TUTUP

5 Fakta Menarik Simo Hayha: Sniper Pembunuh 500 Prajurit Soviet!

Pria yang satu ini memiliki korban total 500 prajurit Soviet, yang dijatuhkannya dengan senapan tanpa teleskop dan SMG!

Di tahun 1940, pecah Perang Musim Dingin. Pihak yang terlibat dalam konflik ini adalah Soviet dan Finlandia. Soviet memulainya dengan menginvasi Finlandia. Salah satu nama yang paling dikenang dari perang ini adalah Simo Hayha. Dijuluki White Death (Kematian Putih) oleh tentara Soviet, Hayha adalah ancaman menakutkan yang korbannya diperkirakan antara 200 hingga 500. Dia adalah sniper dengan korban jiwa terbesar dalam suatu perang. Pingin kenal lebih jauh soal Simo Hayha? Duniaku.net merangkum sejumlah fakta menarik mengenai sang White Death ini. Ini adalah senapan yang digunakan Simo Hayha dalam beraksi. SAKO M/28-30, varian dari senapan Mosin-Nagant. Mendengar kata sniper, gamer mungkin langsung membayangkan senapan dengan teleskop yang bisa membantu untuk membidik. Perhatikan baik-baik senapan Hayha di atas. Yep, sang White Death menggunakan senapan yang tidak dilengkapi teleskop dalam menjalankan aksinya. Patut diingat, sesuai nama perangnya, medan pertempuran di Finlandia saat itu jelas diselimuti salju. Namun Hayha tetap dapat menjadi momok dengan korban ratusan meski tidak menggunakan teleskop. Alasan Hayha tidak menggunakan alat bantu itu? Karena bila menggunakan teleskop, ia harus mengangkat kepalanya lebih tinggi, sehingga ia akan memberi kesempatan bagi musuh untuk menemukannya. Dengan mengandalkan iron sight, ia dapat merendahkan kepalanya hingga semakin sulit ditemukan. Terutama karena pakaian serba putih yang dikenakan Hayha dalam perang membuatnya seperti membaur dengan salju. Catatan resmi militer Finlandia mengatakan kalau Hayha memiliki total 259 korban dari tembakan jauh. Angka 500 bisa muncul karena dia tidak hanya bertempur secara sniper dengan M/28-30 miliknya, ia juga menggunakan submachine gun Suomi KP/-31. SMG ini juga membantu Hayha untuk menghabisi ratusan prajurit Soviet lain.


Fakta menarik Simo Hayha lainnya bisa kamu cek di halaman kedua! Angka total 500 dengan SMG dan senapan itu diperoleh Hayha dalam 100 hari saja. Bayangkan, itu berarti rata-rata dia membunuh sekitar lima prajurit Soviet dalam sehari. Yang lebih heboh lagi, masa-masa aktif Hayha itu seharusnya terjadi saat cahaya matahari sedang minim-minimnya. Ingat, ini musim dingin di Finlandia. Matahari pun terbit lebih lambat dari biasanya, lalu terbenam lebih cepat dari seharusnya. Soviet menggunakan semua yang mereka miliki untuk mencoba membunuh Hayha. Bayangkan saja, bahkan artileri pun dikerahkan untuk mencoba meledakkan Hayha. Pada akhirnya Hayha pun bisa dilumpuhkan setelah rahang bawahnya terkena tembakan. Saat ditemukan, Hayha dikatakan kehilangan separuh wajahnya. Meski begitu, Hayha dapat selamat dari perang. Saat akhirnya Hayha terjaga, Perang Musim Dingin telah berakhir. Di masa pensiunnya, pria yang satu ini bekerja sebagai pemburu rusa dan peternak anjing. Meski sempat terluka parah di akhir Perang Musim Dingin, sang sniper legendaris ini akhirnya berumur panjang. Simo Hayha meninggal dunia di tahun 2002, saat dia berusia 96 tahun.
Itulah fakta-fakta menarik soal Simo Hayha. Gimana pendapatmu? Sampaikan di kolom komentar!