TUTUP

Rekomendasi 6 Manga Horor yang Wajib Kamu Baca!

Kekurangan bahan bacaan? Jangan khawatir, silakan simak rekomendasi manga horor yang kami sajikan!

Sedang kekurangan bahan bacaan? Sekedar cari rekomendasi manga horor untuk senang-senang? Kalau iya, jangan khawatir. Duniaku menyediakan 6 judul manga horor berkualitas untuk kamu coba! Seram mungkin tergantung selera, tapi setiap manga yang tercantum di list ini memiliki kualitas tersendiri yang bisa kamu nikmati bahkan walau unsur horornya kurang kena ke kamu.

Mencari manga horor yang bagus itu sulit. Setidaknya begitulah pendapat penulis. Mangaka dan timnya harus menemukan keseimbangan yang cocok antara gaya gambar, konten, dan presentasi untuk benar-benar dapat menyajikan horor yang mencekam. Ingat, dibandingkan film, manga hanya bisa mengandalkan gambar. Pembuat manga harus bisa menyajikan presentasi dan ilustrasi karyanya sedemikian rupa untuk memunculkan teror yang bisa membuat pembaca susah tidur.

Berdasarkan pertimbangan berikut, di bawah ini tersedia rekomendasi manga horor untuk kamu coba. Jumlah totalnya ada enam, dan disajikan secara acak, jadi angka di masing-masing judul bukan menunjukkan ranking.

1. Uzumaki - Oleh: Junji Ito

(Dok. Shogakukan/ Uzumaki)

List rekomendasi manga horor ini dibuka dengan judul yang pasti tidak asing bagi banyak orang: Uzumaki. Bukan, ini tidak ada hubungannya dengan Uzumaki Naruto. Kalau bentuk spiral yang dimiliki Naruto berhubungan dengan spiral di manga ini, nasib dia dan desa Konoha bisa jadi jauh, jauh, jauh lebih buruk. Uzumaki menyorot Kirie Goshima dan Shuichi Sato dalam menghadapi dan menyelidiki berbagai keanehan di desa yang mereka tinggali, Kurozu-cho. Semua keanehan itu bersumber pada satu bentuk: spiral. Bekas luka seorang siswi yang tadinya berbentuk bulan sabit perlahan menjadi spiral. Seorang warga bunuh diri di bak kayu dan mayatnya menjadi spiral. Asap kremasi berbentuk spiral. Perlahan-lahan, obsesi spiral ini menjadi semakin gila dan berujung ke story arc penutup yang harus kamu baca sendiri. 

Pernah membaca novel-novel H.P. Lovecraft? Junji Ito tampaknya sangat terinspirasi oleh pencipta Cthulhu itu. Seperti karya-karya Lovecraft, Junji Ito menyajikan tantangan luar biasa untuk dihadapi oleh tokoh-tokohnya. Mereka tetap mencoba berjuang, sehingga pembaca bisa bersimpati, namun selalu ada nuansa pesimis yang seolah mengatakan kalau sekuat apapun mereka berusaha, lawan yang mereka hadapi bukan jenis yang dapat ditaklukkan. Untuk gambar mungkin kualitas gambar Ito bukan jenis yang disukai fans manga awam. Dan ya, jenis wajah untuk tokoh manusianya terkadang terasa terbatas. Namun tak dapat dibantah kalau Junji Ito adalah salah satu ilustrator terbaik, atau malah memang yang terbaik, dalam menyajikan body horror di suatu manga. Lihat saja contoh gambar di atas, yang diambil dari Uzumaki Volume 1. 

2. Ghost Hunt - Oleh: Shiho Inada

(Dok. Kodansha/ Ghost Hunt)

Nomor dua di list rekomendasi manga horor ini diisi oleh Ghost Hunt. Manga yang berdasarkan light novel ini (versi LN-nya ditulis oleh Fuyumi Ono) menyorot Mai Taniyama, anak SMA yang direkrut ke dalam Shibuya Physic Research Center setelah dia memecahkan kamera mahal milik SPR. Dia pun terseret mengikuti petualangan SPR dalam menangani sejumlah fenomena supernatural. Jangan meremehkan manga ini hanya karena gaya gambarnya yang ala manga shoujo. Itu adalah pelajaran yang penulis peroleh saat mencoba membaca Ghost Hunt.

