TUTUP

Turnamen Perdana Vandaria Arkana Pada Hari Ketiga Popcon Asia 2013

Hari ketiga Popcon Asia 2013 merupakan hari yang ditunggu-tunggu oleh Vandarian. Pada hari minggu, 7 Juli 2013, inilah turnamen perdana diadakan untuk Vandaria Arkana. Latihan dan pendaftaran turnamen telah dilakukan sejak dua hari sebelumnya. Simak keseruan turnamen Arkana di sini!

Hari ketiga Popcon Asia 2013 merupakan hari yang ditunggu-tunggu oleh Vandarian. Pada hari minggu, 7 Juli 2013, inilah turnamen perdana diadakan untuk Vandaria Arkana. Latihan dan pendaftaran turnamen telah dilakukan sejak dua hari sebelumnya. Kebanyakan peserta sudah pernah bertemu calon lawan mereka pada hari Jumat atau Sabtu, jadi taktik dan intrik telah disiapkan untuk menghadapi lawan-lawan di pertandingan. Politik, pengkhianatan, ketegangan, dan keteguhan dalam permainan menuntut para peserta untuk selalu waspada selama turnamen. Mau ikut Turnamen Arkana? Waspadalah! Waspadalah! (Reynold)[/caption] Turnamen dimulai pada siang hari, jam 1 lewat.  Sebagian besar peserta adalah guildsman Vandaria Wars, tapi ada juga peserta yang baru mengenal Vandaria dua hari sebelumnya. Dua belas peserta bertanding dalam tiga babak penyisihan (masing-masing 4 orang) untuk menentukan 3 finalis. Pemenang babak penyisihan harus dua kali memenangkan permainan. Peserta-peserta babak pertama bermain santai sembari menunggu peserta keempat datang. (kiri-kanan: Andiko, Godewyn, Reynold, Felix)[/caption] Setiap permainan diawasi oleh Hans J. Gumulia (penulis Vandaria Saga) atau Felix Adrianto (ilustrator dan pengembang Vandaria Wars dan Vandaria Arkana). Merekalah yang mengocok, membagikan kartu, dan menuntaskan kebingungan-kebingungan yang terjadi dalam permainan. Sebagai pengawas turnamen, Hans J. Gumulia membagikan kartu kepada para peserta.[/caption] Setelah tiga kartu teritori dan dua kartu strategi dibagikan, setiap peserta melempar dadu untuk menentukan siapa yang berhak memulai permainan. Aturan permainan selengkapnya dapat dibaca di Vandaria Newsletter Volume 16 atau di artikel ini dan ini. Dadu dilempar untuk menentukan pemain yang mendapatkan giliran pertama.[/caption] Peserta babak penyisihan pertama adalah Andiko, Godewyn, Reynold, dan Fal. Peserta-peserta babak berikutnya dengan antusias menonton mereka. Babak ini berlangsung dengan cepat karena Andiko memenangkan permainan dua kali berturut-turut. Godewyn (8 tahun) peserta termuda Turnamen Arkana[/caption] Babak penyisihan kedua merupakan ajang bagi Fachrul R.U.N. (penulis Vandaria Saga: Hailstorm dan Redfang), Ken-Ken (komunitas 3DS), Abe Mitsuteru (Well+Done), dan Dennis Rentian (Japanese Station) untuk membuktikan kemampuan mereka. Kemenangan pertama diperoleh dengan susah-payah oleh Ken-Ken karena harus bersaing ketat dengan Fachrul. Pertandingan kedua (kiri-kanan: Fachrul R.U.N., Ken-Ken, Abe Mitsuteru, Dennis Rentian)[/caption] Pada satu saat Fachrul dan Ken-Ken sama-sama mempunyai lima kartu teritori. Mereka harus berebut dan bertahan dari serangan-serangan tak terduga demi menjadi pemenang. Ketika wilayahmu diserang, sanggupkah kau mempertahankannya?[/caption] Perjalanan Ken-Ken tidaklah mulus. Permainan-permainan berikutnya dimenangkan oleh Fachrul dan Abe. Mereka bertiga mempunyai kesempatan yang sama untuk memenangkan babak penyisihan. Juga masih ada kesempatan bagi Rentian untuk mendapatkan kemenangan. Trias dan duas! Satu kali menang di babak penyisihan kedua, Abe perlu satu kemenangan lagi untuk maju ke babak final![/caption] Walaupun jalannya berliku, Ken-Ken pada akhirnya menang lagi dan berhak maju ke babak final. Saat babak penyisihan kedua berlangsung, babak penyisihan ketiga juga diadakan. Esqi, Hanan, Kurniawan, dan Jovi mengerahkan segenap kemampuan mereka untuk menjadi pemenang. Oleh karena itulah permainan pertama mereka menjadi permainan paling lama: hampir setengah jam. Esqi Setiadi memenangkan permainan panjang ini. Sayangnya Esqi tidak bisa melanjutkan turnamen sehingga tinggal Hanan, Kurniawan, dan Jovi bertanding bertiga pada babak ini. Babak ketiga diawali dengan game yang sengit selama hampir setengah jam. (kiri-kanan: Kurniawan, Jovi, Hans, Esqi, Hanan)[/caption] Babak ini menjadi babak paling ramai karena Kurniawan mengupayakan berbagai manipulasi lisan terhadap pemain-pemain lain. Kecerdikannya terbukti berhasil menyelamatkan dirinya saat terdesak saat tidak mempunyai kartu untuk menyerang atau berlindung. Kurniawan pun menjadi pemenang babak penyisihan ketiga. Bahkan kala semua teritori yang kau perlukan ada di tanganmu kemenangan masih jauh dari kepastian.