TUTUP

HEBOH!! Ternyata Video Game Final Fantasy Menentang Ajaran Agama!

Apakah benar game Final Fantasy ternyata menyimpan rahasia besar dibalik ceritanya?

Tidak ada game populer yang lepas dari kontroversi, sama halnya dengan Final Fantasy. Game RPG yang sudah  tidak asing ini telah memiliki puluhan game dalam serialnya di berbagai console yang berbeda. Namun, ada satu kesamaan besar dalam beberapa game Final Fantasy yang berhasil membuat banyak penggemarnya harus berpikir dua kali sebelum memainkannya, kesamaan tersebut adalah mengenai alur cerita dalam beberapa game tersebut yang menggambarkan penentangan terhadap ajaran agama. Apakah benar terbukti serial Final Fantasy menentang ajaran agama? Berikut ulasannya!
[read_more id="245705"][clearboth] Konsep tentang Ketuhanan adalah tema yang banyak digunakan sebagai alur cerita dari hampir semua game Final Fantasy, namun, jika kamu lebih memperhatikan detail cerita tersebut, maka kamu akan dapat melihat sebuah pola yang mulai terbentuk dari  game tersebut, hal tersebut akan membuat kamu berfikir bahwa game Final Fantasy bukan sekedar game biasa. Kebanyakan game ternyata Final Fantasy memiliki alur cerita yang cukup berat, seperti penolakan terhadap ajaran suatu agama hingga menentang ajaran Ketuhanan. Jika kamu tidak percaya, mari kita bahas lebih dalam apakah benar Final Fantasy menentang ajaran agama. [read_more id="245730"] Final Fantasy X akan menjadi contoh pertama dalam hal ini. Walaupun banyak orang mengatakan bahwa game ini adalah salah satu game Final Fantasy yang sangat menarik dan menjadi favorit banyak orang, kebanyakan orang tidak menyadari bahwa petualangan Tidus dan rekan-rekannya ternyata menggambarkan penolakan terhadap organisasi agama. Secara singkat, alur cerita Final Fantasy X menceritakan tentang sebuah dunia dimana para penduduknya memuja seorang penguasa yang membutuhkan pengorbanan dari pengikutnya agar membuatnya menjadi lebih kuat, penguasa tersebut kemudian menggunakan kekuatan tersebut untuk merubah dirinya menjadi seekor paus raksasa bernama ‘Sin’ yang menghancurkan kota-kota besar demi memperlambat perkembangan teknologi dunia tersebut. Para penduduk lain yang ketakutan akan kekuatan Sin, kemudian membuat sebuah ajaran baru bernama ‘Church of Yevon’ yang bersumpah untuk menolak perkembangan teknologi karena mereka percaya hal tersebut akan tempat tinggal mereka bebas dari serangan Sin. [read_more id="179520"] Ringkasan cerita dari game tersebut kelihatannya telah membenarkan argumen bahwa ternyata Final Fantasy menentang ajaran agama. Para penduduk dunia Final Fantasy X memuja seorang penguasa, yang kemudian menggunakan bentuk ikan paus raksasa untuk menghancurkan beberapa kota besar agar menghambat perkembangan teknologi. Kemudian para penduduknya memutuskan untuk membuat sebuah ajaran baru yang dimana salah satu tokohnya menjadi antagonis utama dalam game ini. Selain menjadi karakter antagonis utama dan pendeta dari Church of Yevon, Seymour Guado bahkan memiliki keinginan menghentikan Sin dengan bergabung dan menggunakan kekuatannya untuk membunuh semua orang. Kelihatannya sudah sangat jelas bahwa tindakan Tidus menggambarkan penolakan terhadap sebuah ajaran agama, namun, jika hanya satu game Final Fantasy yang dibahas tentu tidak memperkuat argumen ini. Masih ada lagi yang lainnya! Lanjut ke halaman 2 . . . . [read_more