TUTUP

Sony Ericsson Xperia Play… Besar, Gendut, Berat... Tapi Enak Lho Diajak Main!

Pasca iPhone menjadi sarana nge-game mobile, praktis belum ada lagi perangkat mobile yang mengukuhkan diri sebagai “gadget for gaming”... Sampai akhirnya Sony Ericsson merilis Xperial Play pada 1 April 2011 lalu di Eropa, dan disusul kemudian di wilayah lain beberapa bulan kemudian, dan Indonesia mendapat giliran pada 29 Juli lalu, melalui sistem bundling dengan XL Axiatta.

Pasca iPhone yang “tiba-tiba” menjadi sarana nge-game mobile, praktis belum ada lagi perangkat mobile yang mengukuhkan diri sebagai “gadget for gaming” (walaupun mayoritas Droid, serta iPhone terbaru merupakan platform mobile game terbaik). Sampai akhirnya Sony Ericsson merilis Xperial Play pada 1 April 2011 lalu di Eropa, dan disusul kemudian di wilayah lain beberapa bulan kemudian, dan Indonesia mendapat giliran pada 29 Juli lalu, melalui sistem bundling dengan XL Axiatta. Peluncurannya di Jakarta dengan promo potongan harga 1 juta (dari harga normal 4 juta), memicu antrian yang sangat panjang. Sayang, di kota lain tidak ada promo yang sama. Smartphone yang berkode nama Zeus ini menjadi yang pertama yang mendapat stempel PlayStation Certified, dan bisa menjalankan game PlayStation Suite. Namun meskipun membawa nama PlayStation, tidak ada hubungannya dengan saudara konsol/handheld-nya. Diluar desain, konsep sliding dengan kontroler game yang nyaman, serta sertifikat PlayStation, sebenarnya secara hardware Xplay biasa saja. Chipset Snapdragon dengan prosesor Qualcomm 1 GHz Scorpion yang berpadu GPU Adreno 205 untuk memproses grafis. Kemudian ROM-nya hanya 1 GB saja, dan menyisakan internal storage hanya 400 MB saja. Sedangkan RAM-nya pun seperti Xperia Arc, Mini Pro dan Neo, hanya 512 MB. [/caption] Bentuknya sekilas mirip Xperia X10, sedangkan slider-nya mirip dengan yang dimiliki PSP Go. Pada bagian slidernya ada D-pad (di kiri) dan tombol standar PlayStation (di kanan), touchpad persegi panjang di tengahnya, tombol Start and Select di pojok kanan-bawah, tombol option di pojok kiri-bawah, dan dua tombol L dan R di punggung smartphone ini. Layarnya sendiri 4.0 inchi dengan resolusi layar 854 × 480 pixel, dan di bawahnya ada empat tombol standar Android. Kamera 5 megapixel di depan, dan VGA atau 0.3 megapixel ada di depan untuk video call. Fitur lain standar Droid, mulai WiFi, GPS, slot microSD, hingga sensor-sensor gerakan hadir di sini. Kecuali radio FM yang eksis di semua Xperia terbaru, di sini tidak kamu dapati. [/caption] Xplay bisa menjadi babak baru mobile game dunia. Di sini jelas diposisikan sebagai smartphone untuk nge-game. “Bukan sekadar gadget yang kebetulan enak dibuat nge-game!” Dan seriusnya Sony dan Sony Ericsson menggarap PlayStation Suite, bisa menjadi pertanda bakal ada “the-next” Xplay lainnya nanti. Semoga saja yang kami kurang nyaman, spesifikasi hardware terlalu biasa, begitu “hematnya” ROM dan RAM, semua tombol tanpa backlight (susah eui, maen di tengah kamar yang gelap!!), plus bisa sedikit lebih ramping dan ringan, bisa diperbaiki dalam penerus Xplay nantinya. Dan saya yakin, dengan makin banyaknya game yang mengoptimalkan kontrolnya, Xplay tidak akan seblunder N-Gage. Xperia PLAY - Gaming Dimana Saja Dukungan 10 Game dari Gameloft Mengenang Nokia N-Gage [/caption] Saat itu penulis masih kuliah, dan smartphone satu ini begitu dinantikan kehadirannya. Bahkan sebelum N-gage beredar resmi, sampai harus berburu di toko online. Tiap edisi majalah pun tidak lepas dari update-nya, serta harapan besar mengangkat nama mobile gaming. Sayang, rupanya nasib berkata lain, dan justru menjadi keblunderan. Selain karena pengoperasian yang “aneh” saat menelepon, harga terlalu mahal, dukungan game khusus yang terbatas, serta yang paling parah, memposisikan dirinya langsung menantang GameBoy dari Nintendo. [/caption]