TUTUP

GREGET! Pria ini Lebih Pilih Batal Nikah Demi Turnamen DotA 2!

Bagi banyak orang, pernikahan merupakan momen paling indah dalam hidup. Tapi tidak untuk gamer ini. Dia batal nikah demi DotA 2!

Bagi banyak orang, pernikahan merupakan momen paling indah dalam hidup. Tapi tidak untuk gamer asal Filipina ini. Penggila game online ini batal nikah demi turnamen Defense of Ancient 2 (DotA 2). Lho, kok?! Terjadi di Baguio, Filipina, minggu lalu. Seorang wanita seharusnya berbahagia karena dia akan dinikahi pasangannya. Bahkan jauh-jauh hari, mereka berdua telah merancang acara pernikahan tersebut. Sayangnya, pada hari H, ternyata sang mempelai pria tidak muncul. Semua tamu undangan, pendeta, mertua, orang tua sudah hadir di gereja untuk meresmikan pernikahan mereka. Tapi ternyata setelah tiga jam menunggu, mempelai pria tak kunjung datang. Dia juga tidak memberikan alasan dan kabar apapun mengenai dirinya. Tentu saja, hal tersebut selain membuat calon mertua marah, juga membuat banyak orang terutama sang gadis sangat kecewa. Duh, kasihan betul. Kisah ini berbanding terbalik dengan kisah cinta tragis programer game asal China [baca: Tembak Gebetan dengan 99 iPhone, Cinta Programer Game ini Tetap Ditolak!]. Foto mempelai wanita (sumber: Altervista)[/caption]   Usut punya usut, si pria ternyata tengah berjuang untuk memperebutkan item langka di kompetisi DotA 2. Dia lebih memilih memburu kemenangan di depan layar monitor ketimbang harus mengikat janji suci dengan wanita pilihannya. Menurut keterangan mempelai wanita, pasangannya itu memang sudah kecanduan banyak game online sejak mereka masih pacaran. Meski demikian, sang kekasih tidak menyangka bahwa pria idamannya malah lebih memilih game online ketimbang pernikahan mereka. Sebelumnya sang pria memang sudah berusaha untuk menghilangkan kecanduannya akan DotA 2. Dia bahkan berjanji untuk pensiun DotA 2 sebelum menikah. Tapi bukannya tobat, kencanduan ini semakin parah. Baca: Universitas di China Ini Tawarkan Mata Kuliah Bermain DotA! Selang tiga jam menanti, sang mempelai wanita serta mertuanya kemudian mencari pria tersebut di warnet-warnet. Mereka memergokinya di warnet termpat dia mengikuti turnamen DotA 2. Parahnya, si pria tersebut bukan merasa bersalah, malah terus melanjutkan turnamen DotA 2, tak perduli dengan kekasihnya yang sudah berpakaian pengantin. Kontan calon mertua meradang. Ayah dari mempelai wanita itu menghajar calon menantunya. Nyaris terjadi keributan besar, andai tak dilerai. Mungkin si pria lebih memilih ini sebagai waifu-nya[/caption]   Saat ini pernikahan mereka batal dilaksanakan. Calon pengantin wanita dengan tegas lebih memilih untuk mengakhiri hubungannya. Sementara pasangannya harus masuk panti rehabilitasi kecanduan game. Baca: Inilah Nasib Anak-anak Korban Kecanduan Game Online! Dalam kasus ini, kita tidak bisa menyalahkan game. Toh, DotA juga terbukti bisa membuat seorang mahasiswa lulus cum laude [baca: Mahasiswa ITB Lulus Cumlaude Berkat Hero Cewek Dota 2!]. Sebagai orang yang juga pernah kecanduan game online, saya bisa memahami sikap calon pengantin pria. Ini soal item langka lho! Sayangnya, saya tidak mendapat info selangka apa item yang diperebutkan di turnamen tersebut. Sumber: [outbound_link text="http://pinoytrending.altervista.org/man-didnt-attend-wedding-joining-mini-tournament-dota2/" link="Altervista"]