TUTUP

Jual Sepeda Demi Bermain DotA, Sumail Pemuda 15 Tahun Kini Menjadi Milyuner

Motivasi Mario Teguh terbantahkan! Gamer tidak susah belajar, tidak terbelakang, mereka SMART dan INOVATIF! Berkat game yang dimainkan 9 jam per hari, pemuda Pakistan bernama Sumail ini membuat orang tuanya bangga. Berikut kisah suksesnya!

Gamer susah belajar dan terbelakang, katanya...[/caption]

[read_more id="218387"]
Seorang motivator kawakan sempat melontarkan motivasi menyudutkan pada kalangan gamer. Dia mengatakan “Banyak anak muda yang aslinya cerdas menjadi murid terbelakang karena kesukaan yang berlebihan untuk main games. Hidup ini bukan games, karena terbukti kemiskinan itu pedihnya nyata bagi orang yang menelantarkan masa mudanya.” Pernyataan tersebut tentu bertolak belakang dengan apa yang terjadi pada Sumail (15). Dengan bermain game DotA, Sumail meninggalkan masa mudanya.. Bahkan, agar dapat bermain game, ia menjual sepedanya. Apa yang ia lakukan membuahkan hasil, kini ia menjadi milyuner. Bagaimana bisa? Simak ulasan berikut ini!
[read_more id="218564"] Sebagaimana kita ketahui beberapa waktu yang lalu Syed Sumail “SumaiL” Hassan pertamakali direkrut oleh EG pada bulan Januari 2015. Dengan waktu yang sangat singkat, Sumail mampu memberikan kontribusi yang besar untuk EG, hingga akhirnya Tim EG berhasil mendapatkan gelar juara. [read_more id="216896"] Sumail lahir dan tinggal di Pakistan, ditempat ia tinggal “game” merupakan sesuatu yang jarang ada dan tidak sepopuler di kota-kota besar. Sumail hidup dari keluarga biasa. Ia bahkan tidak memiliki komputer. Untuk bermain game Sumail harus pergi ke kafe internet (semacam Warnet). Sumail sangat ingin bermain, namun dia tidak mempunyai cukup uang. Untuk dapat memenuhi keinginannya tersebut, sampai pada akhirnya dia menjual sepedanya agar dapat bermain DotA, meskipun hanya untuk beberapa jam saja. “I lived in Pakistan for 15 years. Growing up, I wanted to play so bad that I sold my bike just to be able to play for more hours.” [read_more id="216677"] Sumail sangat serius dengan apa yang telah ia lakukan. Ia berlatih tekun dengan bermain DotA selama 9 jam perhari. (Kalau di indonesia mungkin anak seperti Sumail sudah dimarahi habis-habisan) Sumail sangat berterimakasih dengan ayahnya yang telah bekerja keras untuk mendukung keinginanya. Begitu pula dengan keluarganya yang terus mendukung Sumail hingga saat ini. Salah satu anggota keluarga Sumail mengatakan bahwa Sumail merupakan pemuda yang sangat ambisius, ia selalu mengatakan pada kedua orang tuanya “biarkan saya melakukan ini dan suatu hari saya akan membuat kalian semua benar-benar bangga atas apa yang telah saya lakukan” kata-kata sumail tersebut benar-benar terbukti. [read_more id="216981"] Manajer dari EG (Evil Geniuses) Charlie yang sangat mengapresiasi apa yang telah dilakukan Sumail “ia pantas berkompetisi di level tertinggi”. Sumail sendiri bukan seorang yang sombong, ia mengakui bahwa kemenangan yang diraih oleh timnya merupakan hasil kerjasama tim. Dia mengatakan bahwa dia telah belajar banyak dari Fear (Loomis). Sumail mengatakan “Fear membantuku untuk belajar mempercayai tim, dia juga memberitahuku bahwa pemain yang baik adalah pemain yang belajar dari kesalahan dan tidak cepat marah dan juga mereka bekerja keras. Seperti itulah cara agar bagai mana agar kamu dapat menjadi yang terbaik” Kini Sumail telah menjadi juara termuda selama sejarah turnamen