[/caption] Maka terkumpul sudah tiga finalis. Karena jumlah pemain ideal Vandaria Arkana 4 orang, babak penyisihan keempat diadakan. Reynold, Godewyn, Abe, Hanan, dan Fachrul bertanding lagi untuk memperebutkan kursi finalis keempat. Inilah kesempatan emas mereka untuk kembali ke dalam turnamen. Babak keempat menjadi harapan terakhir peserta-peserta yang kalah pada babak-babak sebelumnya untuk turut ke babak final. (kiri-kanan: Reynold, Hanan, Godewyn, Fachrul, Abe, Felix)[/caption] Untuk menjadi pemenang babak keempat, peserta hanya perlu memenangkan satu permainan. Jadi setiap langkah harus dipikirkan baik-baik karena tidak ada kesempatan kedua. Strategi apa yang akan kau gunakan? Cegatan, menghindar, melawan, atau serangan?[/caption] Fachrul memenangkan babak ini dan melaju ke babak final melawan Andiko, Ken, dan Kurniawan. “Jangan menyia-nyiakan kemenangan tadi,” pesan Abe, peserta babak keempat, kepada Fachrul. Babak final yang menegangkan![/caption] Andiko dan Ken-Ken sudah bermain Vandaria Wars sejak dimulainya TCG tersebut pada 2005. Kurniawan bukan pemain VW segiat Andiko dan Ken-Ken tapi tidak kalah ulet dalam permainan. Walaupun selama sepuluh tahun Fachrul lebih akrab dengan cerita Vandaria daripada TCG-nya, Fachrul mampu mengimbangi lawan-lawannya. Siapakah yang menjadi pemenang? Fachrul R.U.N. menimbang kartu-kartunya dengan serius seperti sedang memilih siapa saja tokoh novel berikutnya yang akan mati…[/caption] Andiko selalu mengamati kartu-kartu lawan dengan hati-hati.[/caption] Kurniawan dari Duniaku.net bermain dengan mengandalkan manipulasi.[/caption] Memang tidak dengan mudah, tapi Ken-Ken berhasil menang dua kali berturut-turut di babak final. Enam kartu teritori berhasil dikumpulkannya dengan segala risiko dan ancaman dari pemain-pemain lain. Pose kemenangan Ken-Ken.[/caption] Sebagian dari kita mungkin tidak heran dengan kemenangan Ken-Ken. Pada National Championship of Vandaria Wars 2009 di Bandung gelar Runner-Up diraih olehnya. Ken-Ken berhak atas hadiah berupa merchandise terbaru Vandaria yang diserahkan oleh Felix Adrianto di tempat. Pada saat Arkana diluncurkan pada Indonesia Game Show September nanti Ken-Ken juga berhak mendapatkan satu pak Arkana. Felix Adrianto menyerahkan hadiah kepada Ken-Ken, juara Turnamen Perdana Vandaria Arkana.[/caption] Demikian berakhirlah Turnamen Perdana Vandaria Arkana. Permintaan pre-order dan tutorial mengalir deras selepas turnamen. Dipta Erlangga pun turut membina calon-calon pemain Vandaria Arkana berikutnya. Kesempatan berikutnya untuk bermain Vandaria Arkana adalah pada Indonesia Game Show saat Arkana diluncurkan secara resmi. Tutorial Arkana berlangsung hingga Popcon Asia 2013 hampir ditutup.[/caption] Selama turnamen, networking spot di booth Vandaria tetap berfungsi. Sutradara Billy Christian datang mengunjungi booth untuk mengobrol dengan Anton Budiono dan Ami Raditya dari Vandaria Internasional. Apa saja yang mereka diskusikan? Mungkin jawabannya bisa kita temukan pada Indonesia Game Show 6-8 September 2013 nanti. Selama turnamen, Ami Raditya dan Anton Budiono berdiskusi dengan sutradara Billy Christian.[/caption] Terima kasih atas kehadiran dan partisipasi teman-teman semua untuk menyukseskan kegiatan-kegiatan Vandaria di Popcon Asia 2013. Sampai jumpa di acara berikutnya! Vandaria: Semesta Pamungkas (kiri-kanan: Anton Budiono, Ami Raditya, Melody Violine, Felix Adrianto, Hans J. Gumulia)[/caption]