TUTUP

Event Review GDG 2013: Menimba Ilmu dan Menjalin Hubungan dengan Developer Game Se-Indonesia

Event tahunan tempat berkumpulnya para developer game, Game Developers Gathering 2013 sudah dilaksanakan hari Sabtu, 25 Mei 2013 lalu. Ingin tahu keseruannya? Yuk simak liputan bagian pertamanya di dalam!

Akhir pekan lalu, tepatnya hari Sabtu tanggal 25 Mei 2013, International Game Developers Association (IGDA) dan Game Developer Indonesia (Gamedevid) menyelenggarakan acara rutin tahunan Game Developers Gathering (GDG) 2013. Bertempat di JWC Campus Binus University, Senayan Jakarta, acara ini kembali menghadirkan puluhan pembicara baik dari Indonesia maupun dari mancanegara, yang terbagi menjadi tiga kelas dengan topik berbeda. Masing-masing kelas berisi sekitar delapan materi, yang berlangsung dari pukul 10.00 hingga 16.50 WIB. Pembagian tiga kelas dalam GDG 2013 ini tentunya membuat sedikit perbedaan dari perhelatan tahun lalu, dimana tahun lalu, GDG 2012 dilaksanakan dalam satu hall yang cukup luas, sehingga satu peserta bisa mengikuti acara dari awal hingga akhir. Menanggapi perbedaan format ini, Kris Antoni, CEO dari Toge Productions selaku Event Director dari acara ini mengungkapkan, bahwa pembagian kelas ini disesuaikan dengan keinginan dan juga pengetahuan dari masing-masing peserta, sehingga bisa menjangkau lebih banyak kalangan. Sebagai contoh, jika ada peserta yang baru ingin mempelajari seluk beluk pengembangan game secara teknis, maka dia bisa mengikuti kelas Tutorials and Workshops yang mengambil ruangan 301-302. Lain lagi dengan para peserta yang sudah memiliki tim untuk mulai mengembangkan game, namun ingin tahu lebih banyak bagaimana mendesain sebuah game dengan baik dan belajar dari pengalaman para developer game yang sudah sukses, maka dia bisa mengikuti kelas Game Design Sharing yang mengambil tempat di ruangan 306-307. Kelas terakhir, Bussiness & Marketing yang bertempat di ruangan 310-311 bisa diikuti oleh mereka yang sudah memiliki produk game, namun masih bingung bagaimana cara mempublikasikan game mereka di pasaran atau bagaimana memonetisasi game tersebut agar mereka mendapatkan pemasukan. Kelas-kelas dalam GDG 2013 sendiri secara keseluruhan berlangsung sesuai dengan jadwal, hanya terdapat sedikit perubahan jadwal di kelas Game Design dan Sharing, ketika Rachmad Imron, Game Producer dari DreadOut yang terlambat datang dikarenakan penerbangan yang tertunda sepulang mengikuti Casual Connect Asia 2013 di Singapura. Karena keterlambatan tersebut, sesi The Making of DreadOut yang semula dijadwalkan akan dipresentasikan pada pukul 10.40 diundur menjadi pukul 13.00, dan sesi jam 10.40 akhirnya diisi dengan Valthirian Arc II Development Story yang dibawakan oleh Teguh Budi Wicaksono, Co-founder dari Agate Studio. Acara inti dari GDG 2013 sendiri bukan hanya materi yang diberikan dalam tiga kelas ini saja. Di koridor, pengunjung bisa melihat-lihat hasil karya para developer Indonesia, mulai dari game yang masih dalam bentuk prototype, game yang sudah jadi dan siap dipublikasikan, atau game yang sudah sukses dipublikasikan di pasaran. Tercatat, ada banyak developer Indonesia yang ambil bagian dalam showcase ini, mulai dari Toge Productions, TouchTen Games, Altermyth, Anantarupa Studios, Mintsphere, Digital Happiness, Agate Studio, Little Giant World, Ulin Gameworks, hingga para mahasiswa Binus University dengan beberapa prototype game-nya. Selain mendapatkan banyak ilmu baru dan kesempatan untuk memamerkan hasil karya mereka, para developer ini juga bisa mendapatkan kesempatan lain yang tidak kalah berharganya: bertemu dengan developer lain dari seluruh Indonesia. Tentu saja, ajang ini dimanfaatkan dengan baik oleh para developer tersebut untuk menjalin koneksi, sambil sharing-sharing masalah apa yang mereka hadapi selama terjun dalam dunia pengembangan game. Bahkan, banyak juga yang berkerumun di beberapa developer yang sudah senior di dunia pengembangan game Indonesia untuk mendengarkan cerita dan pengelaman mereka. Bukan hanya bertemu dengan sesama developer, tetapi kesempatan untuk bertemu dengan publisher dan investor juga dimanfaatkan untuk menjalin koneksi dan melihat peluang-peluang kerjasama publishing game di pasaran. Kami mencatat ada beberapa kelas yang penuh sesak oleh para peserta, meskipun panitia sudah menyediakan ruangan kedua untuk bisa mengikuti presentasi yang sedang berlangsung secara streaming. Panitia sendiri memberikan dua kali kesempatan istirahat untuk para pembicara maupun peserta, yaitu saat makan siang dan juga saat coffe break selama 30 menit di sore harinya. Secara keseluruhan, GDG 2013 berjalan dengan sangat sukses dan lebih bersahabat bagi seluruh kalangan developer game, baik yang sudah senior maupun yang baru akan memulai karirnya di dunia pengembangan game ini. Bagi kamu yang kemarin tidak sempat menghadiri event ini, kami mencatat beberapa materi dan kelas yang kami ikuti, dan akan kami berikan dalam artikel selanjutnya. Selain itu, kami juga menyiapkan artikel hasil "jalan-jalan" kami di koridor dan mencoba beberapa game buatan para developer Indonesia. Maju terus para developer game Indonesia. Semoga developer game Indonesia semakin maju, dan bisa bersinergi baik dengan elemen-elemen lain dalam industri game Indonesia untuk menciptakan industri game yang lebih baik di masa yang akan datang dan semakin bisa bersaing di dunia internasional! Bagi kamu yang kemarin tidak sempat datang ke GDG 2013, atau melewatkan beberapa materi yang diberikan di kelas, berikut ini adalah rangkuman dari setiap kelas yang ada. - Event Review GDG 2013: Kelas Tutorial dan WorkshopEvent Review GDG 2013: Kelas Game Design SharingEvent Review GDG 2013: Kelas Business & Marketing - Event Review GDG 2013: Game Showcase Area