TUTUP

10 Fitur Terbaik Windows 10 yang Perlu Kalian Ketahui

Sebelum install Windows 10 di desktop, laptop atau tablet kalian, kenali dulu 10 fitur terbaiknya ini!

[read_more link="http://www.duniaku.net/2015/01/28/kenali-interface-dan-fitur-baru-facebook-nya-xbox-one-dalam-windows-10/" title="Kenali Fitur Windows 10 yang Makismalkan Pengalaman Nge Game Kalian!"] Microsoft mengkonfirmasikan Windows 10 khusus untuk PC dan tablet akhir September 2014 lalu. Sistem operasi PC yang dikembangkan oleh Microsoft sebagai bagian keluarga Windows NT ini dijadwalkan rilis 29 Juli 2015 mendatang, dan saat ini dalam masa tes beta melalui program [outbound_link text="Windows Insider" link="https://insider.windows.com/"]-nya Microsoft. Selama setahun kehadirannya, update Windows 10 bakal ditawarkan gratis bagi siapa saja pengguna Windows 8.1 dan Windows 7 Service Pack 1 orisinal. Microsoft sendiri menawarkan Windows 10 di retail dengan harga yang setara dengan Windows 8. Dengan versi Home pada US $119, atau sekitar Rp. 1,6 jutaan, dan yang Pro US $199, atau sekitar Rp, 2,7 jutaan. Lisensi Windows 10 Pro Pack dijual dengan harga US$99, sekitar Rp, 1,3 juta, bisa didapatkan untuk meng-upgrade dari Windows 10 Home ke Windows 10 Pro. OS ini nantinya juga bakal tersedia di 190 negara dan 111 bahasa saat dirilis. [read_more link="http://www.duniaku.net/2015/01/24/serangan-gabungan-xbox-one-dan-windows-10-ini-bisa-bikin-playstation-4-kerepotan/" title="Serangan Gabungan Xbox One - Windows 10 Bakal Bikin Sony Kerepotan"] Satu hal yang masih mengganggu pikiran banyak pihak, adalah kenapa namanya Windows 10, bukan Windows 9. Memang Microsoft tidak menjelaskan dengan gamblang, namun dari pemaparan mereka, sepertinya mereka ingin mengubur ingatan kita dengan menjauhkan nama Windows terbaru ini dengan Windows sebelumnya. Seperti memilih nama Windows 7, bukanya Windows Vista 2, sepertinya agar kita lupa ada salah satu Windows yang dianggap gagal tersebut. Kini Microsoft kembali ingin membuat kita lupa jika Windows 8 pernah ada, dan langsung lompat ke Windows 10. Selain itu, ada juga yang menyebutkan jika angka 9 dianggap angka sial di Jepang, dan sengaja dihindari. Apa pun namanya, bagi kami Windows 10 ini sangat menarik, terlepas dari integrasi fitur gaming yang sudah menjadi keseharian mayoritas kru Duniaku. Berikut beberapa hal menarik dari Windows 10 yang perlu kalian ketahui:

