TUTUP

Ini 4 Pemilik Will of the D yang Menyebabkan Terjadinya Throne Wars One Piece!

Dunia One Piece sedang menuju Throne Wars, atau Perang Tahta, di mana semua pihak berkuasa mencoba menjadi penguasa lautan. Penyebab situasi ini adalah empat pemilik Will of the D!

Dunia One Piece tidak sedamai saat Topi Jerami mengarungi lautan Paradise-nya Grand Line. Terasa sekali kalau dunia penuh bajak laut ini memanas. Bisa jadi Perang Tahta yang diramalkan oleh Doflamingo akan memanas dalam waktu dekat. Semua pihak yang memiliki kekuatan akan mencoba bertempur untuk menjadi penguasa lautan. Tapi kalau kita pikir baik-baik, situasi menuju Perang Tahta ini terjadi karena empat pemilik Will of the D. Seperti sudah pernah Duniaku.net bahas sebelumnya, eksistensi para pemilik inisial D ini saja memastikan akan terjadi perubahan dunia. Padahal kadang si pemilik Will of the D juga tidak berencana sejauh itu. Siapa saja para pemilik Will of the D yang menyebabkan terjadinya Perang Tahta? Pembahasannya bisa kamu simak mulai dari di bawah ini. Namun hati-hati, poin kedua, ketiga, dan keempat mungkin mengandung spoiler untuk yang tidak mengikuti versi manga.

SPOILER ALERT!!!

Marshall D. Teach adalah sosok pertama yang menciptakan situasi ini. Dengan menyerahkan pemilik Will of the D lain, Portgas D. Ace, ke Angkatan Laut, dia ini yang bertanggung jawab atas terjadinya Pertempuran Marineford. Pada akhirnya, dia juga yang meraup keuntungan paling besar. Saat semua Angkatan Laut sibuk mempersiapkan melawan Whitebeard, Teach merekrut pasukan dari Impel Down. Dia kemudian datang ke Marineford saat Angkatan Laut dan kelompok Whitebeard sama-sama sudah terluka, lalu mengambil sekalian kekuatan Gura Gura no Mi dari Whitebeard. Aksi Teach ini efeknya banyak. Penyerbuannya ke Impel Down membuat Sengoku mundur dari kursi laksamana armada, karena kesal Pemerintah Dunia mau menutup-nutupi masalah sepenting itu. Mundurnya Sengoku lalu membuat kursi laksamana armada diduduki oleh Sakazuki, yang tampaknya lebih brutal dan ambisius dari pendahulunya. Sakazuki penulis rasa akan menjadi salah satu faktor memanasnya Perang Tahta nanti. Selain itu, Teach sendiri dapat mengamankan posisi Yonko dari kelompok bajak laut Whitebeard setelah memenangkan Perang Balas Dendam. Dunia pun menjadi tidak seimbang bisa dibilang karena ulah pria yang satu ini.
Pemilik Will of the D kedua dan ketiga yang menyebabkan kondisi dunia memanas menuju Perang Tahta dapat kamu cek di halaman kedua! Penulis merasa kalau Kaido dan ambisinya mengobarkan perang besar nantinya akan menjadi alasan Perang Tahta menjadi berkobar. Bahkan mungkin bukan hanya Kaido saja. Ingat apa yang dikatakan Doflamingo? "Aku memegang tali kekang mereka! Kekang dari monster-monster dunia ini! Kau seharusnya tidak memotong 'tangan'-ku, orang-orang bodoh! Yakinlah, kau akan menyesali ini!" Doflamingo mungkin kalah kuat dari Kaido dan Charlotte Linlin, namun sebagai penguasa dunia hitam, dia memuaskan banyak pihak dengan pasokan senjata dan barang ilegal seperti SMILE. Rontoknya Doflamingo kemudian menjadi salah satu alasan Kaido untuk bergerak, berhubung dia juga tidak dapat lebih memperkuat pasukannya dengan pengguna SMILE. Siapa yang bertanggung jawab atas rontoknya Doflamingo? Aliansi Luffy dan Law adalah penyebab utamanya. (Meski bisa dibilang, Luffy-lah yang paling berjasa dalam mendesak dan akhirnya merontokkan sang Shichibukai). Luffy dan Law rasanya sama-sama tidak mengharapkan akan terjadinya situasi pertempuran besar. Namun dengan merontokkan Doflamingo, duo ini akan membuat dunia One Piece lebih membara dalam waktu dekat. Menariknya, Luffy dan Law belum mengakhiri kerja sama mereka. Keduanya masih akan terlibat dalam Aliansi Ninja-Bajak Laut-Mink-Samurai untuk melawan Kaido. Sama seperti Whitebeard, Kaido adalah kaisar lama dari empat Yonko. Kekuasaannya sudah dianggap sebagai status quo. Saat status quo ini tumbang, pasti akan terjadi perubahan besar di dunia One Piece.
Pemilik Will of the D lain yang bisa membuat Perang Tahta berkobar dapat kamu cek di halaman ketiga! Seperti sudah penulis bahas di artikel Ramalan Doflamingo, Perang Tahta belum terasa gaungnya untuk saat ini. Namun Monkey D. Dragon tampaknya akan mengubah semua itu. Setelah sekian lama, dia tampaknya sudah mempersiapkan taktik untuk menyerbu Reverie dan memulai perang melawan Tenryubito. Jauh di bab 801, Doflamingo sudah memprediksi kalau pertempuran ini akan diakhiri dengan rontoknya Tenryubito. Kalau itu terjadi, dunia One Piece pun akan memasuki masa-masa gila. Bahkan sebenarnya kalau dipikir-pikir, mungkin singgasana kosong yang disebut-sebut Doflamingo pun tercipta karena Tenryubito yang merupakan penguasa absolut dunia sudah dirontokkan dari kekuasaan mereka. Terbuka celah bagi siapa pun yang punya pasukan untuk menjadi penguasa tunggal lautan. Apakah salah satu dari lima Yonko yang akan meraih posisi itu? Dragon dan Pasukan Revolusioner-nya? Shichibukai, yang posisinya bakal terancam juga kalau Gorosei dan Tenryubito rontok? Ataukah Sakazuki dan Angkatan Laut? Yang jelas, kemungkinan ini membuat alur Reverie benar-benar menarik untuk dinantikan.
Menarik juga kalau dipikir-pikir. Ini berarti dunia One Piece akan memanas karena ayah-anak: Dragon dan Luffy. Dragon sih memang sengaja, namun Luffy pun membuat dunia menjadi tidak stabil hanya untuk meraih mimpinya. Uniknya, ini berarti hanya ada satu pemilik Will of the D yang diketahui masih hidup yang tidak bertanggung jawab atas memanasnya Perang Tahta: Monkey D. Garp. Namun, karena anak dan cucunya semuanya terlibat, penulis kok jadi merasa Garp tidak akan diam saja. Penulis memprediksi nanti veteran Angkatan Laut ini akan melakukan aksi yang mengejutkan. Gimana pendapatmu soal para pemilik Will of the D ini bertanggung jawab atas terjadinya Perang Tahta One Piece? Sampaikan di kolom komentar!