TUTUP

Happy #KosasihDay! Ini 4 Fakta Bapak Komik Indonesia R.A. Kosasih

Dorong perkembangan komik Indonesia lewat komik Sri Asih

Di kalangan pengarang dan pembaca komik Indonesia, tanggal 4 April dijadikan sebagai perayaan Kosasih Day. Kosasih Day merupakan peringatan hari lahir dari R.A. Kosasih, yaitu seorang komikus legendaris Indonesia. 

Sumbangsih dari beliau ternyata menjadi sebuah lecut dalam perkembangan sejarah komik Indonesia. Seperti apa sih kontribusi R.A. Kosasih memajukan dunia perkomikan Indonesia?

1. Ciptakan superheroine pertama Indonesia

Berbagai sumber

Raden Ahmad Kosasih lahir tanggal 4 April 1919 di Desa Bondongan, Kota Bogor. Sejak bersekolah di Hollandsch Inlands School (HIS), R.A. Kosasih sudah menaruh minat pada seni gambar dan ilustrasi. Tamat dari HIS, ia memilih untuk langsung bekerja sebagai juru gambar di Kebun Raya Bogor.

Di tahun 1953, R.A. Kosasih menerima lamaran pekerjaan di penerbit Melodi yang mencari komikus cerita superhero. Akhirnya di tahun 1954, R.A. Kosasih menciptakan komik Sri Asih yang dianggap sebagai komik superhero dan juga karakter superheroine pertama di Indonesia. Selain Sri Asih, R.A. Kosasih juga menciptakan karakter superheroine lain bernama Siti Gahara.

2. Angkat ulang epos perwayangan menjadi komik

Berbagai sumber

Dengan meningkatnya popularitas komik superhero di Indonesia, ternyata komik-komik tersebut kurang disukai oleh akademisi karena kurang mendidik dan membawa pesan "berbahaya." R.A. Kosasih pun kena imbasnya karena ia diminta penerbit Melodi untuk membuat komik dengan unsur tradisional.

Akhirnya beliau menciptakan komik Mahabharata sebanyak 26 jilid yang diadaptasi dari epos perwayangan berjudul sama. R.A. Kosasih melakukan riset dengan menonton wayang, mengumpulkan data-data, hingga berkonsultasi dengan para dalang. Untuk membuat satu jilid buku berisi 42 halaman, R.A. Kosasih membutuhkan waktu setidaknya satu bulan.

Setelah sukses dengan Mahabharata, R.A. Kosasih menciptakan komik perwayangan lain seperti Ramayana, Bharatayudha, Pendawa Seda, Parikesit, dan Udayana.

Baca Juga: 30 Hari Komik Indonesia? Perayaan Kosasih Day 2020 Akan Dimulai!

3. Dianggap bapak komik Indonesia

duniaku.com/M. Meka

R.A. Kosasih meninggal dunia di kota Tangerang pada tanggal 24 Juli 2012. Kini, beliau dianggap sebagai bapak komik Indonesia. Menurut penulis Marcel Bonneff dalam bukunya Komik Indonesia, karya-karya R.A. Kosasih terutama Sri Asih, menjadi patokan awal perkembangan komik Indonesia. “Adapun komikusnya, Kosasih, dianggap –dan memang sepatutnya– sebagai bapak komik Indonesia. Komikus muda sangat menghormatinya,” tulis Bonneff.

Tanggal kelahirannya, 4 April, diperingati oleh para komikus Indonesia sebagai Kosasih Day. Momen ini menjadi peringatan untuk terus menggelorakan spirit perkomikan di Indonesia. Pada tanggal 4 April 2019 lalu, diperingati pula sebagai hari ulang tahun R.A. Kosasih ke-100, dimana salah satu bentuk perayaannya adalah lewat rilisan prangko edisi superhero Indonesia.

4. Sri Asih yang terus hidup

Berbagai sumber

R.A. Kosasih memang sudah tiada, namun karya-karya beliau terus lestari hingga hari ini. Komik-komiknya diterbitkan ulang oleh berbagai penerbit besar. Selain itu karakter Sri Asih kini diadaptasi ke dalam berbagai media.

Pevita Pearce memerankan sosok Sri Asih dalam film Gundala dan film solo-nya Sri Asih yang akan tayang pada tahun 2021. Selain itu ada juga komik Sri Asih baru rilisan BumiLangit.

Pertama adalah komik Sri Asih jagat Revolusi karya Alfi Zachkyelle (Dua Warna, Vienneta), Alti Firmansyah (Star Lord and Kitty Pride, Gwenpool), dan Selvia Ningsih (7 Satria). Satu lagi yang baru saja rilis tanggal 4 April ini adalah Sri Asih: Celestial Goddess karya Archie the Red Cat (Eggnoid), Devita Krisanti (Krisanti Comics), dan Ditta Amelia (Blue Serenade).

Komik Sri Asih jagat Revolusi bisa dibaca di Facebook BumiLangit, sementara Sri Asih: Celestial Goddess bisa dibaca di Webtoon. Apa komik R.A. Kosasih favoritmu? Selamat hari #KosasihDay! 

Baca Juga: Disutradarai Upi, Film Sri Asih Resmi Meluncur!