Windows 10 Feature Highlights

[youtube_embed id="3ngnzY5xtI8"] [page_break no="1" title="Versi Mobile-nya Disebut Windows Mobile 10"] Tidak lama lagi kalian bakal mulai mencari Windows Phone karena integasinya dengan Windows dan konsol Xbox One begitu dalam.[/caption] Dengan fokus mensinergikan pengalaman dan fungsi antara berbagai perangkat dan mengatasi kekurangan antara muka Windows yang mulai dikenalkan dalam Windows 8, maka penerus OS platform mobile mereka, Windows Phone, juga dijuluki Windows Phone 10, dan berbagi elemen antar muka serta aplikasi yang sama dengan OS Windows 10 PC. [page_break no="2" title="Universal App, Satu Aplikasi Untuk Banyak Platform"] Aplikasi Music di desktop, tablet dan smartphone berbagi interface. Semoga saja ada lebih banyak Universal App yang dikembangkan developer software nantinya.[/caption] [read_more link="http://www.duniaku.net/2013/05/22/xbox-one-usaha-microsoft-memasukkan-konsol-game-ke-ruang-keluarga/" title="Xbox One, Usaha Masukkan Konsol ke Ruang Keluarga"] Untuk membuat transisi antar perangkat yang berbeda tersebut, Microsoft mengenalkan kategori software baru, Universal Apps, yang menggunakan kode yang sama, namun beradaptasi dengan antar muka perangkat yang kalian gunakan. Mereka juga bakal mem-bundling aplikasi Universal mereka sendiri untuk OS tersebut, termasuk itu Photo, Video, Music, Map, People & Messaging dan Mail & Calendar, yang mana semua aplikasi bakal berfungsi sama di tablet, smartphone dan PC. Konten dari aplikasi disimpan dan disinkronisasikan melalui layanan cloud Microsoft OneDrive, sehingga kalian bisa langsung masuk kembali ke poin dimana kalian meninggalkan suatu aktivitas di pereangkat lainnya. Beberapa aplikasi Universal tersebut termasuk baru, seperti Photo, yang bisa mengunggah foto dan gambar dari PC dan perangkat mobile, mengaturnya, dan mensinkronisasikannya melalui OneDrive -- seperti saat ini, kalian bisa sinkronisasi antara Windows Mobile dan Windows 8 untuk password dan theme desktop. Sistem ini mampu mendeteksi adanya file yang sama, dan dengan cerdas memilih satu kopi saja dari gambar yang sama, serta otomatis menyatukannya dalam satu album. Kemudian untuk aplikasi Mail, juga sudah diperbaiki dan kini menjadi Outlook baru yang dilengkapi dengan editor yang berbasis sistemnya Microsoft Word. Lanjut ke halaman 2.... [page_break no="3" title="Satu Pasar Aplikasi yang Sama"] Satu pasar aplikasi yang sama.[/caption] Ekosistem aplikasi Windows Store diperbarui dan kini menjadi Windows Apps, yang tujuannya agar bisa dijalankan dalam berbagai platform (sebelumnya, Store untuk Windows Mobile berbeda dengan Store untuk perangkat desktop). Demikian Windows App dalam Windows 10 bisa diakses smartphone, tablet, Xbox One, dan perangkat lainnya yang kompatibel Windows 10. Yah, semacam Android, yang kini sudah merambah jam tangan, kacamata virtual, mobil, dan bahkan perlengkapan dapur. [read_more link="http://www.duniaku.net/2015/06/08/windows-10-hadir-juli-2015-untuk-semua-pc-ori-dan-bajakan/" title="Windows 10 Dirilis Juli Untuk PC ber-Windows Ori dan Bajakan"] Aplikasi Windows 10 nantinya saling berbagi kode antar platform, dengan fokus responsifitas sehingga bisa beradaptasi akan kebutuhan dan juga pilihan metode input (bisa keyboard / mouse, atau multi-touch menggunakan jari), sinkronisasi data antara perangkat Windows 10 (hebatnya, notifikasi, data credential (nama user, password ketika login di wen misalnya), dan bahkan memungkinkan fitur multiplayer cross-platform untuk para gamer, dan aplikasi tersebut didistribusikan melalui satu Store yang menjadi sati. Tidak perlu lagi bolak-balik ke alamat "toko" yang berbeda untuk mencari aplikasi Windows Phone, tablet atau desktop. Dan yang lebih hebat lagi, metode yang digunakan Sony Computer Entertainment untuk keluarga PlayStation, yaitu Cross Buy, juga diterapkan Microsoft di sini. Jika kalian membeli lisensi aplikasi untuk versi desktop-nya, misalnya, maka lisensi itu juga berlaku untuk aplikasi yang sama versi smartphone / tabletnya. [page_break no="4" title="Continuum, Kebebasan Mau Ngomputer Pakai Touch-Sreen atau Keyboard"] Windows 10 begitu fleksibel. Satu OS yang sinergi untuk banyak platform.