id="239689"]Apakah kamu tahu kalau game Final Fantasy Tactis ternyata juga menggunakan tema Ketuhanan dalam gamenya? Church of Glabados, sebuah organisasi agama dalam dunia Final Fantasy Tactics, adalah dalang dibalik perang yang membuat dua faksi besar saling bertarung untuk memperebutkan tahta, namun, tujuan utama perang tersebut adalah untuk menutupi rencana Church of Glabados yang ingin membangkitkan Saint Ajora, Nabi mereka. Sebelum kematiannya, Saint Ajora meramalkan kedatangan Surga yang membuat Church of Fara, organisasi yang saat itu lebih berkuasa, menganggap Ajora sebagai seorang pembohong lalu mengeksekusinya. Sudah sangat jelas alur cerita ini dipengaruhi oleh cerita agama Kristen. [read_more id="245654"][clearboth] Pada akhir game tersebut, Ramza Beolve dan pasukannya berhasil mengalahkan Ajora yang baru saja dibangkitkan, namun, dia menghilang setelah terkena serangan terakhir dari Ajora dan dianggap sebagai musuh bagi Church of Glabados. Demi menutupi kenyataan tentang pertarungan Ajora dan Ramza, para anggota Church of Glabados kemudian menghukum mati Orran Durai, rekan Ramza yang mencoba untuk menuliskan kejadian sesungguhnya dari pertarungan Ajora dan Ramza. [read_more id="245769"] Jika kamu masih belum yakin, maka sekarang kita akan membahas game Final Fantasy yang mungkin tidak diketahui oleh beberapa orang, Final Fantasy Legends. Game ini dirilis untuk handheld jadul Game Boy dan kebanyakan orang kesulitan untuk menyelesaikannya karena tingkat kesulitannya yang sangat tinggi. Dalam salah satu bagian game tersebut, kamu harus berjalan menuju lantai atas dari Tower of Paradise dan berhadapan dengan Ashura. Dalam konfrontasi tersebut, Ashura memberikan kesempatan kepada tim karakter kita untuk menjadi penguasa dunia yang kemudian ditolak dan membuat kita harus bertarung dengan Ashura. [read_more id="223620"]Setelah pertarungan tersebut, saat tim kita akan berjalan memasuki Paradise, kita justru terjatuh dan terpaksa harus mengulangi perjalanan menuju lantai paling atas. Setelah mengulangi perjalanan tersebut untuk kedua kalinya, kita akhirnya bertemu dengan Creator, sosok yang menciptakan seluruh dunia Final Fantasy Legends dan membuat Tower of Paradise sebagai sebuah permainan untuk menguji seluruh umat manusia. Creator kemudian memberikan kita satu permintaan, namun, karena merasa telah dipermainkan, sekali lagi kita harus melawan sosok yang dianggap sebagai Tuhan dalam dunia Final Fantasy. Setelah berhasil mengalahkan Creator dan Ashura, karakter utama kita dan rekan-rekannya kembali ke dunia mereka yang sekarang tidak memiliki sosok Tuhan. [read_more id="183793"]Selain ketiga contoh tersebut, masih ada berbagai contoh lain yang dapat dibahas tentang hubungan antara Final Fantasy menyatakan bahwa Final Fantasy menentang ajaran agama, mulai dari penggambaran Sephiroth hingga penggunaan sihir untuk membunuh sosok yang dianggap sebagai Dewa, ada begitu banyak hal lain yang dapat dijadikan contoh dalam hal ini. Namun, apakah memang hal ini hanyalah suatu kebetulan yang tidak disengaja, atau memang pembuatnya sengaja membuat sebuah game yang secara tidak langsung mengajarkan tentang penentangan suatu kelompok agama? Apakah argumen ini berhasil merubah pandanganmu terhadap Final Fantasy? Apakah kamu setuju jika Final Fantasy menentang ajaran agama? Berikan pendapatmu melalui kolomkomentar yah!