TUTUP

Serunya Booth Vandaria di Indonesia Game Show 2013 dan Turnamen Vandaria Arkana Kedua

Vandaria membuka booth di Indonesia Game Show 6-8 September 2013 lalu untuk turut memeriahkan pameran game terbesar di Indonesia ini. Selain itu juga diadakan turnamen kedua Arkana yang sekaligus merayakan peluncuran card game tersebut di IGS 2013.

Vandaria membuka booth di Indonesia Game Show 6-8 September 2013 lalu untuk turut memeriahkan pameran game terbesar di Indonesia ini. Sebagai IP fantasi terbesar di Indonesia, Vandaria berkomitmen untuk turut memajukan industri game Indonesia dengan game-game berlatar semesta Vandaria. Video game pertama Vandaria, dikembangkan oleh Toge Productions, berjudul Lords of Vandaria dan menjadi nominator Game Developer Award yang merupakan bagian dari IGS 2013. Game terbaru yang diluncurkan di IGS 2013 ini adalah card game Vandaria Arkana. Arkana dicetuskan oleh Rynaldo C. Hadi dan dikembangkan oleh Felix Adrianto dkk. untuk membangkitkan semangat Vandaria Wars, trading card game Vandaria yang Berjaya pada 2005-2011. Untuk mendukung peluncuran Arkana, Rynaldo terbang dari Bali khusus untuk IGS 2013. Maka terjadilah pertukaran tanda tangan antarpenulis Vandaria: Rynaldo dan Fachrul R.U.N. Rynaldo C. Hadi dan Fachrul R.U.N.[/caption] Hans J. Gumulia masih menyediakan kartu eksklusif Liarra dan Althor, dua tokoh dari seri Elir yang ditulis olehnya, bagi siapa pun yang datang ke booth Vandaria dengan membawa novel Takdir Elir atau Masa Elir. AJ Jun, head butler dari Platina Parlour, tidak menyia-nyiakan kesempatan ini. AJ Jun, head butler dari Platina Parlour, butler café yang sedang dibuka di AFA ID 2013.[/caption] Booth Vandaria juga menjadi lokasi gathering dan networking dengan banyak pelaku industri kreatif seperti penulis fiksi dan pengembang game Indonesia. Beberapa penulis fantasi dari komunitas LCDP berkumpul di booth Vandaria pada hari Jumat.[/caption] Dien Wong dari Altermyth dan Ami Raditya dari Vandaria[/caption] Sepanjang IGS 2013, staf Vandaria siap mengajarkan cara bermain Arkana kepada para pengunjung. Namun, Arkana sendiri baru bisa dibeli pada hari terakhir, yaitu hari Minggu. Harga Rp80.000,00 dinyatakan sebagai harga khusus IGS 2013, jadi harga retail resmi Arkana nanti bisa jadi melebihinya. Beruntung bagi orang-orang yang sudah melakukan Pre-Order Arkana pada Popcon 2013, mereka hanya perlu mengeluarkan selembar lima puluh ribu pada 5-7 Juli lalu dan tinggal mengambil Arkana pada IGS 2013. Satu boks Arkana sudah bisa dimainkan oleh 3 sampai 6 orang.[/caption] Turnamen Arkana Kedua: Jauh Lebih Alot Untuk merayakan peluncuran Arkana, turnamen kembali digelar pada hari terakhir pameran game bergengsi ini. Enam belas peserta mendaftarkan diri untuk memperebutkan gelar juara, termasuk Kenken Cashernn juara Turnamen Arkana pertama. Dengan iming-iming hadiah utama sebesar Rp1.250.000,00, turnamen kedua ini berlangsung jauh lebih alot daripada turnamen pertamanya. Turnamen berlangsung dari jam 1 siang sampai menjelang jam 7 malam. Ramainya Turnamen Arkana kedua yang digelar di IGS 2013[/caption] Enam belas pemain dibagi menjadi empat babak. Dalam setiap babak, seorang pemain harus memenangkan dua permainan untuk lolos ke babak final. Pemain yang memenangkan dua permainan pada babak final dinyatakan sebagai juara. Rynaldo, Hans, dan Felix bergantian mengawasi berjalannya setiap permainan. Trio pengawas Turnamen Arkana (ki-ka: Rynaldo C. Hadi, Felix Adrianto, Hans J. Gumulia)[/caption] Babak pertama mengadu empat pemain dari tiga kota: Billy