Ghost Hunt mungkin tidak menyajikan gore atau body horror yang kelewat menjijikkan, tapi Shiho Inada mampu membangun ketegangan dengan meyakinkan. Ini sudah terasa sejak story arc pertama, di mana SPR mencoba menangani masalah hantu di gedung sekolah tua. Premis klasik yang menjurus klise, namun tetap dapat disajikan dengan baik oleh Shiho Inada. Kelemahan manga horor episodik biasanya adalah pola yang menjadi repetitif. Shiho Inada juga mampu mengatasi ini. Dia mampu menyajikan berbagai macam plot horor, mulai dari sekedar penampakan hantu di sekolah, survival horor di mansion ala Resident Evil 1 (story arc Blood Stained Labyrinth), mengatasi serbuan "zombie" (story arc The Cursed House) hingga psychological horror di mana teman-temanmu hilang satu demi satu dan kamu tak bisa mengingat mereka! (story arc Forgotten Children). Ghost Hunt juga mendapat nilai plus dari variasi tipe "exorcist" yang terlibat.

Selain pendekatan teknologi, SPR juga memiliki pendeta katolik (John Brown), Shinto (Ayako Matsuzaki), dan pendeta Buddha (Houshou Takigawa). Setiap metode exorcist diperlihatkan kelebihannya, dan masing-masing karakter diberi kesempatan untuk bersinar dalam arc berbeda-beda. Ghost Hunt sudah diterbitkan di Indonesia oleh Elex Media Komputindo, dan seharusnya masih bisa kamu temukan di Gramedia. Terutama Ghost Hunt: The House of Nightmares, kasus setelah seri Ghost Hunt, yang belum lama dirilis di sini.

3. Soil - Oleh: Kaneko Atsushi

(Dok. Enterbrain/ Soil)

Nomor tiga di list rekomendasi manga horor ini adalah Soil. Judulnya sangat sederhana iya, tapi cerita manga ini sama sekali tak bisa dibilang sederhana. Soil memiliki beberapa karakter, namun yang menjadi sorotan sejak awal adalah sepasang detektif polisi, Yokoi dan Onoda. Pada awalnya mereka dipanggil untuk menyelidiki kasus orang hilang di Soil New Town. Satu keluarga tiba-tiba lenyap dari rumah mereka saat terjadi mati listrik total. Makanan dan barang-barang mereka tampak tak tersentuh, tak ada tanda-tanda penculikan, dan ada pilar garam misterius di kamar putri mereka. Hilangnya satu keluarga ini memicu rentetan kejadian yang membongkar rahasia-rahasia gelap Soil New Town.

Pada awalnya kamu akan menemukan sejumlah kejahatan yang mungkin, dan memang, dilakukan oleh pelaku manusia. Namun semakin lama kejadian-kejadian yang dihadapi oleh Yokoi dan Onoda menjadi semakin aneh, hingga dinding realita di universe manga ini seperti runtuh perlahan-lahan, mengizinkan "sesuatu" dari luar dimensi untuk masuk dan mengacau. Kalau kamu ingin membaca manga yang tidak biasa, Soil adalah manga yang wajib kamu baca. Desain karakter utamanya jauh dari desain awam karakter manga. Gaya ilustrasi dan arsirnya pun begitu. Karakterisasi masing-masing tokohnya terasa oke dan manusiawi, walau sifat karakternya mungkin akan mengusik pembaca yang lebih suka karakter manga awam. Selain itu, banyaknya misteri yang ditebar oleh Kaneko Atsushi dijamin bisa mencengkerammu untuk terus membaca karyanya ini dari awal hingga akhir.

Tak sekedar menumpuk misteri, Kaneko Atsushi membiarkan misteri-misteri yang dia tanam untuk terjawab satu demi satu, namun setiap jawaban justru membawa ke pertanyaan yang lebih sulit untuk dipahami.

4. Fuan no Tane - Oleh: Nakayama Masaaki

(Dok. Akita Shoten/ Fuan no Tane)

Horor itu subjektif. Kira-kira, kalimat itu sangat mewakili nomor empat di list rekomendasi manga horor ini adalah Fuan no Tane. Ini juga judul yang pasti familier untuk kamu-kamu, fans manga horor. Dibanding tiga judul sebelumnya, Fuan no Tane memiliki keunikan tersendiri. Formatnya antologi, jadi mayoritas chapter terdiri dari cerita terpisah. Memang banyak komik horor yang berformat antologi, namun setiap chapter Fuan no Tane hanya terdiri dari 1-3 halaman! Sangat singkat untuk membangun suspense dan horor. Harus diakui, halaman per cerita yang super pendek ini memang berpotensi hit or miss. Kalau miss, maka setelah penutup chapter pembaca hanya akan merasa kebingungan atau tertawa. Tapi kalau sedang hit... kamu bisa dibuat ketakutan. Kekuatan utama Fuan no Tane adalah gambarnya. Nakayama Masaaki mampu menyajikan makhluk-makhluk supranatural yang tampil di Fuan no Tane dengan luar biasa.

