Westin St. Francis Hotel. Fotografer: Fahrul Nurullah

Sebenarnya, strategi awal saya cukup sederhana.

Saya ingin menggunakan Miraidon sebagai tumbal sebelum Vikavolt siap menyerang.

Miraidon memiliki Ability Photon Cord, yang dalam kondisi tertentu memungkinkan saya memindahkan hingga dua Basic Lightning Energy dari Miraidon ke salah satu Pokémon di Bench ketika Miraidon Knocked Out akibat serangan Pokémon lawan.

Secara teori, ini sangat cocok dengan rencana saya.

Miraidon maju sebagai Active Pokémon.

Kalau dia tumbang, Energy-nya bisa membantu Pokémon di Bench untuk segera siap menyerang.

Masalahnya?

Saya malah memasang Voltaic Energy ke Miraidon.

Voltaic Energy tersebut tidak bisa dipindahkan menggunakan efek Photon Cord karena itu bukan Basic Lightning Energy.

Artinya, ketika Miraidon saya akhirnya Knocked Out, Energy yang paling saya butuhkan untuk mengaktifkan rencana berikutnya tidak ikut berpindah ke Pokémon di Bench.

Itu adalah misplay saya yang sudah terjadi sejak Turn 1.

Dan dalam pertandingan yang berlangsung secepat dan sebrutal ini, satu kesalahan kecil seperti itu bisa menjadi sangat mahal.

Pada akhirnya, saya kalah.

Dan yang lebih menyakitkan, bukan karena deck saya benar-benar tidak bisa melawan.

Saya kalah karena satu keputusan yang sebenarnya bisa saya hindari sejak awal.

6. Tapi Inilah Keseruan Sealed

Slowbro, Pokémon yang lethal ketika kamu bisa menguras hand kamu. Fotografer: Fahrul

Namun, justru di situlah keseruan format Sealed.

Kamu tidak bermain dengan deck yang sudah disusun sempurna. Kamu bermain dengan apa yang kamu dapat.

Tidak semua kartu yang kamu inginkan akan tersedia. Tidak semua strategi yang sudah kamu bayangkan bisa dijalankan.

Dan ketika pertandingan dimulai, kamu harus beradaptasi dengan kondisi yang ada.

Saya mendapatkan Mega Slowbro ex, tetapi tidak punya Slowpoke yang cukup untuk membangun strateginya. Malah lawan saya yang punya deck yang lebih ideal untuk Mega Slowbro ex.

Saya kemudian mendapatkan deck Lightning yang ternyata jauh lebih masuk akal untuk dimainkan.

Saya membuat beberapa modifikasi kecil.

Lalu saya masuk pertandingan, melakukan satu misplay fatal sejak Turn 1, dan akhirnya kalah dalam pertandingan yang berlangsung sangat cepat.

Tapi justru pengalaman seperti inilah yang membuat Build & Battle terasa seru.

You play with what you get.

Dan meskipun kalah, sensasinya tetap menyenangkan.

Lagipula, dalam Sealed, terkadang cerita terbaik bukan tentang bagaimana kamu menang.

Melainkan tentang bagaimana kamu bisa kalah karena memasang Energy yang salah di Turn 1.

Curated For You

Editorial Team

Related Article