TUTUP

Puluhan Karya Keren dari Developer Indonesia Mejeng dalam Showcase GDG 2014!

Bukan sekedar pamer karya, tapi juga sekaligus mencari partner baru!

Bukan hanya sesi sharing dan diskusi saja (baca: Hanya di Game Dev Gathering 2014, Kamu Bisa Dapat Ilmu Gratis dari Para Ahli!) yang menyedot banyak animo peserta dalam Game Developer Gathering (GDG) 2014 kemarin. Sesi showcase yang diikuti puluhan developer dari seluruh Indonesia pun juga menyedot peserta tidak kalah banyak. Sesi showcase ini benar-benar dimanfaatkan, baik oleh developer yang memamerkan karya, developer yang hanya sekedar menjadi peserta, maupun mahasiswa. Bagi developer yang memamerkan karya, tentunya showcase ini dimanfaatkan untuk unjuk gigi game baru yang tengah mereka kembangkan. Bagi developer yang tidak ikut showcase, banyak yang memanfaatkan sesi ini untuk mencari partner strategis untuk proyek mereka selanjutnya. Dan untuk mahasiswa, tentunya bisa menjadi gambaran bagi mereka seperti apa industri game Indonesia saat ini, sembari mencari kesempatan untuk magang ataupun bekerja di studio yang tengah membutuhkan talenta baru. Peserta showcase bukan hanya sekedar memamerkan karya saja, melainkan juga ada sebagian developer yang mengadakan event kecil-kecilan untuk semakin memeriahkan booth masing-masing. Sebagai contoh di booth Toge Productions, mereka mengadakan kompetisi untuk game terbaru mereka, Luggage Line. Dalam game memindahkan bagasi ke arah yang sesuai ini, peserta berlomba-lomba untuk mendapatkan skor tinggi dan memperebutkan hadiah yang sudah disiapkan. Berbeda lagi dengan booth Touchten Games, dimana mereka menjual CD soundtrack Target Acquired yang semua komposisi musiknya dibuat oleh komposer legendaris Megaman, Manami Matsumae. Bukan hanya itu, Manami pun juga ikut hadir di booth dan siap menandatangani CD yang sudah dibeli peserta! Artoncode Indonesia juga tidak mau kalah dengan menjual berbagai produk Vandaria, mulai dari card game Arkana hingga novel yang baru saja mereka rilis, Winterflame. Agate Studio juga ikut mendemokan game baru mereka, Landscape Games dan Upin Ipin: Demi Metromillenium. Penulis juga sempat bertemu dengan seorang peserta showcase, NED Studio yang bahkan datang jauh-jauh dari Sumatera Utara untuk memamerkan karyanya, Pora The Lake Rescuer. Salut! Studio pendatang baru, G.U.I.L.D Entertainment juga mengerahkan banyak pasukan untuk mengkampanyekan game baru mereka, Guild of Souls dan memberikan merchandise bagi pengunjung yang mencicipi game mereka saat itu juga. Penulis juga mencatat ada banyak developer pendatang baru lain dengan karya yang menjanjikan, seperti Alkemis Games dari Surabaya yang baru saja mendapatkan funding dari East Ventures yang mendemokan Zero Legend-nya, Masshive Media dengan Vimala: Defense Warlords yang memiliki artwork memukau, hingga Sinergi Studio dengan Shaman Showdown-nya yang adiktif. Penulis mencatat, kali ini ada lebih banyak studio di luar Jakarta dan Jawa Barat yang ikut serta. Salah satunya adalah Surabaya, yang membawa "kontingen" developer peserta showcase yang cukup banyak tahun ini. Selain Alkemis Games, juga ada Mojiken Studio, Dolanan Games, Anoman Studio, SRW Jogo Suroboyo plus Solite Studio dari Madura. Hal ini menujukkan bahwa developer game kini bukan hanya didominasi Jakarta dan Jawa Barat saja. Nilem Studio dari Bandung juga cukup menarik perhatian dengan membawa seperangkat Oculus Rift yang bisa dijajal oleh peserta. Para peserta showcase bukan hanya mendapatkan feedback, partner dan pengalaman baru dalam showcase kali ini. Beberapa developer juga pulang dengan membawa gelar dalam GDG Award 2014, seperti Stellar Null yang berhasil mendapatkan gelar di kategori Most Innovative Gameplay lewat Koutack-nya, dan RPGMaker ID yang berhasil menggondol gelar Citizen Choice lewat Eremidia: Dungeon!-nya.