Terkadang kalau membaca manga horor, kamu mungkin tidak akan takut dengan hantunya karena hantunya terlihat kelewat manusia, atau kelewat ganteng/cantik. Itu... tak akan terjadi di Fuan no Tane. Selain itu, seperti creepypasta yang bagus, banyak skenario Fuan no Tane yang sangat mungkin terjadi di dunia nyata. Rumah mati listrik? Bagaimana kalau ada hantu menakutkan sekarang bersembunyi di antara keluarga kamu? Mengunjungi sekolah di malam hari? Bagaimana kalau kamu menemukan makhluk ganjil di sana? Salah satu terjemahan Fuan no Tane adalah Seeds of Anxiety.

Judul itu sangat mewakili potensi Fuan no Tane ke pembaca. Kamu mungkin tidak akan merasakan takut saat menutup bukunya, namun itu karena rasa takut yang tertanam dihatimu baru sekedar biji. Ketika kamu berada di posisi yang sama dengan tokoh-tokoh komik ini, mulai dari dalam perjalanan pulang, sendirian di rumah, dan lainnya, kamu akan merasakan rasa takutmu berkembang menjadi paranoia. 

5. The Horror Mansion - Oleh: Ochazuke Nori

(Dok. Asahi Sonorama/ The Horror Mansion)

Judul terakhir di list rekomendasi manga horor ini diisi oleh The Horror Mansion, ditulis dan digambar oleh Ochazuke Nori. Seperti Fuan no Tane, Horror Mansion adalah cerita antologi, di mana mayoritas kisahnya tertutup dalam satu bab. (Kecuali beberapa story arc bersambung, seperti Count Kevin). Tak seperti Fuan no Tane, setiap chapter antologi ini disajikan secara konvensional. Ada cukup halaman untuk menyajikan masalah, memunculkan hantu, dan mengakhirinya dengan final. Sebenarnya, dibandingkan judul-judul lain yang disebut di atas, The Horror Mansion memiliki kelemahan fatal: artworknya yang sangat buruk, terutama di chapter-chapter awal. Bahkan saat artworknya membaik pun kualitasnya sebenarnya masih di bawah empat judul sebelumnya.

Anatomi manusia di The Horror Mansion terkadang begitu aneh, sampai kadang terasa kalau kamu sedang melihat monster, bukan manusia. Meski begitu, Ochazuke Nori mampu menyajikan plot horor dengan baik di setiap chapter. Hati-hati untuk kamu-kamu yang membenci gore, banyak cerita di The Horror Mansion yang mengandalkan pertumpahan darah dan mutilasi mengerikan. Buku ini siap menyajikan berbagai skenario horor berbalut violence yang dapat membuat isi lambungmu teraduk-aduk, mulai dari kanibalisme, transformasi menjijikkan, makhluk asing memasuki tubuhmu dan merusaknya dari dalam. Dan saat kamu sudah terbiasa dengan artworknya, kamu akan merasakan kalau bukannya membantu, artwork ganjil The Horror Mansion justru membuat setiap cerita menjadi semakin mengerikan.

Variasi cerita di The Horror Mansion menjadikannya sebagai referensi yang bagus untuk kamu-kamu yang menulis cerita/komik/film horor. 

6. The Hundred Ghost Stories That Led to My Death (Oleh: Matono Anji)

Cover dari Boku ga Shinu dake no Hyakumonogatari. (Dok. Shogakukan)

Manga ini setiap babnya menyajikan cerita horor berbeda. Persamaannya adalah setiap cerita dibuka dan ditutup oleh seorang anak, Yuuma. Yuuma selalu mengawali bab dengan bercerita ke seseorang, yang tampaknya adalah kita selaku pembaca.

Cerita-cerita di manga ini kadang seram, kadang secara mengejutkan berdarah-darah. Berhubung ceritanya beda setiap bab, mungkin ada yang menurut kamu seram, ada yang kurang. Tapi bagi saya, setiap cerita sejauh ini minimal akan bisa meninggalkan kesan! 

Selain itu, ada juga misteri: gimana nasib Yuuma setelah dia menyampaikan cerita ke-100? 

Baca Juga: 10 Manga Shonen yang Dark! Malah Bukan Seinen, Lho!