TUTUP

Akibat Salah Paham Drama Wayang Is Yuniarto, Tintoy Chuo Buat Klarifikasi

Seperti Is Yuniarto, klarifikasi tersebut pun ditulis dalam sebuah status Facebook.

Kreator dari Malaysia, Tintoy Chuo dari Fusion Wayang Kulit di Malaysia juga membuat wayang kulit bertemakan Pop Culture. Di Facebook, Tintoy Chuo mengklaim bahwa desain wayang Is Yuniarto menjiplak wayang kulit karyanya. Tidak lama kemudian, Is Yuniarto memberikan tanggapan resminya dalam sebuah pos Facebook yang ditulis beberapa jam yang lalu dan telah dibagikan lebih dari 300 kali. Kabar tentang tanggapan tersebut bisa kamu baca di bawah ini: Selain itu, Is juga menyebutkan bahwa di tahun 2009 ia sempat menonton pertunjukan pendek wayang kulit Spider-Man dan musuh-musuhnya oleh tim kreatif Trans TV. Acara tersebut dimaksudkan sebagai promosi untuk film Spider-Man. Tidak lama beberapa jam yang lalu, setelah Is Yuniarto angkat bicara tentang kejadian tersebut, Tintoy Chuo sendiri telah mengeluarkan klarifikasinya atas kasus ini melalui sebuah pos Facebook yang bisa kamu baca selengkapnya di bawah ini: https://www.facebook.com/actiontintoy/posts/10156810991842017 Terjemahan pos klarifikasi yang diluncurkan oleh Tintoy Chuo dalam bahasa Inggris tersebut kurang lebih diterjemahkan seperti ini: "Halo semua, Saya Tintoy dari Fusion Wayang Kulit, Malaysia, dan saya ingin memberikan permohonan maaf saya sehubungan dengan pos di tanggal 20 Mei 2019. Saya meminta maaf untuk tuduhan kasar saya terhadap saudara Is Yuniarto dan untuk tidak mencari klarifikasi secara pribadi melalui yang bersangkutan terlebih dahulu. Tuduhan plagiarisme saya sebelumnya yang tak berdasar dan terburu-buru telah mengakibatkan rusaknya reputasi yang bersangkutan, yang saya sangat sesali. Saya juga telah menghubungi saudara Yuniarto secara privat untuk memberikan permintaan maaf saya. Salam." Jadi, apakah kesamaan ide dapat mengundang masalah integritas seperti yang dipermasalahkan dalam drama wayang Is Yuniarto? Bagikan opinimu melalui kolom komentar di bawah ini.