TUTUP

Review TAWUR Volume 2: Semakin Seru dengan Karakter Baru!

Melanjutkan kisah sebelumnya, kini Budi harus berhadapan dengan musuh baru yang lebih kuat! Seperti apakah TAWUR volume 2? Simak saja review-nya di sini!

Melanjutkan kisah sebelumnya, kini Budi harus berhadapan dengan musuh baru yang lebih kuat! Seperti apakah TAWUR volume 2?

Pada perhelatan event Creators Super Fest 2017 ini, saya menyempatkan diri mampir ke booth PC01 milik Re:on Comics. Di sana, saya berjumpa dengan kreator komik TAWUR, C. Suryo Laksono. Selain berbincang-bincang dengan sang kreator, saya juga membeli komik TAWUR volume 2 yang dijual di sana. Seperti apakah TAWUR volume 2? Berikut ini adalah review komik TAWUR volume 2!

Warning: Review Ini Mengandung Spoiler Ringan

[read_more id="238084"]

Sinopsis

Cover TAWUR volume 2 bisa dibilang lebih keren dan eye-cacthy daripada volume pertamanya[/caption] Melanjutkan volume 1, kini Budi dan Wiji harus berhadapan dengan kepala suku SMAN 70, Arjun "Oppa" Iswara. Tentu saja, musuh yang satu ini tidak bisa diremehkan. Berniat untuk mencari informasi mengenai Arjun ini, Budi dan Wiji malah ditantang ikut pertandingan basket 3 on 3 di pentas seni SMAN 070 oleh Arjun. Karena kekurangan jumlah, Budi dan Wiji pun mulai mencari anggota tambahan supaya dapat mengikuti pertandingan basket tersebut. Setelah susah payah mencari anggota tambahan, mereka pun akhirnya merekrut Wina, teman sekelas Budi dan adik Wiji. Mendapatkan tambahan kekuatan baru, bisakah mereka mengalahkan Arjun sang kepala suku SMAN 70?

Ketambahan Tokoh Baru Yang Tak Kalah Unik

Atas kiri - kanan: Wiji, Wina | Bawah: Budi[/caption] Memasuki babak baru, TAWUR volume 2 memperkenalkan tokoh-tokoh baru yang unik dan memberi variasi warna pada TAWUR. Ada Wina, teman sekelas Budi dan adik Wiji, yang meskipun seorang perempuan berwajah cukup manis ternyata berbadan kekar, tinggi, dan sangat kuat—bahkan bisa dibilang lebih kuat daripada orang dewasa normal. Berbanding terbalik dengan kakaknya yang bersuara merdu, suara Wina ini bisa dibilang jelek. Dengan segala kontradiksi yang ada, tokoh Wina ini memberikan sebuah komedi segar yang akan membuatmu nyengir hingga tertawa terbahak-bahak selama membaca volume 2. Karakter yang satu ini berasa banget "Korea"-nya![/caption] Selain Wina, ada juga Arjun "Oppa" Iswara, kepala suku SMAN 70 dan pacarnya, Yona. Sesuai nama mereka, keduanya adalah pasangan siswa-siswi yang korea banget! Arjun dan Yona ini terkadang terlihat konyol, tetapi di lain pihak juga menyebalkan. Dalam cerita, Arjun diceritakan sebagai seorang kepala suku yang tak kalah kuatnya dibandingkan Margo. Kekuatannya juga, meski dalam volume 2 hanya diperlihatkan sekilas, tetapi cukup membuat penasaran. Selain tokoh-tokoh yang disebutkan di atas, tentunya masih ada tokoh baru lain yang muncul, seperti kepala sekolah SMAN 999 yang nyentrik dan juga karakter misterius yang Wiji temui di dalam bis. Meski tampil hanya sekilas, tampaknya mereka akan mendapatkan peran yang lebih penting di volume selanjutnya.

