TUTUP

Mengenang Jasa Fear, Gamer Yang Telah Mengubah Cara Bermain Dota!

Berawal dari sebuah pemain biasa hingga menjadi seorang professional, Fear adalah pemain yang telah merubah dunia Dota.

Semenjak Valve merilis film dokumentar Free to Play pada tahun 2014, Clinton “Fear” Loomis telah menjadi salah satu wajah paling dikenal dalam dunia eSport. Film tersebut telah menceritakan perjalanannya dalam dunia perlombaan Dota 2, serta kesulitannya sebagai salah satu gamer professional pertama. Fear telah sangat berkembang jauh dari seorang pemain game biasa hingga menjadi salah satu gamer paling sukses sepanjang sejarah. Dengan jumlah pertandingan sebanyak 1,330, Loomis adalah pemain ketiga yang paling banyak mendapatkan hadiah dari semua acara yang dia ikuti, walaupun sempat absen dari acara The International 2014 karena masalah kesehatan yang juga menjadi alasan mengapa dia pensiun sebagai pemain eSport. Sebelum dirinya secara resmi pensiun, Fear telah bertanding pada 36 kompetisi yang berbeda – termasuk empat acara The International, tiga acara Valve Major, EPICENTER dan Dota 2 Asian Championship. Semua acara tersebut berakhir dengan kemenangan bagi Fear dan timnya yang memberikan dirinya rasio kemenangan terbaik dalam acara perlombaan Dota. [read_more id="268397"] Pada saat Evil Geniuses pertama kali dibentuk pada tahun 2011, Loomis diangkat menjadi kapten dari tim tersebut dan orang terpenting dari tim terbaik di Amerika Utara selama lima tahun terakhir. Fear adalah salah satu orang yang paling setia kepada timnya selain Dendi dan Ferrari_430 yang juga tetap setia kepada satu tim yang sama walaupun anggotanya terus berganti setiap tahunnya. Karena loyalitas, pengalaman dan kemampuannya, mantan kapten dari EG, Peter “PPD” Dager mengatakan bahwa Fear adalah sudah seperti seorang co-captain bagi dirinya, dan komandonya dapat mendekatkan EG kepada kemenangan. Hampir semua orang dari tim tersebut telah mengatakan bahwa Fear adalah orang yang sangat membantu mereka menjadi diri mereka sekarang. [read_more id="268387"] Pada tahun 2014, sebuah cidera tangan membuat dirinya tidak dapat bermain bersama Evil Geniuses beberapa bulan sebelum acara The International 4 dimulai. Untungnya acara tersebut adalah pertama kalinya tim tersebut memiliki kesempatan tertinggi sebagai salah satu dari tiga besar. Walaupun tidak bermain secara langsung, Fear tetap membantu dalam acara tersebut sebagai pelatih yang berhasil membawa EG keposisi tiga. Semenjak melihat kesuksesan Fear sebagai seorang pelatih, semua tim di kompetisi sekarang membutuhkan seorang pelatih agar dapat membantu komunikasi dan fokus mereka selama pertandingan. Dalam game, kemampuannya yang sangat serba guna adalah keunggulannya utama Fear yang juga menjadi kunci kemenangan Evil Geniuses. Insting gamenya tidak dapat dikalahkan oleh siapapun, dan dia telah bermain dalam lebih dari 10 perlombaan Dota 2 dengan beragam hero yang berbeda. Inilah alasan mengapa dia menjadi salah satu pemain profesional yang paling ditakuti, hanya dalam sekejap Fear dapat merubah peran bertahannya menjadi penyerang utama. [read_more id="264652"] Berkat bantuan Fear, EG memiliki gaya bermain dimana carry yang mereka miliki berperan penting untuk mengendalikan jalannya permainan. Walaupun sekarang gaya bermain seperti ini sudah sangat umum, Fear adalah orang pertama yang berhasil membuktikan bahwa seorang carry tetap dapat bersaing tanpa menjadikan farming sebagai prioritas utamanya. Pada The International 2016, ada tujuh orang pemain carry mungkin memiliki GPM (Gold Per Minute) yang lebih tinggi daripada Fear, tapi hanya dialah yang memiliki nilai KDA (Kill/Death/Assist) 4.4 yang membawa EG ke posisi tiga teratas untuk ketiga kalinya secara berturut-turut. Clinton Loomis adalah orang yang telah menginspirasi banyak orang, dan mengubah cara seseorang bermain Dota 2. Kesuksesaannya sudah tidak diragukan lagi dan tidak dapat disamakan dengan orang lain. Fear memiliki masa depan yang cerah sebagai seorang pelatih, namun, keputusannya untuk mengundurkan diri hingga saat ini masih menjadi salah satu kehilangan terbesar sepanjang sejarah Dota 2. Kepergian Loomis telah mendandakan akhir dari masa jayanya, dan kita semua masih menanti siapa orang yang dapat menggantikan posisinya. Dengan adanya reshuffle anggota dari beberapa tim besar, hal ini dapat berarti salah satu tim tersebut dapat melahirkan pemain lain yang dapat menggantikan sosok Clinton Loomis. Siapakah menurutmu yang pantas menggantikan posisinya? Berikan pendapatmu di komentar yah!