Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Duniaku lainnya di IDN App
Review Demo Shinobi: Art of Vengeance, Aksi Ninja yang Tajam
Dok. Duniaku (Shinobi: Art of Vengeance)

  • Visual Hidup, Musik Menggigit Secara visual, Shinobi tampil memesona. Gaya hand-drawn ala Streets of Rage 4 disulap jadi dunia ninja yang penuh warna dan gaya. Musiknya? Perpaduan elektronik trip-hop dan instrumen Jepang tradisional membuat atmosfer terasa seperti Samurai Champloo.

  • Desain Level yang Panjang dan Menantang Demo memperkenalkan dua level utama yang cukup panjang dan sangat menantang. Di kota bersalju yang dipenuhi dengan pertarungan intens. Di kuil ninja, gameplay beralih ke misi platformer dengan berbagai jebakan dan teka-teki.

  • Menghukum Tetapi Memaafkan Yang paling mengesankan dari Shinobi: Art of Vengeance adalah bagaimana ia menyeimb

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

GENRE: Platformer
PUBLISHER: SEGA
DEVELOPER: Lizardcube, Seaven Studios
RELEASE DATE: 29 Agustus 2025
RATING: 4/5

Shinobi: Art of Vengeance hadir bukan sekadar untuk memuaskan penggemar lama, tapi benar-benar memperkenalkan ulang karakter Joe Musashi dengan gameplay yang relevan di era sekarang. Dalam dua jam pertama, game ini sudah terasa seperti 2D action platformer yang tahu persis apa yang membuat genre ini menyenangkan: kontrol yang responsif, ritme pertempuran yang cepat, dan alur permainan yang membuatmu merasa seperti pendekar sejati. Mulai dari serangan ringan hingga eksekusi Ninpo yang dramatis, semuanya dirancang untuk memompa adrenalin.

Mode Arcade memperkuat pengalaman ini dengan mendorong pemain menyelesaikan level tanpa celah. Tantangan hadir dalam bentuk, ninja, pemanah, dan penjaga bersenjata berat yang menyerbu secara bersamaan. Namun setiap kemenangan terasa pantas berkat sistem kombo dan eksekusi yang memberi bonus nyawa dan energi. Rasanya seperti glory kill versi platformer dan itu keren banget.

1. Visual Hidup, Musik Menggigit

Dok. Duniaku (Shinobi: Art of Vengeance)

Secara visual, Shinobi tampil memesona. Gaya hand-drawn ala Streets of Rage 4 disulap jadi dunia ninja yang penuh warna dan gaya. Latar desa ninja, hutan belantara, dan kuil terbakar, dibuat dengan desain yang megah, sementara interior yang hancur seperti habis terkena badai ninja, menyuntikan karakterisasi yang kuat pada tiap adegan.

Musiknya? Perpaduan elektronik trip-hop dan instrumen Jepang tradisional membuat atmosfer terasa seperti Samurai Champloo, kuno dan modern menyatu tanpa bentrok. Setiap dentuman beat dan gesekan shamisen membuat duel terasa lebih emosional dan stylish. Ini bukan game yang hanya enak dimainkan, tapi juga enak dilihat dan didengar.

2. Desain Level yang Panjang dan Menantang

Dok. Duniaku (Shinobi: Art of Vengeance)

Demo memperkenalkan dua level utama yang cukup panjang dan sangat menantang. Di kota bersalju yang dipenuhi dengan pertarungan intens yang menuntut reaksi cepat dan strategi. Di kuil ninja, gameplay beralih ke misi platformer dengan berbagai jebakan dan teka-teki yang mengharuskan tangan bergerak secara akurat. Di sini, saya dipaksa untuk mati berkali-kali demi membuka sebuah peti yang berisikan Nipo tambahan.

Pertarungan bos tak kalah menantang, salah satunya punya mekanik regenerasi jika kita terlalu lambat, sehingga aerial combo jadi krusial. Ini bukan level yang sekadar mengisi waktu, tapi benar-benar menguji pemahaman pemain atas sistem pertempuran dan mobilitas karakter.

3. Menghukum Tetapi Memaafkan

Dok. Duniaku (Shinobi: Art of Vengeance)

Yang paling mengesankan dari Shinobi: Art of Vengeance adalah bagaimana ia menyeimbangkan kedalaman gameplay dengan aksesibilitas. Tak ada skill tree rumit atau kontrol membingungkan. Semuanya terasa natural, tapi tetap menantang. Ini adalah game yang ingin kamu kuasai, bukan hanya mainkan.

Dengan gameplay secepat kilat, desain visual yang berani, dan soundtrack yang khas, Shinobi terasa seperti legenda lama yang kembali dan siap bersaing dengan game-game platformer lainnya. Jika versi penuhnya bisa mempertahankan kualitas seperti demo ini, maka Shinobi bisa jadi raja baru di genre 2D action modern.

4. Kesimpulan?

Dok. Duniaku (Shinobi: Art of Vengeance)

Shinobi: Art of Vengeance bukan cuma berhasil membawa kembali nama besar, tapi juga memberi napas baru pada genre yang penuh nostalgia. Gaya, tantangan, dan gameplay yang solid menjadikannya reboot yang sangat layak ditunggu.

Tapi ini baru review demo!

Mari kita nantikan bersama versi penuhnya!

Editorial Team