dan Elwin dari Surabaya, Esqi dari Bandung, dan Jimmy dari Jakarta. Keempatnya sudah berpengalaman bermain card game dan trading card game, bahkan Elwin dan Esqi sudah berkali-kali mengikuti turnamen Vandaria Wars. Permainan pertama yang berlangsung selama hampir setengah jam ditutup dengan kemenangan Elwin. Tidak mau membiarkan Elwin menjadi juara, permainan berikutnya dimenangkan oleh Billy dengan sama sulitnya. Esqi merebut giliran berikutnya untuk memenangkan permainan. Babak pertama (kiri ke kanan: Billy, Elwin, Esqi, Jimmy)[/caption] Ketika penonton mengira pemenang babak ini ditentukan pada permainan keempat, Jimmy memenangkannya. Kendati Jimmy pemain termuda dan baru mengenal Arkana selama beberapa jam, Jimmy membuktikan bahwa dirinya mampu bersaing dengan ketiga pemain veteran di meja babak pertama. Permainan terakhir pun digelar dan diakhiri dengan… Demi Vandaria! Jimmy menang dan berhak maju ke babak final. Karena tidak sabar menunggu babak pertama berakhir dan meja lain masih digunakan untuk tutorial, empat pemain berikutnya menggelar babak kedua di karpet. Termasuk di antara mereka adalah Athira, pembuat novel grafis Hailstorm, yang rela terbang dari Surabaya demi turnamen ini. Tiga pemain lain adalah Kurniawan dari Duniaku, Andiko guildsman Vandaria Wars, dan Ivan dari majalahgame.com. Kurniawan, finalis Turnamen Arkana pertama, memenangkan permainan pertama, tapi dua permainan berikutnya disabet oleh Ivan berturut-turut. Maka Ivan bergabung dengan Jimmy yang sedang menonton babak ketiga dan keempat sembari menunggu babak final. Babak kedua (searah jarum jam: Athira, Andiko, Ivan, Kurniawan)[/caption] Babak ketiga mengadu dua guildsman Vandaria Wars, yaitu Rico dan Kenken, Febrianto dari Duniaku, dan Abe Mitsuteru dari Well+Done. Lagi-lagi kemenangan digilir di antara empat pemain; urutannya adalah Kenken, Febri, Rico, dan Abe. Sebagai juara turnamen pertama, Kenken diunggulkan untuk memenangkan babak ini, tapi Rico mengunggulinya dengan memenangkan permainan kelima. Babak ketiga (searah jarum jam: Febrianto, Rico, Abe, Kenken)[/caption] Babak penyisihan terakhir mempertandingkan Gelu, Raka, dan Hari dari Jakarta dan Cornell dari Surabaya. Gelu dan Hari baru belajar memainkan Arkana saat babak pertama sedang berlangsung. Raka bahkan belum sempat mencoba bermain Arkana, hanya belajar dari menonton babak-babak sebelumnya. Meskipun demikian, Raka sempat menyelingi dua kemenangan Gelu dengan satu kemenangannya sendiri. Babak keempat (kiri ke kanan: Gelu, Raka, Cornell, Hari)[/caption] Walaupun hari sudah sore dan turnamen telah berlangsung selama berjam-jam, semangat para finalis tidak surut. Kegigihan Gelu membuahkan kemenangan pada permainan pertama. Sayangnya, pada permainan berikutnya ketiga pemain lain memberondong Gelu agar tidak meraih kemenangan lagi. Panjangnya turnamen Arkana kali ini tidak hanya menguji kepiawaian dalam bermain kartu, tapi juga ketahanan terhadap keletihan dan kelaparan. Siapakah yang berhasil mempertahankan konsentrasinya selama itu untuk menjadi juara Turnamen Arkana kedua? Dialah Rico Kristianto. Rico memenangkan Turnamen Arkana kedua dan hadiah uang tunai sebesar Rp1.250.000,00, sementara Jimmy, Ivan, dan Gelu harus puas menjadi finalis.[/caption] Bagi teman-teman yang tidak hadir di IGS 2013, kamu bisa merasakan sendiri betapa serunya bermain Arkana apabila telah memilikinya. Stok pertama Arkana ludes di IGS 2013 dan akan segera diisi kembali. Pantau terus fanpage Facebook Vandaria dan Twitter @vandariasaga agar tidak tertinggal beritanya.