TUTUP

Kontroler Xbox One Diklaim Bisa Bertahan Hingga 10 Tahun

Microsoft merancang Xbox One dengan siklus hidup sepanjang 10 tahun, atau sama seperti Xbox 360. Namun bisa saja keadaan real-nya berbeda nanti. Karena itu mereka tetap menyiapkan perangkat pendukungnya bertahan selama itu, termasuk juga kontrolernya...

Memang seminggu belakangan lebih banyak sentimen negatif muncul untuk Xbox One, seperti dituduh sebagai alat sadap canggih, ada batasan region, hingga kabar yang masih simpang siur mengenai kebutuhan "harus online." Namun konsol Microsoft ini juga tidak lepas dari berita yang menyejukkan, khususnya untuk developer game indie, dan satu pemberitaan baru dimana Microsoft mengklaim jika kontroler Xbox One mereka dedesain khusus sehingga mampu bertahan digunakan selama hingga 10 tahun. Apakah itu petunjuk bahwa 10 tahun lagi kita akan mendapatkan Xbox Two? Well, semoga saja usia Xbox One tidak terlalu pendek, dan juga tidak terlalu panjang sehingga membuat modelnya yang konservatif usang dimakan jaman. Namun pernyataan baru Microsoft sehubungan dengan kontroler Xbox One cukup membuat mereka yang mungkin hobi belanja kontroler baru karena built yang buruk. Itu tidak berlaku untuk kontroler satu ini, karena setidaknya bisa bertahan 10 tahun. Microsoft mengatakan jika kontroler tersebut sudah menjalani masa uji coba selama hampir enam bulan untuk mengukur seberapa kuat desain dan materialnya menghadapi deraan tekanan jari dan genggaman tangan, ketika melakukan gerakan-gerakan kombinasi, hingga yang paling ekstrem adalah ketika kita melakukan aktivitas "button mashing" dengan menekan tombol-tombolnya berulang-ulang dengan cepat. Mengutip pemberitaan Pocket-lint yang diundang ke lab test Microsoft di Redmont, mereka yang ditemui Bob Brown, manager aksesoris dan hardware di Microsoft, mendapati bahwa dalam masa uji coba, setiap tombol kontroler Xbox One ditekan setiap hari  dengan ritme 4-5 kali tiap detiknya. Ayo, coba kamu memencet tombol kontrolermu 5 kali dalam satu detik, selama 1 menit :) Bukan sekadar menekan tombol-tombol tersebut secara random menggunakan mesin khusus, karena setiap tombol terhubung dengan komputer, sehingga Microsoft bisa memeriksa apakah mesin yang menekan tombol tersebut sudah memberi daya tekan yang tepat. Brown juga menjelaskan, selain tombol-tombolnya yang teruji, thumbstick kontroler ini juga sudah menjalani serangkaian uji coba, hingga keseluruhan kontroler tersebut juga harus lolos uji gravitasi melalui drop test, apakah efek benturan ketika kontroler tersebut jatuh tidak akan membuat komponen di dalamnya rusak. Menurut Brown, uji coba tersebut masih terus berjalan, dan pihaknya sudah berhasil mencapai desain terakhir kontroler tersebut yang mampu menahan hingga 3 juta kali tekanan tombol, hingga melebihi masa pakai 10 tahun, siklus yang ditargetkan Microsoft untuk Xbox One. Sumber: Pocketlint