TUTUP

Review Ant-Man: Kocak dan Banyak Koneksi dengan Marvel Cinematic Universe!

Ant-Man sudah dapat disaksikan di bioskop-bioskop Indonesia. Bagaimana kualitasnya? Simak review Ant-Man ini untuk tahu jawabannya!

[read_more link="https://static.duniaku.net/2015/07/Review-Ant-Man-AntMan-Vs-yellow-Jacket.png">Masa rilis Ant-Man ini mungkin tergolong agak aneh. Bagaimana tidak? Alih-alih menjadi salah satu bagian dari Phase 2, Marvel memposisikan film ini untuk menutup Phase 2, setelah Age of Ultron! Ant-Man sendiri sudah langsung dibayang-bayangi oleh Avengers 2.5, Captain America: Civil War yang akan dirilis tahun depan. Untungnya, film ini tidak terasa tertindih oleh beban pendahulu-pendahulunya. Sutradara Peyton Reed, dan mungkin juga sebagian dari Edgar Wright sang sutradara terdahulu, fokus menyajikan kisah origin Ant-Man tanpa membuat dia tercekik dengan beban kontinuitas. Jangan salah, Ant-Man justru memiliki banyak kaitan dengan Marvel Cinematic Universe. Namun para pembuat film ini menyajikan kaitan tersebut dengan cukup oke. Tak seperti Age of Ultron, yang bisa "mengubur" fans kasual dengan kaitan judul-judul Marvel sebelumnya serta gambaran masa depan, Ant-Man menyajikan kaitan tersebut sebagai bagian dari filmnya. Bahkan fans kasual yang baru pertama kali ini menyaksikan film Marvel Cinematic Universe pun seharusnya tak akan merasa terbebani. [read_more link="https://static.duniaku.net/2015/07/Review-Ant-Man-Michael-Pena.jpg">Mau tahu siapa yang benar-benar mencuri perhatian lewat aktingnya? Michael Pena. Ya, aktor yang satu ini berhasil membawakan perannya sebagai Luis, sahabat baik Scott, dengan sangat baik. Ia benar-benar sukses menyajikan karakternya, sebagai kriminal kecil-kecilan yang terseret ke dalam misi yang sangat besar. Kocak dan menghibur, dia dan kedua rekannya pasti akan sangat melekat di benak penonton baik di dalam maupun luar bioskop. [read_more link="http://www.duniaku.net/2015/01/09/5-hal-yang-perlu-kamu-tahu-tentang-ant-man/" title="5 Hal Yang Perlu Kamu Tahu Tentang Ant-Man!"] Sayangnya, untuk karakter, Ant-Man menjadi salah satu dari daftar panjang Marvel Cinematic Universe yang menyajikan antagonis yang kurang menggigit. Peran antagonis sangat penting di film yang mengedepankan nilai-nilai heroisme, namun jarang ada antagonis yang disajikan dengan menonjol di MCU. Sejauh ini, yang paling terasa dalam sekaligus meningkatkan kualitas protagonis dan plot cerita barulah Kingpin, Loki, dan para penjahat utama di Captain America: The Winter Soldier. Corey Stoll sudah berupaya menyajikan karakternya dengan mencekam. Terasa sejak kemunculan pertamanya dia benar-benar tidak beres. Namun... err, jujur, karakternya hanya terasa benar-benar mengancam di satu adegan saja. Setelah itu, bahkan hingga pertarungan klimaks dengan Ant-Man, dia terasa seperti penjahat minor yang pasti akan diatasi oleh protagonis sebelum film berakhir. Mengesampingkan beberapa kelemahannya, Ant-Man cukup solid untuk dinikmati, dan tidak rugi untuk segera kamu saksikan di bioskop. Apa ada post credit scene di Ant-Man? Sebelum mengakhiri review Ant-Man ini, jawabannya adalah: ya. Seperti yang sudah beredar sebelumnya, ada DUA post credit scene di Ant-Man. Satu di tengah, satu benar-benar di akhir, setelah credit scene habis sehabis-habisnya. Yang pertama menyangkut peran salah satu karakter di film ini ke depannya, yang kedua... berhubungan dengan Captain America: Civil War. Seperti apa tepatnya? Yah, kalau kamu penasaran, segera saja tonton Ant-Man! [youtube_embed id="1HpZevFifuo"]