TUTUP

Ternyata Ada Kode Etik Berburu Telolet yang Harus Diperhatikan Loh!

Di tengah demam klakson telolet, tahukan kamu jika terdapat kode etik berburu telolet yang harus ditaati?

Ada istilahnya, orang Indonesia itu gampang banget buat dibikin bahagia. Segala hal yang ada di sekitar kita, bisa menjadi hiburan tersendiri di kalah resah dan gundah gulana. Nah salah satunya yang lagi nge-hits belakangan ini yaitu menantikan bus di pinggir jalan sembari menunggu sang supir membunyikan klakson yang khas yakni “telolet telolet telolet”. Momen menunggu bus di pinggir jalan sambil berteriak "om telolet om" pun menjadi viral belakangan ini karena banyak orang yang memvideokan dan mengunggahnya di berbagai media sosial seperti Twitter, Instagram, ataupun YouTube. Semakin menarik karena tak cuma orang-orang Indonesia aja yang terjangkit demam klakson telolet ini. Entah apa alasannya, deretan musisi terkenal dunia seperti Zedd, DJ Snake, Oliver Heldens, Hardwell, DJ Marshmello Martin Garrix hingga The Chainsmokers beramai-ramai mengicaukan frasa "om telolet om". Netizen pun berspekulasi jika musisi-musisi beraliran progressive house tersebut bakal berkolaborasi mengaransemen klakson telolet. Di tengah demam klakson telolet, tahukan kamu jika terdapat kode etik berburu telolet yang harus ditaati? Berbagai komunitas pemburu klakson telolet yang ada sejak beberapa tahun lalu ternyata sudah membuat pedoman khusus berburu telolet yang baik dan benar! Kode etik pertama adalah dilarang merekam video dengan lampu flash menyala. Pasalnya, hal itu dapat menganggu pandangan sopir bus yang berakibat kecelakaan. Sayangnya tidak semua pemburu klakson telolet paham akan aturan ini, terutama bagi orang-orang yang tak tergabung dalam wadah pencinta klakson telolet. Selain itu, pemburu telolet juga dilarang terlalu dekat dengan bus yang sedang melaju di jalan raya. Dan yang paling menarik dari kode etik berburu telolet tersebut ternyata dilarang meminta sopir membunyikan klakson telolet dan lampu dim, baik secara lisan maupun isyarat kepada sopir bus. Jadi jika kita mengikuti kode etik yang telah dibuat, sepertinya kita tidak boleh lagi berteriak om telolet om di pinggir jalan. Tapi mau bagaimana lagi, dengan semakin menjamurnya orang-orang yang ketagihan berburu telolet dan tak tergabung dengan komunitas-komuntas pecinta telolet, sepertinya perlu ada publikasi besar-besaran mengenai kode etik dalam berburu telolet. [read_more id="285582"] Apakah kamu juga merupakan salah satu pemburu klakson telolet? Diedit oleh Febrianto Nur Anwari