Plot Cerita Yang Semakin Menarik

Budi dan Wiji kini ketambahan tenaga baru: Wina![/caption] Bertemu musuh baru, tentu saja akan memberikan konflik baru. Ya, pada volume ke-2 ini ternyata diceritakan bahwa sebenarnya Budi belum cukup kuat untuk mengalahkan para kepala suku SMA lain di babak utama. Dan dia harus berkembang menjadi lebih kuat lagi supaya bisa memenangkan TAWUR. Meskipun mereka beraliansi dengan SMA 99, ternyata aliansi tersebut tidak dapat digunakan seenaknya oleh Budi dan Wiji. Mereka harus meyakinkan murid SMA 99 lainnya sebagaimana mereka meyakinkan kepala suku SMA 99, Margo, supaya aliansi mereka diterima. Hal ini sepertinya membuka kemungkinan bahwa sekolah SMA 99 bisa jadi terpecah di masa mendatang, atau mungkin Margo dan SMA 99 baru akan membantu Budi dan Wiji secara mengejutkan nantinya. Selain itu, seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, kemunculan kepala sekolah SMA 999 yang nyentrik terasa cukup mencurigakan. Belum lagi munculnya sosok misterius yang bertemu dengan Wiji membuat saya semakin penasaran siapa tokoh itu sebenarnya dan kenapa dia bisa mengenal Wiji ketika pertama kali muncul. Benar-benar menarik untuk dinantikan kisah selanjutnya!

Meskipun ada beberapa perkembangan, tetapi volume 2 ini juga memiliki beberapa kelemahan, lho! Apa sajakah itu? Lanjut ke halaman 2...

Pengembangan Karakter Tokoh Utama Melemah

Kyaaa~~ Mama Starki!! >_<[/caption] Sayangnya, konflik baru dan tokoh baru ini tidak diimbangi dengan pengembangan karakter yang cukup baik. Karakter Budi, meskipun disajikan bersamaan dengan masa lalunya yang misterius, terasa hambar di volume ke-2 ini. Hal yang sama juga terjadi pada Wiji. Hanya Wina yang benar-benar menarik di volume 2. Selain itu, Arjun dan Yona antagonis di volume 2 terasa lemah. Yang saya maksud lemah di sini bukan berarti lemah secara kekuatan, tetapi secara penokohan. Entah kenapa, meskipun saya diperlihatkan situasi Arjun dan Yona yang sepertinya susah/sedih sehingga mereka menjadi seperti sekarang ini, saya tak dapat bersimpati kepada si Arjun dan Yona ini. Rasanya, saya tak peduli dengan mereka ataupun apa yang akan terjadi pada mereka selanjutnya. Saya malah berharap Budi, Wiji dan Wina segera bertarung melawan dan mengalahkan mereka berdua sehingga plot cerita dari TAWUR bisa berlanjut kembali. Tak ketinggalan, desain karakter Arjun bisa dibilang aneh—apalagi ketika dia mengaktifkan "Aspek TAWUR" yang menjadi kekuatan spesialnya. Mungkin yang satu ini pendapat subyektif saya, tetapi saya tidak merasakan sesuatu yang unik dan keren seperti halnya Margo si Superior dari penampilan Arjun. Ya, Margo masih terasa lebih superior jika dibandingkan dengan Arjun. Oh, dan saya protes karena "Mama" Starki kurang mendapatkan screen time di volume 2 ini. She needs more screen time! Terutama bersama dengan Budi. Hahaha... [read_more id="309249"] [duniaku_adsense]

Kesimpulan: Oppa TAWUR Style!

Sayangnya, saya kurang peduli dengan si antagonis. Budi juga tak mengalami perubahan yang berarti di volume 2.[/caption] Saya cukup bimbang untuk menilai volume ke-2 dari TAWUR ini. Di beberapa aspek, volume 2 ini mengalami peningkatan. Akan tetapi, pada beberapa aspek lainnya, mengalami penurunan. Pengenalan tokoh baru membuat plot cerita semakin menarik. Hanya saja, cukup disayangkan tokoh-tokoh baru ini mengurangi pendalaman karakter tokoh utama. Bisa dikatakan, TAWUR volume 2 berkembang dari segi visual dan story, tetapi melemah dari segi karakter. Jika dibandingkan dengan volume pertama, volume ke-2 terasa lebih sepi. [duniaku_baca_juga] Itulah tadi review komik TAWUR volume 2. Apakah kamu sudah membaca volume keduanya? Bagaimana pendapatmu mengenai komik ini? Suarakan pendapatmu di kolom komentar ya...