[/caption] Antar muka Windows 8 yang banyak dikeluhkan mereka pengguna PC / laptop ber-keyboard dan mouse diperbaiki di sini. Interface Windows 10 bakal beradaptasi berganting jenis perangkat yang digunakan padanya, dan juga metode input apa yang tersedia. Microsoft menerapkan fitur baru yang disebut Continuum, dan berperan menangani transisi antara mode antar muka laptop hybrid (bisa jadi laptop atau tablet) dengan tablet yang memiliki docking keyboard. Saat keyboard terpasang, pengguna bakal mendapat ditawari apakah ingin berganti ke mode antar muka yang dioptimalkan untuk mouse dan keyboard, atau tetap pada mode yang optimal untuk pengoperasian dengan jari. [page_break no="5" title="Start Menu Benar-benar Dikembalikan di Sini"] Kini Start Menu dan interface Live Tile dengan desain Metro menyatu. Bebas diperbesar / diperkecil, atau tampil satu layar penuh.[/caption] Perubahan interface lainnya adalah penerapan menu Start yang baru dimana kalian bisa menemukan daftar aplikasi, dan juga tombol "All apps" di sisi kiri layar, dan live tile diposisikan di kanan. Menut Start bisa diubah ukurannya, atau diperluas memenuhi satu layar, yang mana menjadi tampilan default saat kalian mengoperasikan Windows 10 menggunakan perangkat berlayar sentuh (atau saat ini juga ditemui semua pengguna Windows 8). Menu Start dan Live Tile yang diperkecil. Terlihat di sisi kiri, ada tombol Start, tombol Cortana, dan juga Task View.[/caption] Dalam Windows 8.1, tombol Start memang kembali, namun ternyata itu sekadar shortcut masuk ke interface Metro dan Live Tile. Baru dengan klik kanan, kalian bisa menemukan menu-menu familiar Windows sebelumnya, ribet! Dengan Windows 10, Microsoft menyatukan Start Menu Windows lama, dan juga tampilan Live Tile , yang fleksibel karena bebas diperbesar dan diperkecil sesuai kebutuhan. Lanjut ke halaman 3.... [page_break no="6" title="Multitasking yang Lebih Baik"] Tombol Task View di sebelah tombol Search / Cortana.[/caption] Microsoft menerapkan sistem virtual desktop yang disebut Task View. Meng-klik tombol Task View di taskbar, atau cukup menyapukan jadi dari sisi layar untuk pengguna perangkat berlayar sentuh, bakal meunculkan semua jendela yang terbuka, dan memungkinkan pengguna berganti mengakses jendela lainnya yang berada dalam desktop berbeda. Banyak jendela terbuka? Kalian bisa atur masing-masing jendela aplikasi ke dalam virtual desktop khusus. Misalnya, aplikasi yang berhubungan dengan aktivitas browsing menjadi satu virtual desktop. Tekan Atl-Tab untuk berganti setiap desktop, dan kalian juga bisa melihat detail jendela yang terbuka di masing-masing desktop.[/caption] Fitur ini mirip seperti fitur Space-nya Apple dalam OS X, dan bakal sangat membantu kalian dalam mengatur beberapa jendela dan aplikasi yang terbuka, Kalian tidak perlu membuarkan beberapa jendela dan aplikasi terbuka tidak beraturan dalam satu desktop, kalian cukup buat virtual desktop lainnya untuk membuka jendela atau aplikasi tersebut. Sehingga kalian bisa mengoperasikan aplikasi lainnya yang lebih aktif digunakan sekarang ini, tanpa terganggu dengan banyak jendela aplikasi yang harus di-scroll ketika menekan tombol Alt -Tab misalnya. Task View ini jelas memudahkan pengoperasian menggunakan jari. Seperti tipikal aplikasi untuk tampilan Live Tile-nya Windows 8, aplikasi Windows Store sebelumnya juga hanya bisa digunakan dengan tampilan full-screen. Namun kini, kalian bisa bernafas lega karena toko online Microsoft tersebut bisa diakses dalam bentuk jendela terpisah di desktop, atau bisa juga dalam tampilan full-screen. [page_break no="7" title="Snap Assist, Jalankan Empat Aplikasi Bersamaan"] Saat kalian snap satu jendela, kalian langsung ditawari aplikasi yang berhubungan bisa di-snap juga untuk empat jendela yang mendapat porsi sama di tengah layar.