TUTUP

Review The Flash Season 2 Episode 11 - The Reverse Flash Returns

Apakah kali ini Reverse Flash benar-benar kembali?

Sejak judul The Flash season 2 episode 11 ditampilkan, isinya sudah jelas: Reverse Flash, musuh besar Flash, kembali. Bagaimana dia bisa muncul lagi? Apakah ini Reverse Flash yang sama dengan yang dulu? Dan yang paling penting: bagaimana kualitas episode ini?

Dalam The Flash season 2 episode 11,  Barry Allen masih kesulitan menghadapi dirinya akan ditinggalkan oleh kekasihnya, Patty Spivot. Sebagai detektif cerdas, Patty pun tampaknya sudah semakin dekat untuk mencapai kesimpulan penting tentang alter ego Barry. Joe dan Iris akhirnya kembali menemui Francine West, dan Iris pun mencoba untuk mendekatkan adiknya, Wally, kepada ibunya itu.

Selain itu ada persoalan serius yang harus dihadapi Flash: Reverse Flash benar-benar kembali. Ya, kali ini dia bukan sekedar Harrison Wells Earth-2. Ini benar-benar Eobard Thawne.

Tapi ada yang aneh dengan kemunculan Reverse Flash kali ini. Fisiknya masih fisik Eobard Thawne, bukannya Harrison Wells. Ia terlihat kebingungan dan tidak mengenal Flash maupun kru S.T.A.R. Lab. Apakah ini memang Reverse Flash yang sama dengan yang dulu? Kalau iya, apa yang sebenarnya ia inginkan? Mungkinkan dia berhubungan dengan Zoom?

Untuk jawabannya, kamu bisa menyaksikan dalam The Flash season 2 episode 11 yang baru tayang hari ini.

Seperti biasanya, plot utama Flash tersaji dengan kuat. Sejak awal kemunculannya di episode lalu, fans akan penasaran apa yang akan dilakukan oleh Reverse Flash. Adegan pertarungannya dengan Barry mungkin sama sekali tidak epik, apa lagi bila dibandingkan duel satu lawan satu menghadapi Zoom.

Namun twist-twist yang tersaji, termasuk konsekuensi yang harus Barry hadapi bila ia mengalahkan pembunuh ibunya itu, terasa sangat menarik. Membangkitkan kesan kalau perjalanan lintas waktu memang berisiko dan selalu memiliki konsekuensi. Sangat bagus, mengingat sudah dua kali Barry menggunakan solusi kembali ke masa lalu untuk mengubah masa depan tanpa efek negatif.

Tapi sub plot yang tersaji di episode ini justru terasa memberatkan plot utama. Setidaknya hubungan keluarga West masih terasa oke, terutama sedikit perkembangan karakter Wally dan pertemuan kembali Iris dan Joe dengan Francine. Tapi untuk urusan Barry-Patty? Hubungan yang itu juga mengalami perkembangan di sini. Bukan perkembangan positif, dan rasanya semakin membuat malas. Kalau memang inilah momen terakhir Barry-Patty untuk musim ini, sepertinya penulis juga tak akan protes. Dari menarik, keengganan Barry untuk mengungkap alter ego-nya justru terasa menambah drama tidak perlu.

Kesimpulannya, ini satu lagi episode solid dari serial The Flash, yang memang rutin memberikan tontonan menghibur. Terutama kalau kamu menyukai, atau setidaknya bisa mengabaikan, sub plot-sub plot di dalamnya.