TUTUP

Angki Trijaka: Gamer Profesional Siap Menjadi Atlet Nasional!

Angki Trijaka, wakil ketua IeSPA, sangat optimis bahwa World of Gaming 2015 bisa menciptakan perubahan positif bagi para pecinta game di tanah air sehingga bisa menjadi atlet membanggakan bagi bangsa.

Angki Trijaka selaku Wakil Ketua IeSPA, asosiasi olahraga elektronik Indonesia menyatakan bahwa industri game di tanah air saat ini sedang mengalami kemajuan pesat, dibuktikan oleh keseriusan pemerintah dalam mengamati dan meningkatkan kepedulian pada aktivitas yang masih sering dianggap sebagai hobi personal ini. Pernyataan tersebut disampaikan dalam pembukaan acara World of Gaming 2015 yang diselenggarakan di Tangerang, mulai Kamis, 6 Agustus 2015 lalu.

Sistem Peringkat Nasional

[read_more id="216467"] Kerjasama dengan pemerintah itu diwujudkan dalam bentuk jalinan interaksi dengan server milik Kementrian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) yang akan menyusun sistem peringkat pemain terbaik di tanah air. Inilah terobosan yang luar biasa mengingat ranah gaming di Indonesia masih sering diremehkan dan dipandang sebelah mata karena dianggap tak bermanfaat bagi generasi muda. Angki Trijaka menjelaskan bahwa sistem peringkat yang dimaksud akan menjadi titik acuan dari setiap gamer perihal ukuran prestasi dan kemampuan mereka selama ini. Di bawah naungan Kemenpora, para gamer di tanah air nantinya akan menempati kedudukan yang setara dengan atlet nasional. Sistem peringkat tersebut akan dinilai berdasarkan standar dan kategori yang ditetapkan oleh Acara yang digelar di Indonesia Convention & Exhibition dari tanggal 6 hingga 9 Agustus kemarin dibuka dengan perwakilan dari pemerintah, yaitu Bambang Heru Cahyono dari Kemenkominfo. Untuk pertama kalinya juga acara ini diselenggarakan dan sengaja memilih Indonesia sebagai tuan rumah. Hayono Isman selaku ketua FORMI yang turut menghadiri acara pembukaan itu menyatakan dukungannya pada game/esport sebagai salah satu cabang olahraga yang patut mendapatkan dukungan serius dari pemerintah. Penyelenggaraan kompetisi ini dilangsungkan atas kerjasama dari Prime Games, Kairos, dan Sinarmas Land. Diharapkan bahwa dalam turnamen yang berlangsung selama tiga hari ini, akan terbentuk sejumlah tim gamer profesional yang akan melambungkan prestasi Indonesia di ranah global. Prestasi anak-anak Indonesia dalam bidang game sebenarnya bukanlah hal yang baru karena telah beberapa kali mereka mampu mengharumkan nama bangsa di berbagai ajang kompetisi game internasional. Namun kebanyakan bekerja atas nama pribadi dan cuma dilakukan atas dasar hobi.

Duel Antar Tim Gamer

[read_more id="210337"] Dengan diselenggarakannya turnamen game yang berformat profesional dan berlevel internasional, maka diharapkan bahwa para gamer di tanah air akan semakin termotivasi, apalagi dengan jumlah hadiahnya yang sangat besar. Turnamen kemarin menghadirkan empat game, yaitu Black Squad, Ayodance, Pro Evolution Soccer 2015, dan DOTA 2. Empat game tersebut sudah sangat populer dan memiliki banyak pemain setia. Panitia menyebutkan bahwa jumlah pendaftar untuk seluruh kompetisi ini nyaris mencapai seribu orang. Masing-masing terdiri dari tim yang siap mengadu kemampuan dalam turnamen. World of Gaming 2015 kemarin telah menjadi sebuah acara seru yang tak hanya diikuti oleh para peminat game. Sebab acara ini juga menghadirkan eksibisi dari berbagai game terbaru keluaran Blizzard, komik, cosplay, dan berbagai format menarik yang pastinya menyedot perhatian kalangan muda. Industri esport di tanah air pun diprediksikan akan semakin meningkat dan meniupkan semangat baru bagi para pecinta game di tanah air, seperti yang diutarakan sebelumnya oleh Angki Trijaka.