TUTUP

The World Ends With You: Solo Remix Dirilis di Play Store, Terlambat Hanya Dua Tahun Dari Versi iOS

Setelah bersabar menunggu sampai hampir 2 tahun, akhirnya pengguna Android mendapatkan The World Ends With You: Solo Remix, yang sebelumnya dirilis untuk iOS pada tahun 2012 lalu.

Tujuh bulan untuk menunggu port versi Android dari Castle of llusion sepertinya sudah cukup lama. Namun seperti inilah kenyataannya, untuk beberapa game berkelas, platform Apple iOS selalu mendapatkannya lebih awal. Bahkan yang satu ini, sampai terpaut dua tahun dari versi iOS-nya. Pada 27 Agustus 2012 lalu mereka merilis The World Ends With You: Solo Remix, game yang menjadi versi update dari game DS yang sudah dirilis pada Juli 2007 lalu di Jepang (April 2008 di Barat). Versi iOS tersebut mendapatkan peningkatan kualitas grafis, dan juga modifikasi untuk sistem pertarungannya. Dan kini, hampir dua tahun kemudian, Square Enix merasa sudah cukup pantas mengangkat label eksklusif Apple, dan menyediakannya untuk Android, dan sama seperti versi iOS-nya, juga langsung mendapat pilihan bahasa Inggris. Solo Remix sama seperti versi aslinya, di sini kamu tetap mengendalikan dua karakter sekaligus hanya saja dalam layar yang sama, tidak di dua layar berbeda seperti di DS. Fitur barunya antara lain 60 lagu baru dan versi remix yang digubah oleh Takeharu Ishimoto, sistem pertarungan yang sedikit dimodifikasi (mengandalkan sentuhan, geseran, dan gerakan swipe jari untuk men-summon karakter partner), sistem Fusion baru, dan artwork yang digambar ulang dengan resolusi HD. Kemudian juga dimasukkan fitur yang memaksimalkan konektivitas gadget dan internet, utamanya melaliui Twitter. Pertama adalah Tweetify Shibuya, dimana kamu bisa terhubung ke internet dan menebar Tweet pilihanmu kepada mereka yang juga bermain Solo Remix. Kedua adalah saling bertukar Friend Card dengan pemain lain, dan nantinya avatar mereka akan muncul di jalanan Shibuya di data permainanmu! Menariknya lagi, jika pemain tersebut memiliki akun Twitter, maka avatar tersebut akan memikirkan Tweet terakhirnya. Kamu bakal mendapatkan item khusus jika melakukan pertukaran data Friend Card ini. Keseluruhan kalian mendapatkaan kembali semua gameplay serial aslinya, dengan perpaduan yang pas antara visual ala Jet Set Radio, dan juga musik perpaduan rock, hip hop, dan electronica untuk menunjukkan kehidupan dinamis lokasi utamanya, yaitu Shibuya. Kamu mengendalikan karakter utamnya, Neku sedangkan komoputer menangani karakter lainnya, dan keduanya bisa bekerjasama melancarkan serangan super yang terlihat kerena sampai memenuhi satu layar tampilannya. Dan sepertinya Square Enix tidak cukup merilis game action RPG mobile ini dengan harga yang cukup fenomenal mahalnya, yaitu Rp. 209 ribu di Play Store dan App Store, karena mereka sampai rela menambahkan karakter baru bernama Coco, yang akan akan kamu temui ketika ingin membeli in-app purchase. Yup, pintar sekali mereka, menempatkan karakter baru yang pasti membuat penasaran di bagian yang bertujuan menarik lebih banyak uang kita. Penulis melihat sebagian besar IAP yang paling laku adalah item untuk memulihkan karakter, crafting, dan juga tambahan uang (kasarnya, IAP-nya membantu kalian untuk nge-cheat) dan juga untuk membuka track musik -- semua dijual Rp. 12 ribuan. Jika Square Enix tidak sengaja membuat game ini lebih susah, maka seharusnya item-item semacam itu tidak kalian butuhkan untuk menuntaskan permainan. Hanya saja kembali pada harga penawarannya, yang menurut kami sangat tinggi, menambahkan IAP justru membuat kami berpikir Square Enix ini serakah banget ya... hehe! Selama permainan kalian juga bisa mendapatkan item in-game dengan cara saling bertukar profil data Friend Card dengan pemain lain, dan profil tersebut bakal muncul sebagai NPC. Kami sendiri berharap, dirilisnya versi Android ini justru sebagai langkah awal mereka akan segera mengumumkan sekuelnya. Karena seperti yang sudah banyak diketahui para pemain Solo Remix, game yang juga mendapat campur tangan Tetsuya Nomura tersebut menyisipkan ending rahasia (ending setelah semua Secret Reports terkumpul), yang sepertinya mengarah pada petunjuk sekuel. Dalam ending tersebut diperlihatkan seorang gadis berdiri di persimpangan Shibuya, di depan gedung bertuliskan  New 7 Days (ini yang membuat banyak pemainnya berpikir akan ada sekuel), dan dia menjadi gambaran kombinasi semua karakter. Ada headphone Neku di sana, Mr. Mew-nya Shiki, warna rambut Joshua, posenya Rhyme, dan juga pola warnanya Beat di badannya. Sejauh ini belum ada spekulasi lanjutan, namun tidak ada salahnya kita tetap berharap adanya sekuel. Dan siapa tahu versi Android ini muncul untuk kembali membangun hype akan The World Ends with You yang sudah lama menghilang.

  • Dapatkan The World Ends with You: Solo Remix versi iOS melalui Apple App Store. Membutuhkan iOS minimal versi 4.3 dan kebutuhan storage 692 MB.
  • Dapatkan The World Ends with You: Solo Remix versi Android melalui Google Play Store. Membutuhkan Android minimal versi 4.0 dan kebutuhan storage 753 MB.

Solo Remix Launch Trailer