[/caption] Bagi kalian yang membutukan membuka dan mengoperasikan beberapa aplikasi bersamaan, kini Windows 10 juga memungkinkan aplikasi dikunci ke salah satu dari empat bagian layar (atau salah satu dari dua sisi jika hanya ada dua jendela saja) dengan cara mudah, tinggal digeser saja jendelanya ke salah satu dari empat sudut layar. Ketika satu jendela aplikasi di geser ke salah satu sisi, maka kalian bakal diminta untuk memilih jendela keduanya, agar tampilan dapat terbagi dengan baik, menjadi dua atau empat jendela. Fitur itu disebut sebagai Snap Assist. Melihat jendela yang aktif bersamaan dengan Snap Assist.[/caption] Banyaknya program yang bisa diatur dalam dua sisi yang berbeda dipengaruh oleh resolusi layarnya. Bahkan sistem juga menyarankan aplikasi lain apa saja yang bisa kaloan gunakan untuk memenuhi ruang yang tersedia. [page_break no="8" title="Microsoft Terapkan Ikon Metro Di Desktop"] Google mungkin terinspirasi dengan bahasa desain Metro-nya Microsoft dalam menerapkan Material Desidn pada Android Lollipop. Meskipun nama Metro tidak lagi diterapkan, dan kini lebih disebut sebagai Windows Universal Apps, namun bahasa desainnya tetap dibawa dalam Windows 10 ini, dengan desain baru yang lebih datar, serta bisa kalian temui langsung di desktop, bukan lagi harus masuk ke tampilan Start menu-nya Windows 8. Lanjut ke halaman 4.... [page_break no="9" title="Windows 10 Punya Kolom Notifikasi Khusus"] Charms dari Windows 8 dihapus dalam Windows 10.[/caption] Charms (ini sebutan kolom berisi fungsi Search, Share, Start, Device dan Setting) dalam Windows 10 dihilangkan, namun fungsinya dalam aplikasi Windows Store bisa diakses dari menu "App commands" di titlebar. Di posisi Charms tersebut, kini duduk Action Center, yang mana sepeti pada Android atau iOS, menampilkan notification dan toggle untuk setting yang paling sering diakses (seperti untuk aktifkan/nonaktifkan konektivitas, pengaturan kecerahan layar dan kontras). Seperti Charms, untuk memunculkannya kalian tinggal sapukan jari dari sisi kanan layar (untuk pengguna berlayar sentuh), atau klik ikon di system tray. Apliksi Setting yang sebelumnya diakses melalui Charms, kini juga diperbaruai dan memasukkan lebih banyak opsi yang sebelumnya eksklusif dalam Control Panel desktop. Sehingga kini kalian tidak perlu mencari menu yang spesifik untuk mencari fungsi yang dibutuhkan. [page_break no="10" title="Microsoft Office Terbaru Bisa Disentuh!"] Di awal konfirmasi OS baru ini, Microsoft juga sudah menegaskan sebuah versi baru dari aplikasi editing mereka, yaitu aplikasi Office, dengan Word, Excel, PowerPoint serta Outlook untuk pertama kalinya bakal mendapatkan antar muka yang mengedepankan pengendalian melalui sentuhan. Ubahan yang kalian rasakan nantinya, seperti kolom panjang di sisi atas aplikasi, bakal tersembunyi, dan muncul saat kalian membutuhkannya saja (untuk mengoptimalkannya di layar tablet atau smartphone yang kecil). Dalam Outlook, kini kalian juga bisa menghapus pesan dari inbox dengan cara hanya menyapukan jadi ke kiri. Menyapukan jari ke kanan berfungsi untuk menandai pesan tersebut.

Windows 10: Enterprise Features & Core Experience for Businesses

[youtube_embed id="NfveyXCsiA8"]